Menteri PU Lebih Kejam dari Fir'aun.
Bayangkan wak, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah mengabdi selama 27 tahun 3 bulan separuh hidupnya diabdikan untuk negara tiba-tiba dihancurkan begitu saja hanya karna beliau ungkap kebenaran.
Beliau dari jabatan Eselon III-a yang terhormat, ia dimutasi ke Maluku Utara dan jabatannya diturunkan drastis menjadi Pelatihan Teknis, setara golongan 2d. Penghargaan, pengalaman, dedikasi, dan masa baktinya diinjak-injak hanya dalam satu keputusan
Ini bukan mutasi biasa. Ini penghukuman. Ini perlakuan yang bahkan Fir'aun pun geleng geleng wak.
Semua ini terjadi karena kezaliman Menteri PU. Seorang pemimpin yang seharusnya melindungi dan menghargai pengabdian justru menjadi penghancur karir dan martabat anak bangsa.
Keadilan di mana? Hormati pengabdian ASN, atau mundur saja.
Tolong kepada @DivHumas_Polri@KejaksaanRI dan @KPK_RI periksa menteri PU ini.
JOKOWI 1 VS 0 PRABOWO 🏳🏳🏳
TAMAT SUDAH JAMPIDSUS FEBRIE
Setelah resmi mengundurkan diri dini hari tadi, kemungkinan besar kita akan disuguhi dua berita besar hari ini atau besok wak
1. Penangkapan Febrie Adriansyah sekaligus penggeledahan rumahnya lagi.
2. Febrie menyerahkan diri dan menangis dengan mengeluarkan air mata BAWANG PUTIH wak, disertai konferensi pers Polri yang memajang wajah gagahnya di depan barang bukti sitaan harta amanah itu.
Kini Febrie bukan lagi Jampidsus. Kekebalan hukumnya hilang seketika. Teman dekat mulai menjauh, orang-orang yang dulu dilindunginya mencari TUAN BARU, dan musuh-musuh lama yang selama ini takut padanya kini berani muncul dengan muka penuh bangga dengan rona senyum pria pesugihan
Bahkan beredar kabar Kapolda Metro Jaya kemungkinan akan naik menggantikan Kapolri saat pensiun nanti.
Sepertinya Febrie akan menghadapi hukuman berat, mungkin seumur hidup.
@IraninIndonesia Kalau netizen Indonesia gak berisik dan nge-push rezim @prabowo, gak bakal ada upaya memperbaiki hubungan seperti ini dengan Iran.
Rezim @prabowo ini takut dan ingin jadi sekutunya @POTUS@realDonaldTrump daripada berhubungan erat dengan negara Islam yg notabene adalah saudara
@Asura0599 Agar fair, Polri @ListyoSigitP@DivHumas_Polri harus juga berani membongkar bunker Solo di kediaman @jokowi yang menurut Beathor Suryadi (politikus PDIP) di rumah Joko Widodo ada bunker yang digunakan untuk menyimpan banyak uang-uang hasil korupsi.
@mohmahfudmd Agar fair, Polri @ListyoSigitP@DivHumas_Polri harus juga berani membongkar bunker Solo di kediaman @jokowi yang menurut Beathor Suryadi (politikus PDIP) di rumah Joko Widodo ada bunker yang digunakan untuk menyimpan banyak uang-uang hasil korupsi.
@NenkMonica Udah empet ama Gubernur Jabar @DediMulyadi71 ini. Bertahun-tahun gw berusaha disiplin dan taat bayar pajak kendaraan bermotor meski semenjak Covid-19 keuangan gw lagi cekak, tetiba dia bikin kebijakan pemutihan yang blangsak! Sangat tidak adil dan tidak bijak. MUAK..!!
@MardaniAliSera Agar fair, Polri @ListyoSigitP@DivHumas_Polri harus juga berani membongkar bunker Solo di kediaman @jokowi yang menurut Beathor Suryadi (politikus PDIP) di rumah Joko Widodo ada bunker yang digunakan untuk menyimpan banyak uang-uang hasil korupsi.
@bangherwin Agar fair, Polri @ListyoSigitP@DivHumas_Polri harus juga berani membongkar bunker Solo di kediaman @jokowi yang menurut Beathor Suryadi (politikus PDIP) di rumah Joko Widodo ada bunker yang digunakan untuk menyimpan banyak uang-uang hasil korupsi.
@LambeSahamjja Agar fair, Polri @ListyoSigitP@DivHumas_Polri harus juga berani membongkar bunker Solo di kediaman @jokowi yang menurut Beathor Suryadi (politikus PDIP) di rumah Joko Widodo ada bunker yang digunakan untuk menyimpan banyak uang-uang hasil korupsi.
@WongAlasRoban Agar fair, Polri @ListyoSigitP@DivHumas_Polri harus juga berani membongkar bunker Solo di kediaman @jokowi yang menurut Beathor Suryadi (politikus PDIP) di rumah Joko Widodo ada bunker yang digunakan untuk menyimpan banyak uang-uang hasil korupsi.
Long before becoming Egypt's manager, Hossam Hassan was known as the country's leading goal scorer ever.
He still holds that record.
But what he could never achieve was a mere victory at the FIFA World Cup.
Egypt qualified for the World Cup in 1990 after 56 years. Hassan scored the decisive goal in the 1989 qualifier against Algeria that secured qualification. It was a landmark moment in their footballing history.
However, in 1990, Egypt couldn't win a single match after qualifying. That would be the only world cup Hassan ever participated in.
After that, Egypt qualified directly in 2018 -- Hassan was long retired by then.
There's a lot of noise around the referee after last night's thrilling match between Egypt and Argentina. And you'd have to be heartless to not feel for Egypt.
But that in no way should diminish or overshadow what Hassan has achieved.
When Egypt beat New Zealand in the first match of this ongoing World Cup, it was the country's first ever win at the tournament, ending a 92-year wait since their 1934 debut.
But he didn't stop there. He took them to the round of 16 stage, and almost qualified for the quarter finals. He was minutes away from defeating the defending champions.
Hossam Hassan might not have ever won a world cup match as a player. But as a coach, he might have just ushered a new era of football in Egypt.
Icing on the cake: he's a compassionate man who is fiercely pro Palestine.