kenapa ya kalau baru kenalan sama orang, gue akan ngestalk akun gue sendiri (misal repost an tiktok) buat lihat gue dari perspektif orang lain dan bukannya ngestalk si orang baru ini 😭😭😭
Jakarta emang se-kontras itu ya
Tadi jam 7-an pas balik kantor, aku mutusin jalan kaki dari kantor ke Ambassador. Nggak nyampe sekilo juga sih, tapi sepanjang jalan aku iseng foto-foto dan malah jadi merhatiin orang sekitar.
Ternyata, hampir semuanya kelihatan capek banget. Kayak lagi narik napas panjang, berjuang di titik terakhir sebelum beneran nyerah (jujur energinya masuk ke gue banyak bgt, sampe berasa sedihnya)☹️
Ada yang udah ngantri busway lama tapi nggak dapet-dapet, ada abang starling yang sabar nawarin minum ke setiap orang yang lewat, sampai tukang nasgor yang senyumnya lebar banget pas dagangannya ada yang beli.
Di tengah kondisi ekonomi yang lagi nggak baik-baik aja, masih banyak yang kerja keras banget demi sesuap nasi, walaupun untungnya mungkin nggak seberapa🥺
Please, jangan jahat sama orang lain, ya. Kalau masih ada pilihan buat jadi orang baik, mending pilih jadi orang baik. Kita nggak pernah tahu seberat apa perjuangan orang lain buat bertahan hidup hari ini🤍
mereka udah bukan saling terhubung satu sama lain lagi tapi udah jadi satu kesatuan 😭😭😭😭😭 that's why the - jadi mengelilingi tulisan EN bukan setelah EN. jadi -/hypen bukan hilang tapi dia mengelilingi tulisannya 🥹🥹🥹
i think the saddest part about growing up is realizing nobody is coming to save you. The version of you that’s exhausted, scared, and overwhelmed still has to wake up and keep going tomorrow.