Teman2 aku mau jual buku2 kolpri utk menutup biaya2 pasca operasi ACL, terutama utk fisioterapi.
Tanpa marketplace, dikirim dari Sidoarjo Jatim via Wahana. Pengiriman mulai Sabtu, 28 Maret 2026.
Detail&harga di utas, akan kuupdate nanti setelah pulang kerja ya.
Rts appreciated 🫶🏽
Banyak orang yang ga ngerti cara menjawab "mengapa"; Pas ditanya: Kok ada dua jenis ini, A & B? Dijawab mereka: "Memang di sini kayak begini"; "Memang di budaya ini kayak gitu, dari turun temurun". Lah itu BUKAN JAWABAN untuk "MENGAPA", itu lu cuma ngulangin pertanyaannya!
Guys gw mau jujur soal sesuatu.
Prabowo bilang dia bangun jam 2 atau jam 3 pagi buat pantau YouTube dan update berita global.
Dan gw mau bilang sesuatu yang mungkin tidak enak didengar.
Gw juga bisa bangun jam 3 pagi dan buka YouTube.
Bukan hal yang istimewa. Siapapun bisa melakukan itu.
Yang istimewa adalah setelah lu baca semua berita itu apa yang lu lakukan?
Karena kalau jawabannya cuma 'saya pantau' — itu bukan kelebihan seorang presiden. Itu kebiasaan orang yang insomnia.
Presiden yang bangun jam 3 pagi tapi harga bahan pokok masih mencekik rakyatnya sama saja dengan tidak bangun.
Presiden yang bangun jam 3 pagi tapi aktivis yang disiram air keras oleh intelijen militernya sendiri belum ada yang diadili sama saja dengan tidak bangun.
Presiden yang bangun jam 3 pagi tapi 700 triliun investasi mangkrak karena izin tidak selesai-selesai sama saja dengan tidak bangun.
Presiden yang bangun jam 3 pagi tapi kelas menengah terus menyusut sama saja dengan tidak bangun.
Satu setengah tahun menjabat. Dan yang bisa diklaim dengan data konkret masih terlalu sedikit dibanding besarnya masalah yang ada.
Gw tidak bilang tidak ada yang dikerjakan. Ada jembatan yang dibangun. Ada pupuk yang disederhanakan regulasinya. Ada efisiensi Rp308 triliun yang diklaim.
Tapi rakyat tidak butuh presiden yang impressive di depan kamera forum diskusi.
Rakyat butuh presiden yang kebijakannya terasa sebelum gajian habis di tengah bulan.
Bangun jam 3 pagi itu mudah.
Yang susah adalah memastikan bahwa semua yang lu baca jam 3 pagi itu berujung pada keputusan yang mengubah sesuatu di kehidupan nyata orang-orang yang bangun jam 4 pagi bukan untuk pantau YouTube tapi karena harus kerja shift pagi dengan upah minimum yang tidak cukup untuk bayar kontrakan.
Kalau pantau doang gw juga bisa Pak.
FAQ Boikot:
1. Kenapa harus boikot?
Karena rakyat biasa tidak punya kursi di PBB, tidak punya veto di Dewan Keamanan dan tidak punya kekuatan militer.
Satu-satunya yang kita punya hanya pilihan konsumsi.
Setiap uang yang dibelanjakan akan masuk ke perusahaan, lalu ke investor dan berujung ke jaringan ekonomi global.
Harapannya meningkatkan kesadaran politik massal.
2. Apakah boikot menyulitkan pegawai perusahaannya?
Yang bertanggung jawab atas kesejahteraan pegawai adalah perusahaan.
Kalau mereka mempriotaskan pegawainya, mestinya sejak awal perusahaan memastikan rantai bisnisnya tidak terkait konflik kemanusiaan.
3. Apakah boikot melemahkan dunia usaha?
Ekonomi dan dunia usaha tidak akan berhenti akibat boikot. Kenapa?
Karena konsumen tetap harus belanja, otomatis uang tetap beredar. Yang berubah hanya arah alirannya, dari satu brand ke brand lain.
Anak2 yg kamu bicarakan ini hanya menerima 250.000 sebulan, sedangkan orang tua yg makan dari proyek ini bisa dapat min 2.5 jt - 32 jt sebulan, yayasannya bisa dapat ratusan juta sebulan
Anak2 ini hanya dijadikan alat utk kepentingan politik, bisnis & ekonomi sekelompok orang
@menuembegejelek nanti bakal ada tweet bersyukur seumur2 ga pernah makan jco berkat mbg jadi bisa nyobain jco, pdhl klo negara bener bisa sejahterain warganya, mau makan jco kapan aja jga bisa, tpi yaa bgtulah, lebih fokus sama perut hari ini dibanding kesejahteraan jangka panjang
Sekarsng hal sefundamental pemberian vitamin K, yang jelas2 secara medis bermanfaat pun di challenge & dipertanyakan. Mau sampe dimana sih ujungnya. Tau ga sih bbrp bayi terlahir krn kekurangan vit K kongenital yg gejalanya baru kelihatan setelah terjadi perdarahan otak yg fatal?
Gw mau lo baca ini pelan pelan.
Pak Purbaya bilang kalau anggaran kurang, pilihannya cuma dua. Geser anggaran pembangunan atau BBM naik. Yang tidak akan digeser adalah anggaran Makan Bergizi Gratis.
Sekarang gw mau kita hitung bareng.
Anak sekolah dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Tapi BBM naik harga logistik naik. Harga logistik naik semua harga barang di pasar naik. Bahan makanan naik. Ongkos transport naik. Tagihan listrik naik.
Satu keluarga bisa keluar tambahan ratusan ribu per bulan karena efek domino BBM naik.
Tapi anaknya dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Jadi pemerintah dengan bangga kasih 10 ribu ke anak lo di sekolah sementara mereka ambil jauh lebih besar dari meja makan keluarga lo di rumah.
Dan ini dikemas sebagai kebijakan pro rakyat.
Yang lebih bikin gw geleng geleng ini bukan kebodohan. Ini kalkulasi.
Karena makan gratis itu kelihatan. Bisa difoto. Bisa dijadiin konten. Bisa dijadiin legacy program.
Tapi dampak BBM naik itu tersebar. Gak kelihatan langsung. Gak ada yang foto ibu rumah tangga yang diem diem ngurangin lauk karena harga naik.
Mereka tau persis mana yang akan diingat publik.
Dan mana yang akan ditelan diam diam.
Seorang anak tersenyum karena akhirnya bisa mencicipi buah pir dari MBG untuk pertama kalinya. “Alhamdulillah… terima kasih Pak Prabowo,” katanya.
Yang menyedihkan, dia belum cukup besar untuk paham bahwa kalau negara benar-benar menaruh prioritas pada kesejahteraan keluarganya, misalnya lewat gaji layak untuk ayahnya yang kebetulan seorang guru honorer, buah pir itu tak akan terasa seperti kemewahan 🗿
🚨 Pernyataan Sikap Kami atas Video ini 🚨
Kawan-kawan, Handai Tolan. Coba perhatikan mulai dari menit 5:41. Kacau ini presiden. Mental dendamnya kentel banget. Kemampuannya dalam mencerna kritik sangat buruk. Amat sangat buruk.
"Berarti kamu butuh MBG ya? Soalnya katanya MBG gak penting. Banyak orang-orang pintar di Jakarta yang bilang kalau MBG gak penting. Buang-buang anggaran."
Woy, Gendut. Kalau sedari awal 'blueprint' MBG itu menyasar anak-anak sekolah yang nasibnya seperti Yamisa, KAMI JAMIN, gelombang kritik dan protes ngga akan semasif seperti sekarang. Nilai gizi perporsi bakalan lebih bagus, anggaran yang dipakai juga nggak bakalan setekor sekarang.
Masalahnya adalah, den, presiden, MBG udah berjalan setahun lebih, sektor yang dikorbankan sudah banyak, anggaran udah kebuang triliunan rupiah, tapi pendistribusiannya masih sangat carut marut. Masih banyak siswa/i kayak Yamisa yang belum kebagian, tapi di lain sisi siswa/i yang ortunya mampu, yang biaya SPP sekolahnya ada di level menengah sampai mahal, malah kebagian, dan bentuk menu yang disajikan terkesan melecehkan kemampuan ekonomi mereka.
Mosok koyok ngono rak paham sih, Ndut?
Tolong hentikan narasi dan berbicara pada khalayak publik perihal banyak orang pintar yang menolak MBG. Tidak ada yang menolak MBG apabila program ini berlandaskan kajian dan riset yang kuat, roadmap yang mateng, dan target kategori penerima manfaat yang sangat jelas. Dengan terus-menerus menarasikan kritik terhadap MBG sebagai bentuk penolakan, maka bukan tidak mungkin kalau kami mengecap presiden sebagai dalang konflik warga vs warga, rakyat vs rakyat.
"Ya kan untuk bisa merata kami perlu waktu."
Alah, omong kosong. Kalau pelaksana program sedari awal mau untuk melakukan riset yang lebih dalam terlebih dahulu, mengizinkan para ahli untuk turut terlibat, waktu dan biaya tidak akan banyak terbuang seperti sekarang. Dan tidak akan ada anak-anak sekolah seperti Yamisa, yang terlambat mendapatkan haknya.
Bagaimana mungkin kita melihat situasi ini dengan kondisi sepenuhnya sadar, bahwa sebenernya buat pemulihan bencana Aceh tuh pemerintah DUITNYA ADAAA, dan SANGAT CUKUUPP, tapi malah dipake buat ngejejelin anak² sekolah pake keripik tempe sama roti abon.
Fakk lahh. Nangiiss:(((
⚠️ Kabar Keracunan Embege!! ⚠️
Simak baik-baik cerita ini: Seorang Ibu di Threads menceritakan anaknya diduga mengalami keracunan MBG dengan gejala yang cukup memprihatinkan. Muntah hingga belasan kali sampai dehidrasi.
Sang Ibu juga menceritakan, keluarganya sempat mendapat tekanan dari oknum tengtara agar pengalamannya ini tak disebarluaskan di platform manapun.
Sudahlah diracun, dibungkam pula. Negara sinting bin biadab. 🫵🏻🙂
KEREN
Seorang Guru dengan geram MENDAMPRAT pihak dapur MBG karena berulang kali memberikan makanan tidak layak makan
"MBG itu tidak gratis! Itu duit rakyat, gaji2 kami dipotong utk MBG. Jangan main2 kalian!"
Lain kali suruh mrk makan sendiri makanan busuknya bu 😂