Space and time reconstructed in 4D
Is this how higher dimensional beings see us - every moment at once?
Starting to understand what Vonnegut meant by humans being “great millipedes” - clearly it applies to our four legged friends too!
Geolocated 2d video → per frame 3d gaussians → each left precisely where & when it happened
grup fesnukkk gemparrrr 😅
jadi ada seller jual tas carrier consina everest gen 3 dan sepatu consina tibet (smuanya baru 2 kali pake), dijual cm 950K net udah dapet semuanya.
ditawarlah tiba2 sama buyer 500K mau dapet sepatu dan tas smuanya,
lalu dikerjain sama di seller diajak COD di rumah sakit, sampe RS buyernya disuruh ke farmasi, sampe farmasi disuruh cari "obat pereda tolol" buyer respon "asu"
kamu ada di tim seller atau buyer gaes???
cek chatnya dibawah 👇🏻👇🏻👇🏻
Ya berarti pengelompokan variabel2 lo jelek. Because how the fuck orang2 yang gak punya aset gak punya kendaraan gak punya bisnis bisa satu kategori sama raffi ahmad 😭😭😭😭😭 lo ngerti gak sih keluhan orang2 itu apa 😭😭😭😭😭
Dulu, Jokowi pakai orang tertentu buat memantau media dari luar. Sekarang, orang-orang Prabowo sudah masuk ke ruang redaksi, mengawasi dari dalam.
Ini adalah artikel pertama dari serial #DeadPressSociety yang mengungkap berbagai bentuk pembungkaman pers yang terjadi di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.
https://t.co/7YFvFtyXks
🚨 Dinasti Komisaris & Jabatan Tinggi Lainnya dari Jalur Balas Budi Prabowo - Gibran di BUMN, BUMD lainnya 🚨
1. Dirut Pertamina: Simon Aloysius Mantiri
Petinggi Gerindra — dekat dgn Prabowo
2. Dewan Komisaris: Mochamad Iriawan
Mantan Dewan Penasihat tim kampanye Prabowo-Gibran
3. Wakil Komisaris Pertamina: Todotua Pasaribu
WakSek TKN Prabowo-Gibran
4. Komisaris Independen Pertamina:Condro Kirono
Pensiunan polisi dan mantan wakil ketua tim kampanye prabowo-gibran
Pemadaman listrik terjadi karena kebijakan si bolu ketan yang mangkas kuota produksi batubara perusahaan gila2an sampe 40%-70%. Gak cuma batubara aja sih, nikel dan emas pun juga dipangkas.
RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) bulan Juni gak di-acc. Jadinya gak ada produksi. Perusahaan tambang milih tutup. Efeknya banyak karyawan tambang yang dirumahkan.
Contohnya ada salah satu perusahaan tambang yang punya 12 ribu karyawan disisain cuma 300-400 aja di site buat jualan. Sisanya? Ya dirumahkan.
Alasan dirumahkan karena udah gak ada kegiatan. Tinggal jualan sisa yang ada doang. Ini pun tetep dibikin susah sama negara karena ada kebijakan 1 pintu.
Mau jual ke PLN lebih susah lagi cashflow-nya karena tau sendiri gimana bisnis sama pemerintah/BUMN. Pasti perusahaannya dipalak. Daripada dipalak, ya mending gak dijual.
Jadi ketersediaan batubara di PLTU yang harusnya seminimal mungkin tersedia untuk 26 hari, tapi sekarang kenyataan di lapangannya hanya tersedia untuk 11-12 aja. Dan ini terjadi hampir di semua PLTU yang ada di pulau Jawa.
Imbasnya terjadi pemadaman listrik karena stok batubara di PLN menipis. Jadi ibarat kata, sekarang PLN lagi berhemat. Tapi efeknya rakyat yang jadi korban.
Intinya ini semua terjadi karena kesalahan si bolu ketan dan jajarannya. Bisa jadi mereka salah itung karena kapasitas produksi tambang batubara masih gede tapi dibatesin buat jaga harga.
Ditambah saat ini rupiah melemah dan dollar makin tinggi. Semua bingung atur cashflow karena pemerintahnya sendiri juga bingung atur cashflow APBN disebabkan kebijakannya sendiri.
Tau sendiri kan APBN dihabisin kemana, ya ke embege dan kopdes.
Makanya salah satu tuntutan demo besok itu agar embege dan kopdes di stop karena udah ditahap bener2 ngerugiin negara.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
@agngw_ Data kita udh open source mas, kebocoran data dimana2. asal dia bisa ngulik akun kita pake email apa dan dicari email itu afiliasi ke nomor mana. itu bisa jadi salah satu celah. Tapi itu salah satu dari banyak kemungkinan
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths https://t.co/8cvnt563TJ
Photo: Getty Images