@bq03zze @civizen11 Ancaman di era modern tidak hanya berbentuk konflik militer konvensional, tetapi juga perang siber, terorisme, dan ketegangan ekonomi. Daripada wajib militer, penguatan teknologi pertahanan dan diplomasi bisa menjadi langkah yang lebih strategis untuk menjaga ketahanan nasional
@T34ipa4@civizen11 Meskipun interaksi dunia nyata tetap penting, komunikasi digital juga memiliki kelebihan. Banyak orang bisa berdiskusi, belajar dari sudut pandang berbeda, dan membangun jaringan yang lebih luas.
@T34ipa4@civizen11 Tidak semua orang hanya "ikut tren" tanpa aksi nyata. Banyak gerakan sosial besar yang lahir dari media sosial dan memberikan dampak nyata, seperti penggalangan dana untuk korban bencana, kampanye lingkungan, dan advokasi hak asasi manusia. Tanpa media sosial, penyebarn informasi
@T34ipa4@civizen11 Memang benar bahwa media sosial bisa berisiko menjadi alat perpecahan, tetapi itu lebih bergantung pada bagaimana penggunanya memanfaatkannya.
@T34ipa4@civizen11 Oleh karena itu, solusi terbaik bukanlah menolak media sosial, tetapi meningkatkan literasi digital dan etika bermedia sosial agar dampak negatifnya bisa diminimalkan. Dan bijak lah menggunakan media sosial
@L19ipa4 Konflik ini menjadi pelajaran penting bahwa persatuan dan kesatuan harus terus diperjuangkan agar keberagaman di Indonesia menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
@Polres_ME tegas menolak radikalisme adalah langkah penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Mari kita semua menyebarkan nilai toleransi dan kedamaian demi masa depan yang harmonis #PKNIPA4
@civizen11 Menurut saya Masalah ini menunjukkan perlunya pendekatan lebih serius dari pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi diskriminasi. Kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.