Guys, ada satu laporan dari media keuangan internasional yang menurut gue paling telak menggambarkan bagaimana dunia melihat Indonesia sekarang.
IHSG turun 36% tahun ini.
Satu angka.
Satu fakta.
Dan itu menjadikan Indonesia pasar saham dengan performa terburuk di seluruh dunia.
Bukan terburuk di Asia.
Bukan terburuk di Asia Tenggara.
Terburuk di dunia.
paling buruk di galaksi bima sakti
Dan ini yang paling menyakitkan bukan karena ekonominya jelek:
Edward Agusty fund manager global yang pernah bekerja langsung dengan Sri Mulyani menyampaikan sesuatu yang sangat penting.
Investor tidak mempermasalahkan niat Prabowo.
Tidak mempermasalahkan ambisinya mau industrialisasi, mau tumbuh 8%, mau Indonesia naik kelas.
Yang mereka permasalahkan hanya satu:
apakah orang-orang yang dipasang di sana punya kemampuan untuk mengeksekusi semua itu?
Jawaban pasar sudah jelas.
Modal keluar.
Rupiah jatuh.
IHSG hancur.
Dan ini daftar kebijakan yang satu per satu menghancurkan kepercayaan investor:
Obligasi patriot dijual di bawah harga pasar ke konglomerat untuk mendanai Danantara transparansinya tidak jelas sampai sekarang.
Tambang emas Martabe di Sumatera disita sampai sekarang belum ada kepastian hukumnya.
Investor langsung berpikir:
kalau aset bisa diambil sepihak aman enggak taruh uang di sini?
MSCI mengancam turunkan Indonesia dari emerging market ke frontier market kalau sampai terjadi ratusan manajer investasi global terpaksa jual semua saham Indonesia serentak.
Dan yang paling terbaru dan paling merusak:
DPR mengesahkan undang-undang yang memberi mereka kewenangan memberikan rekomendasi mengikat kepada Bank Indonesia.
Independensi bank sentral yang selama 25 tahun jadi fondasi kepercayaan investor kini dipertanyakan.
Dan ini analogi yang paling tepat:
Edward menggunakan satu perbandingan yang langsung nancep:
"Investor bertanya apakah BI masih penjaga gawang yang sesungguhnya?
Atau pemerintah sedang menyuruh penjaga gawang maju ke depan ikut mencetak gol?
Bisa berhasil sesekali tapi kalau penjaga gawang ikut menyerang, siapa yang jaga gawangnya?"
BI sekarang sudah memegang 27% dari total utang pemerintah.
Dan dengan undang-undang baru ini independensinya bisa diintervensi DPR kapan saja. Investor melihat ini sebagai alarm merah.
Dan ini tentang Sri Mulyani yang kepergiannya mengubah segalanya:
Sri Mulyani bukan sekadar menteri keuangan. Dia adalah satu-satunya wajah yang dipercaya investor global untuk menjamin disiplin fiskal Indonesia.
Selama dia ada pasar tenang.
Begitu dia pergi dan caranya pergi yang terkesan terburu-buru dan tidak terkelola dengan baik pasar langsung kehilangan jangkar.
Sinyalnya sangat keras:
kalau orang yang paling dipercaya pasar pun tidak bisa bertahan di kabinet ini siapa lagi yang bisa dipercaya?
Dan ini yang paling fundamental:
25 tahun sejak krisis 1998 Indonesia membangun reputasi sebagai ekonomi berbasis pasar.
Reformasi keras pasca-98 menghasilkan bank sentral yang independen dan kepastian kebijakan yang menarik modal asing dalam jumlah besar.
Sekarang semua itu sedang dipertaruhkan.
Danantara tidak transparan.
BI tidak lagi sepenuhnya independen. Kebijakan berubah-ubah.
Dan tidak ada lagi satu pun wajah di pemerintahan yang bisa meyakinkan investor bahwa disiplin fiskal masih dijaga.
"25 tahun reformasi pasar yang dibangun dengan sangat susah payah
sekarang dipertanyakan apakah semua itu sedang dipertaruhkan."
Target 8% tidak akan pernah tercapai dengan kondisi seperti ini. Untuk tumbuh 8% butuh investasi swasta masif.
Investasi swasta tidak akan datang ke negara yang kepastian hukumnya goyah, bank sentralnya bisa diintervensi, dan kebijakannya tidak konsisten.
Sekarang Indonesia tumbuh 5% dan Bank Dunia sudah merevisi proyeksinya ke 4,7%.
Investor tidak lari panik. Mereka menunggu dan mengamati. Tapi selama tidak ada sinyal nyata bahwa kepercayaan dipulihkan modal akan terus keluar, rupiah akan terus tertekan, dan IHSG akan terus jadi yang terburuk di dunia.
Dan rakyat biasa yang tabungannya menipis, cicilannya naik, dan harga barang terus naik merekalah yang paling merasakan akibatnya. Bukan para pejabat yang membuat kebijakan itu.
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
📢BREAKING🚨
European Parliament resolution of 21 May 2026 on the cases of human rights and environmental defenders Andrie Yunus and Muhammad Rosidi in Indonesia.
For the first time after 10 years, the EU Parliament has passed a resolution in regards to human rights issue in Indonesia, specifically on the Case of Acid Attack Against @KontraS Deputy Coordinator Andrie Yunus and Environmental Activist from Bangka Belitung Muhammad Rosidi.
The Uni Eropa parliament also calls the Indonesian Government @Kemlu_RI for a swift, thorough, transparent and independent investigation to both attacks.
🔗Full version of the document
https://t.co/chC0iIkODo