"Rich enough to show my children the world, not pictures of it. Rich enough to take my friends to dinner and say,"I got this", Rich enough that God uses me to help the people who are in need."
Di Majalah Intisari, mencanggih-canggihkan diksi termasuk yang agak dilarang. Seingatku, editor selalu berpesan begini: pembacamu itu sudah banyak persoalannya, jangan kau tambahi lagi dengan istilah-istilah yang barangkali tidak terlalu familiar baginya
Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali distribusikan bantuan Ramadan untuk masyarakat Palestina, melalui MuhammadiyahAID dan LazisMu. Dijelaskan Yayah Khisbiyah, Ketua Muhammadiyah Aid (MuAID) penyaluran bantuan dilakukan bekerjasama dengan mitra NGO lokal Palestina Witness-Shahid Center for Citizen Rights and Social Development.
Total 850 paket telah disiapkan, terdiri dari 350 paket sembako dan 500 paket iftar siap saji akan dibagikan kepada masyarakat Palestina di beberapa titik diantaranya Al-Mawasi (Gaza) serta kamp pengungsi di Tepi Barat bagian utara (Jenin, Tulkarm, Nur Shams, Balata, dan Al-Ain).
Baca selengkapnya di https://t.co/4Si9vKhhji
#Muhammadiyah
Prosesi wafatnya Amir itu terjadi sekali dalam sejarah.
Pertama, menyanyikan "Indonesia Raya" dulu. Lanjut serempak nyanyi "Internationale". Setelahnya, minta izin algojo untuk baca Alkitab dan berdoa.
Selesai semua, Amir berseru: "Kaum buruh sedunia, aku mati untukmu!"
Dor.