Bnr banget. Ada kepuasan tersendiri punya pasangan yang bisa menjadi ruang aman untuk bertanya tanpa takut dihakimi. Menghargai cara dia memperlakukan pikiran kita jauh lebih berkesan. Setiap kali dia mulai menjelaskan sesuatu dengan sabar, rasanya seperti jatuh cinta dengan versi baru terus-menerus. Daya tarik intelektual yang sesungguhnya. ✨
maturing is realizing none of us are easy to be with. It's about who's willing to stay committed to understanding you and actually wants to grow with you
If someone at work tries to micromanage you, micromanage them back.
Send them too much feedback, ask them a lot of questions, do follow ups when they go quiet or even when you know they are busy don’t let them rest.
Dulu pernah baca kalo ada relaksasi prosedur dokter asing untuk bekerja di kawasan ekonomi khusus kesehatan. Ternyata beneran relaks banget bosss. apa itu penyetaraan? apa itu tes kompetensi dokter? apa itu tes kemampuan bahasa Indonesia? 🤣🤣
Jangan jahat jahat sama nakes dan named. Gaji tenaga medis/kesehatan di Indo itu jauh lebih rendah dari negara lain. The system already treats us badly. Don’t make it worse for us. We’ve suffered enough
Dokter umum, wanita. Seakan2 hidupnya berakhir di 35.
Udah ga bs ikut cpns, spesialis, dan risti hamil. Kerja swasta pun kalo bukan di RS ya untung2an, kl sial ga ada jenjang karir, fee jaga dengan freshgrad sama aja.
The highest form of kufu is:
shared deen, shared values, shared direction.
Can you grow toward Allah together?
Can you handle hardship together?
Can you communicate with mercy?
Can you respect each other when emotions fade?
That is kufu.
kata raditya dika kita itu harus menghargai perasaan pasangan mau logis atau tidak,
misalnya nih pasangan kita enggak suka kita bergaul sama si A karna cemburu aja, padahal kenyataannya kita gak ada apa2.
tapi menurut radit ya ikutin aja, memvalidasi perasaan pasangan dan mengikuti apa yg pasangan mau adalah salah 1 bentuk bahwa kita menghargai dia sebagai pasangan kita.
kamu setuju gak sama raditya dika???
atau punya pendapat berbeda???
Rifaldy Fajar dan Prihantini ini memang kelas dunia.
Bukan dokter, bukan perawat, bukan apoteker, bukan nakes, gak pernah studi kesehatan atau kedokteran.
Tapi bisa dapat puluhan travel grant selama 2-3 tahun di bidang spesialis kedokteran semua.
Aku dokter spesialis & pengalaman jadi reviewer abstrak conference pun bertanyea2, okelah kalo lolos untuk sekedar maju poster/oral karena topiknya memang WAW dan futuristik, dan reviewer tertarik dari abstraknya,
tapi ini WIN lho kok bisa ya
Apa mungkin mereka pinter cari loophole conference di negara2 yang gak terlalu ngeh konoha nih negara apa. Kalo dikirim ke conference dalam negri sih rasanya malah kita bakalan curiga kek “masak udah bisa neliti sefuturistik itu dimari??”
cc:threadaninditapq
I saw a post that said, “Did you really think Allah would give you a heart like that and not create someone who could love you the same way?” and it genuinely brought tears to my eyes.
Because sometimes being soft and sensitive feels heavy…
@tb_siswadi dokter juga pekerja sama kayak kalian semua, kalian kalau kerja gamau dibentak bentak direndahkan terus diviralkan kan? dokter juga gamau.
Berhenti ngegaslight dokter dgn "kemanusiaan" kalau kalian sendiri gak memanusiakan orang lain
Ketika fase butterfly kita ngerasa dia adalah orang yang kita cari, semuanya kerasa cocok aja.
Tiba-tiba relationship jalan 6 bulan, mulai liat cara dia handle marah atau kondisi struggling, disitulah the real emotion controlnya keliatan.
Ada yang meledak-ledak minta putus, ada yang silent treatment, ada yang tenang bisa diajak diskusi, ada yang butuh waktu beberapa hari.
Kalau kita punya pasangan yang kontrol emosinya aja ngga dewasa, kemungkinan besar akan cost a lot of our sanity kedepannya jika diteruskan.
Di era resiko medis dianggap malpraktek, memulangkan pasien stabil dianggap menolak, menunda tindakan non emergency demi menolong yang emergency dianggap menelantarkan, disaat klaim jujur dianggap fraud. Ah sudahlah....
Leptospirosisnya kok cuma disebut 1 x? di akhir pula.
Terinfeksi leptospirosis dan virus hanta, pasien RSHS Bandung meninggal SETELAH keluarga pasien menolak penanganan medis lebih lanjut.
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia
Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi
Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter
Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal.
========
Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko
Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya.
Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
“seporsi kemenangan for woman”
dipertemukan dengan pria dewasa yg gak perlu diajari how to be a man. full of initiative, tulus melalui hal hal sederhana, komunikasi hangat & sepaham, gak pernah menyepelekan hal kecil. kamu boleh kecewa, boleh ngambek, & dibujuk tanpa takut di tinggalkan.
how lucky you’re..