276 jam menuju hari rilis dan tautan pra pesan ‘Narasi’ sudah bisa di akses yang ada pada bio. 15 orang yang terlibat dalam pengerjaan album kedua ini sampe dapet hasil yang mendekati maksimal dengan mood rollercoaster dari setiap track nya
kalo ditanya apa kesulitan bikin album ini? jawabannya adalah waktu dan modal, tapi puji tuhan album nya selesai walaupun makan waktu sampe 2 tahun, karna lewat album ini saya bisa meluapkan segala macam perasaan yang pernah dirasakan selama 5 tahun terakhir
6. Punya arah hidup yang jelas
Bahkan sblm menikah, dia udh keliatan pny tujuan yg rapi.
Dia tahu lgi bngun apa, pngn pny keluarga seperti apa, dan mau hidup dgn cara gmn.
gak asal jalan, tpi ada arah yang jelas.
Jdi gk gampang goyah, dan tau mau dibawa ke mna hubungan itu nnti
5. Nggak drama, dan nggak bertele-tele
Pas lagi proses kenal, dia fokus ke hal yang penting:
visi hidup, prinsip, keluarga, dan kesiapan diri.
Dia nggak kebawa emosi berlebihan,
nggak suka bikin masalah kecil jadi besar, dan nggak muter-muter tanpa arah.
Ngobrolnya juga jelas.
4. Nggak pernah bikin kamu ngerasa kurang
Pas ngobrolin masa depan, dia nggak ngebandingin kamu sama orang lain.
Nggak ada tuh yang namanya ngecilin atau ngeremehin.
Dia lebih fokus sama proses kalian bareng,
bukan sibuk ngukur kamu dari standar orang lain.
3. Cara komunikasinya jelas dan beradab
Dia nggak suka ngegantung atau bikin kamu nebak-nebak,
tapi juga nggak berlebihan.
Jawab secukupnya, tetap sopan.
Itu tanda dia dewasa dan nggak mainin perasaan.
2. Menjaga batas dengan elegan
Dia tetap ramah, tapi ngerti mana yang bukan ranahnya sebelum halal.
Ketenangan itu muncul karena dia punya prinsip,
bukan sekadar ikut perasaan.
1. Tidak suka merendahkan orang lain
Dia tipe cewek yang classy, nggak doyan ngejatuhin orang, apalagi ngebeda-bedain dari status.
Ke siapa pun tetap sopan dan menghargai.
Cewek yang nggak ngerendahin orang lain,
Itu dia tipenya yang nggak bakal ngerendahin suaminya nanti.
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras oleh OTK di Jakarta Pusat
Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB.
Peristiwa terjadi saat Andrie mengendarai sepeda motor dari arah Jalan Salemba I menuju Jalan Talang setelah mengikuti kegiatan perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan KontraS, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga jenis Honda Beat mendekati korban saat melintas di Jembatan Talang. Salah satu pelaku yang duduk sebagai penumpang kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada beberapa bagian tubuh, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata. Andrie sempat berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motornya sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta untuk menjalani penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut serta mengungkap motif penyerangan. Ia juga meminta pelaku dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru karena serangan menggunakan air keras berpotensi menimbulkan luka fatal hingga kematian.