mau tanya buat penjual makanan di grab food ada yang pernah ngalamin promo tiba” aktif ga ya, dan gaada pemberitahuan sebelumnya dari pihak grab yang ternyata nge bebanin ke pihak kita juga promonya? dan baru ketahuan setelah 15 hari aktif tuh promo, udah rugi 10jt+🥲😭
YMMBA (yang mau mau baca aja).
ini mungkin akan jadi utas terpanjang gue selama main x/twitter. utas yang berisi beberapa point yang gue tangkep dan beberapa hal yang gue tau setelah nonton full movie dokumenter “Pesta Babi”. lets begin -
Banyak hal dijauhi para trader, terutama saat fase bearish. Saham yang ARB hampir setiap hari biasanya sepi peminat. Bahkan kalau saham itu downtrend parah, akan semakin dijauhi. Lalu, bagaimana menyikapinya?
Dalam edisi "mengejar pisau jatuh".
Sebuah Utas!
GAK PERLU BAYAR PREMIUM RP24.000.000
Ini dia paper legend banget di kalangan quant 👀
151 Trading Strategies
Isinya bukan kaleng-kaleng:
150+ strategi trading (bukan cuma saham, tapi opsi, futures, dll)
banyak yang dipake di hedge fund asli, bukan cuma ngaku-ngaku.
ada formula + logika matematisnya
bahas dari basic sampe yang cukup advanced (ML juga ada dikit)
Jadi ini bukan ebook motivasi trading.
tapi beneran “buku rahasia dapur” strategi quant
📌 Tapi perlu diinget juga:
lakukan backtest, agar hasil dapat hasil yang bagus
kalau kalian pinter, strateginya bisa disempurnakan pakai AI, menjadi lebih powerfull, yang mungkin kurang work masih bisa disempurnakan lagi.
Ini dia:
https://t.co/pls2zlKXfo
IHSG ATH (All Time High), tapi Rupiah terus anjlok sampe ATL (All Time Low). Kok bisa kejadian? Padahal harusnya kan searah. Nah, kejadian skrg namanya ‘Decoupling’.
Logikanya, ketika saham naik berarti banyak investor luar beli saham di sini pakai Rupiah, tapi kok bisa mata uang kita tetep turun yak?
Ternyata Rupiah turun gak cuma diliat dari 1 faktor aja. Ada bbrp faktor yg bisa diliat, beberapa di antaranya yg menyebabkan kejadian kek gini tuh kemungkinan:
1. Divergensi Pasar Saham vs Pasar Obligasi: secara jumlah, asing lebih banyak transaksi di obligasi dibanding saham.
2. Dominasi Investor Domestik: investor ritel2 unyu kek kita justru yg dominasi market domestik.
3. Saham Sebagai Lindung Nilai (Inflation Hedge).
Nah, yg nomor 3 ini yg bahaya. Di negara yg mata uangnya merosot — orang2 justru menganggap saham sebagai pelindung nilai. Intinya ketika Rupiah turun, perusahaan (emiten) jadi naikin harga barang > profit dalam Rupiah ikut naik.
Akibatnya, harga saham mereka ikut naik. That’s why di negara yang mengalami hiperinflasi (kayak Turki atau Argentina), bursa sahamnya justru sering mencetak ATH di tengah mata uang yang hancur.
Beberapa kejadian sejarah berdarah2 juga punya symptoms sejenis kayak begitu. Bisa baca2 pake kata kunci ‘Japan Lost Decade & The Great Decoupling’, ‘2008 Financial Crisis,’ dan ‘Krisis Turki 2001-2003’.
Rekap banjir bandang imina 27/01/25
krn hari ini tralu gila jd kalian harus gila bersamaku 😋🎀smoga membantu buat yg ketiduran ato ke skip momen~
{#สกายนานิ#skynani}