Kawan...
Kalian kadang memujiku dengan berkata aku pintar padahal ayah akulah yang tahu cara mendidik aku dengan menanam benih padi.
Kalian juga kadang memujiku dengan berkata aku hebat padahal do'a ibu akulah yang hebat mampu menembus tujuh lapis langit.
Dulu bila ditawari Komisi II @DPR_RI kenaikan anggaran @setkabgoid selalu saya tolak.Kini karena ketumpangan anggaran BPIP "Yang Maha Penting"?(urus"RUUHIP" yg genting?) jadi melonjak 3X...bole sumbang yg kena PHK/covid19? @tempodotco@RamliRizal@ReflyHZ https://t.co/1fIfkQBQbq
Dalam 3 bulan, sdh 3 kali naik..
Awalnya, pemerintah hanya mengalokasikan Rp405,1 triliun, lalu naik menjadi Rp677 triliun, dan skrg ini (akhir Juni) dinaikkan lagi menjadi Rp 905 triliun.
———
Sri Mulyani Sebut Dana Penanganan Corona Naik Jadi Rp905 T https://t.co/loSfuH1fEW
Sebab hidup yang kita jalani dengan rasa takut dan perasaan tak berdaya adalah hidup yang akan berakhir dengan kesedihan, penderitaan dan kehinaan. Hidup kita tak boleh menyerah kalah. Hidup harus bangkit dan melawan! #GS2020
Akhirnya kita memanggil rumah sakit untuk datang ke rumah dengan biaya yang berlipat karena memang begitulah konsekwensinya. Pemeriksaan oleh perugas medis yang juga curiga kepada kita ini pun berseragam APD seperti astronot mencari alien di sekitar kita. Suasana menegangkan.
Sekarang, kalau ada orang bersin kita lari tunggang-langgang, tidak mendoakannya dan seolah Tuhan tidak perduli dengan doa kita. Sikap kita akan semakin selfish dan anti sosial. Kehidupan telah didorong untuk menjaga jarak dgn kemanusiaan. Semua menjadi berbayar dan berpamrih.