“BU, AKU NYASAR TEKAN GUNUNG SLAMET”
Sebuah pesan singkat, disertai foto basecamp pendakian, masuk ke WhatsApp Utari, ibu Syafiq. Pesan itu datang dari Syafiq Ridhan Ali Razan (18), putranya pelajar asal Magelang yang kala itu berada di Gunung Slamet.
Utari terdiam. Ia ingat betul, izin yang diminta anaknya adalah mendaki Gunung Sumbing. Namun kenyataan berkata lain. Bersama rekannya, Himawan, Syafiq justru memilih Slamet, dengan rencana pendakian tektok naik dan turun di hari yang sama.
Jumat, 27 Desember 2025, mereka berangkat. Rencananya, Minggu sore sudah kembali ke basecamp.
Namun Minggu berlalu tanpa kabar.
Telepon Syafiq tak lagi aktif. Kecemasan perlahan berubah menjadi ketakutan. Dhani Rusman, sang ayah, mencari nomor basecamp satu per satu dari internet.
Bambangan bukan. Hingga akhirnya diketahui: Syafiq naik lewat Dipajaya, Pemalang.
“Mungkin ikut ngecamp dengan pendaki lain, Pak,” kata petugas posko. Kalimat itu sedikit menenangkan, tapi juga menyisakan cemas karena Dhani tahu, anaknya tak membawa bekal untuk bermalam.
Senin, 29 Desember 2025, Dhani datang langsung ke posko. Sore harinya, tim rescue bergerak.
Himawan ditemukan lemas di Pos 9. Kakinya terkilir.
Syafiq? Ia pergi lebih dulu turun sendiri, mencari bantuan untuk temannya. Sejak itu, jejaknya hilang.
Seorang ayah ikut naik gunung, memanggil nama anaknya di tengah hutan dan kabut.
“Ali… pulang, Nak…”
Teriakan itu pecah, lalu hilang ditelan lereng Slamet.
Kini, pencarian memasuki seminggu lebih.
Tim SAR menyisir jalur, jurang, hutan belantara, hingga puncak. Hasilnya masih sama: nihil.
Syafiq benar-benar nyasar Dan pesan singkat itulah yang menjadi jejak terakhir sebelum semuanya.
Ini video pencarian hari ini
Sumber info : Mukh Tarom
Pria yang Menyembuhkan Dirinya Sendiri adalah Pria yang Sulit Dikalahkan
Dulu gue kira proses menyembuhkan diri itu cuma soal bangkit dari luka. Ternyata lebih dari itu, itu soal membangun ulang diri dari nol, tanpa tepuk tangan, tanpa validasi, tanpa ada yang benar-benar ngerti isi kepala kita.
Dan dari situ gue paham, pria yang berhasil melewati proses itu bukan cuma jadi lebih kuat, dia jadi sulit dikalahkan.
Karena dia pernah hancur, lalu memilih merakit dirinya sendiri.
Berikut ini 5 hal yang bikin pria seperti itu berbeda:
Bro benar-benar membuat materi komedi dengan teori tragedi+waktu = komedi.
Bro menceritakan punya orang tua abusive, sering memukuli dia.
Tapi bro menuliskannya rapi, sampai-sampai kekecewaan dan trauma masa lalunya bisa kita tertawakan sama-sama.
Salut... Soalnya tulisannya benar-benar bagus. Ada perasaan sakit, getir tapi lucu. Keren banget.
Semoga benar-benar berhasil jadi komedian yang hidup dari karyanya..
👨: Kenapa Allah nurunin kita ke dunia?
👳♂️: Ga ada yg nyuruh kita ke dunia, itu atas kemauan kita sendiri, maka Allah bilang "yasudah nanti Kita uji siapa yg paling bagus dlm melaksanakan itu"
keep this in mind when life gets tough🥹🥹
https://t.co/JUqBlOsAkT
#kajianbersamajars
I will never get tired of listening to this song. Whenever I hear “di daun yang ikut mengalir lembut” best believe I’m gonna enter my KARAOKE MODE RIGHT ON THE SPOT
Cowo yg mikir cewe nyari yg ganteng itu simply projecting, karena mereka pun nyari cewe yg cantik.
Tapi laki yg beneran mencari tau dan berusaha memahami perempuan, pasti udah pada tau kalo bagi cewe, muke bukan prioritas nomor satu.
Kinda surprised you're surprised. 😂