Bukan sekadar mencari orang asing, tapi diam-diam berharap ada mahasiswi yang dikenal muncul di antara akun-akun anonim itu. Sudah berkali-kali ia kenalan, saling kirim foto, saling goda, lalu menghilang. Kebanyakan hanya hiburan sesaat.
Dosen itu sudah lama punya akun alter. Bukan karena iseng, tapi karena hidupnya yang kaku di kampus membuatnya butuh ruang lain. Di dunia nyata, ia adalah dosen yang dihormati, bicara formal, selalu berjas, dan menjaga jarak dengan mahasiswinya.
Suatu malam, seperti biasa, dosen itu membuka aplikasi X dengan akun alter-nya. Ibu jari menggulir timeline tanpa tujuan jelas, sesekali berhenti di foto-foto yang terlalu terbuka. Ia sudah terbiasa βberburuβ.