Ada yang masih ingatkah berita viral tahun lalu, saat akun Instagram SMK PGRI Lubuklinggau mencuri perhatian publik setelah mengunggah ucapan selamat untuk dua alumninya yang diterima bekerja di minimarket?
Respons publik terhadap unggahan tersebut cukup beragam; meski banyak yang memuji sikap sekolah, ada pula yang justru meremehkan karena menganggap profesi (kasir) karyawan minimarket bukan termasuk karier impian yang cukup layak untuk diapresiasi seperti halnya ASN, TNI, Polri, dll..
Pandangan sinis semacam itu sebetulnya persis apa yang dialami oleh tokoh bernama Keiko Furukara dalam novel CONVENIENCE STORE WOMAN (GADIS MINIMARKET) karya Sayaka Murata.
Keiko adalah sosok wanita dewasa berumur 36 tahun yang telah bekerja di sebuah minimarket (konbini) hampir sepanjang hidupnya. Ia mulai bekerja di sana sejak usianya 18 tahun dan menjadi karyawan angkatan pertama saat minimarket itu baru dibuka.
Bagi kebanyakan orang, kehidupan Keiko dianggap tak normal. Mereka menganggap, pada usia matang tersebut, idealnya Keiko sudah menikah dan memiliki pekerjaan tetap, bukan malah melajang dan menjadi pekerja paruh waktu, apalagi di minimarket.
Apa yang dialami Keiko, begitu pun alumni SMK yang diterima bekerja di minimarket, merupakan bias pandangan masyarakat dalam menilai dan memberi label normal dan abnormal. Di samping itu, masalah yang tak kalah pelik dalam kehidupan bersosial ialah tuntutan masyarakat yang menginginkan seseorang berlaku sesuai dengan "standar" tidak resmi yang mereka buat sendiri.
“Dunia normal adalah dunia yang tegas dan diam-diam selalu mengeliminasi objek yang dianggap asing. Mereka yang tak layak akan dibuang.”
Gagasan tentang menghargai pilihan setiap individu tanpa memandang jenis pencapaian mereka, sejatinya juga selaras dengan filosofi pendidikan yang dikembangkan oleh Alexander Sutherland Neill dalam bukunya yang populer berjudul Summerhill School. Summerhill, sebuah sekolah alternatif yang didirikan Neill pada 1921 di Inggris, menekankan kebebasan, kebahagiaan, dan penghargaan terhadap individualitas siswa. Neill percaya bahwa para siswa dapat berkembang dengan baik ketika mereka diberi kepercayaan untuk membuat pilihan sendiri dan dihargai sebagai individu, bukan dinilai berdasarkan standar akademik atau sosial yang kaku.
Dalam bukunya itu, Neill menulis bahwa tujuan pendidikan bukanlah mencetak siswa yang seragam, tetapi membantu mereka menemukan jati diri dan potensi unik mereka. Ia menentang sistem pendidikan yang terlalu menekankan prestasi akademik dan kompetisi, karena hal tersebut sering kali menghancurkan kepercayaan diri siswa yang tidak sesuai dengan standar tersebut. Sebaliknya, Neill mendorong pendidik untuk memberikan afirmasi positif dan menciptakan lingkungan di mana siswa merasa diterima apa adanya.
Langkah kecil yang diambil oleh SMK PGRI Lubuklinggau ketika mengunggah ucapan selamat kepada alumninya, seolah-olah mencerminkan semangat Summerhill dalam beberapa cara. Pertama, dengan mengapresiasi lulusan yang bekerja di minimarket, pihak sekolah menunjukkan bahwa mereka menghargai pilihan personal setiap siswa, seperti yang diadvokasi Neill. Kedua, sekolah menciptakan suasana yang mendukung perkembangan psikologis siswa dengan menunjukkan bahwa setiap langkah menuju kemandirian adalah prestasi yang patut dirayakan. Hal ini sejalan dengan pandangan Neill bahwa kebahagiaan dan rasa percaya diri siswa lebih penting daripada konformitas terhadap ekspektasi masyarakat.
Meski begitu, segelintir komentar negatif dari beberapa warganet dalam menilai unggahan viral tersebut, menunjukkan masih adanya stigma sosial terhadap pekerjaan tertentu. Oleh karena itu, sekolah, institusi, dan juga KITA, perlu terus mengedukasi masyarakat bahwa seyogianya keberhasilan tidak hanya diukur dari status atau gaji, tetapi dari tanggung jawab dan kontribusi pada masyarakat.
@txtdrkuliner Semua staffnya Hot Sugar Cafe di Bedugul. Ramah puol, mulai dateng sampe pergi. Pas dateng, izin ngecharge hp. Sama staffnya dibawain kursi biar hpnya engga ditaruh lantai. Pokoknya pelayanannya 10/10.
@tanyarlfes Aku juga bakal follow up ke pengiriman sih soal paket yang lama di jalan dan ajuin complaint/ngasi masukan.
Tapi balik lagi, tanya sellernya apakah berkenan atau engga. Beda seller beda aturan soalnya :))
@tanyarlfes Sebagai seller yang juga jualan makanan basah (makanan khas bali), aku cuma pake paxel atau instant sih. Packing divacuum & dikirim beku+ice gel. Kalau pelangganku ngembaliin karena kelamaan di jalan, aku bakal terima. Karena harusnya seller udah ngerti dan antisipasi.—cont
Selalu cukup tapi gue pernah ada tugas kuliah buat HIDUP DI GARIS KEMISKINAN SELAMA 1 HARI.
Waktu itu batas garis kemiskinan kayaknya sekitar 10-11 ribu/hari. Sialnya, gue tbtb demam. Mau beli obat di warung 1 biji aja harganya 1-2 ribu.
Sayang, mending buat makan kan? Waktu itu gak ada beras, jadi beli nasi di warteg 5 ribu. Jalan sambil meriang2.
Nasinya gue bagi buat 3x makan, beli lauk dan sayur. Abis itu gue rebahan di kasur sambil natap langit2,
“Oh, ini ya kenapa orang miskin gak langsung berobat pas sakit beli obat sebiji aja mikir mending buat makan”.
Mau tau gak mata kuliahnya apa dan tujuannya apa?
@dukeofsemarang Dibanding shock sama kata anaknya, lebih shock mikirin emaknya njir. Bisa-bisanya ngomongin korban sa kek gitu. Semoga jadi pembelajaran deh buat emaknya :)
@brigitakriss@MsNanahara@dukeofsemarang Tapi diomongannya aja ada "...kata mama..." berarti emaknya juga ada andil dong? Kurang ajarnya ini jadi pelajaran sih buat emaknya juga biar hati-hati ngomong depan anak :))
Kok saya ngerasa "food estate" di Papua ini cuma kedok aja buat buka hutan?
Padi cuma alasan, tujuan utamanya sawit.
***
Sebelum ini:
Singkong tumbuh jagung?
Dua-duanya karbohidrat, tujuan utamanya bukan buat pangan, buat bikin bioethanol, buat campuran bensin.
Kasus Shell-Pertamina?
***
Apakah "perasaan" saya beralasan?
@ApaAja765142353@tanyakanrl Nope, sendernya tetep dapet sebab dia ahli waris pengganti bapaknya. Yang gak dapet kalau bapak dan kakeknya meninggal bersamaan (dalam kecelakaan misalnya).
After a not so long or too short break from instagram and feel disconnected with people (bcs my friend doesn't active in X), finally get back again.
Will this be a great decision? or turns out a bad one? idk, let see it later.
Aku pikir, kalau orang lupa mengunci rumahnya, lalu ia kecurian, yang salah tetaplah si pencuri; Tak ada "Salah keduanya", karena orang dari awal berhak buat tidak dicuri, berhak merasa aman
Lantas, kenapa ada yang masih bilang "salah dia juga, tak kunci pintu, tak punya CCTV, tak punya satpam"; Aku pikir begini: Itu mungkin istilahnya sama "salah", tapi itu bukan "salah" secara moral, atau etika; Itu "salah" secara "praktis" saja; Orang yang pengen aman semaksimal mungkin, keputusan paling logisnya ialah mengunci, tapi itu pun tak mengubah posisi moral; Yang "salah" tetap yang mencuri, yang dihukum ialah yang mencuri; Bahwa ada metode2 sekian2 yang bisa mencegah... Itu tak mengubah apa2; Tak mengubah hak; Tak membuat mencuri itu pantas
Kalau orang diracun, lalu kebetulan ia jago mendeteksi racun, takkanlah mereka yang mati diracun salah? Salah karena tak belajar membedakan racun? Yang salah tetaplah si pembunuh; Orang berhak aman, walau ia tak mencegah
“Out of ten men,
one makes a sexual joke directed at a woman,
two laugh alone,
three don’t find it funny but still chuckle to fit in,
four say nothing, they pretend they didn’t hear it at all.
Not a single one speaks up,
not a single one stops it.
Later, aside from the man who made the joke, the other nine all believe the same thing - men like that are a minority, most men aren’t like this.
They all see themselves as part of the good majority.
But from the woman’s perspective, the one being harassed, there is no big difference between them.
The laughter, the silence, the looking away - all of it creates the same environment.
So when women say most men are the same, this is what they mean. Not every man harasses women but most men participate in protecting the system that does.”
It's been so long since the last time i do yoga.
I tried it today and clearly feel the difference. My body now is so stiff, lol. Maybe i should do it more often from now 😂
Iseng bikin bolu kukus terus resepnya ngikut dari video di youtube. Gilak! Manis banget jadinya :)
Padahal gulanya udah cuma 1/2 dari takaran seharusnya :)
Besok kayaknya kudu dikurangin lagi deh.