Don’t hang on your whole week just because Liverpool lost. It stings, sure, but football’s not your whole life.
Go hang out with your family, enjoy your weekend, take your kids for ice cream, do something that reminds you there’s more to life than 90 minutes.
Liverpool will bounce back, we always do. But your time, your peace of mind, your people? That’s what really matters. ❤️
🎵 I’M SO GLAD THAT JURGEN IS A RED
🎶 I’M SO GLAD HE DELIVERED WHAT HE SAID
🎵 JURGEN SAID TO ME, YOU KNOW
🎶 WE’LL WIN THE PREMIER LEAGUE, YOU KNOW
🎵 HE SAID SO
🎶 I’M IN LOVE WITH HIM AND I FEEL FINE
I don't know how am I going to get through tmr. This man has helped me so much of the last 9 years through some of the toughest times & bought so much joy into my life.
No one will ever have an impact on LFC or me like he has. This is the hardest breakup I’ve ever experienced!
Kita merasakan energi Jürgen Klopp, lalu luluh lantak. Hati dan kepala seperti pecah terbagi dua.
Peragaan sepak bola berintensitas tinggi dan konstan menekan dalam kurun waktu tertentu. Terdefinsikan dalam istilah heavy metal football, gegenpressing, atau semacamnya.
Sejak mengenalkan diri kepada publik luas lewat kesuksesan bersama Dortmund, Klopp berdiri tangguh dengan citra demikian. Tidak ragu menampilkan emosi meledak-ledak, tawa terbahak-bahak, humor getir khas Jerman, juga sifat hangat kebapakan.
Liverpool memanggilnya yang sedang rehat, setelah tujuh tahun menyengat dengan pasukan kuning-hitam. Rasa lelah disembunyikan, karena klub spesial mengajukan tawaran.
Klub yang perlahan karam tanpa gelar liga puluhan tahun. Kaum yang terus mengulang-ulang momen keajaiban Istanbul.
Berkat kesamaan karakter, mereka dipertemukan. Setelah Rodgers, semua menemui kestabilan yang diimpikan.
Dengan segala hormat atas apa yang terjadi, singkat cerita, kelelahan itu tak lagi bisa disimpan. Dia mengaku kehabisan tenaga. Kecurigaan yang terendus sekian lama, karena segalanya punya masa daya.
Kedigdayaan trisula maut FirManSah berakhir, dengan dua nama pertama hijrah ke suatu jazirah. Sedangkan Mo Salah, perwajahan utama eranya, sempat unjuk cekcok adu mulut menyedihkan di akhir masa.
Trent terus tereksploitasi secara kasat mata. Alisson, Van Dijk, dan Robertson yang semakin menua. Pembelian wajah baru yang mungkin tidak mengecewakan, tapi sulit konsisten untuk berada pada level yang diinginkan. Beruntung, gerbong lulusan akademi tampak menjanjikan.
Banyak yang bisa diingat dan dikenang secara indah selama sembilan musim. Derita 30 tahun tuntas pada sunyi masa pandemi. Satu malam terang di Madrid menghapus pilu Tragedi Kiev setahun lampau. Kumpulan pembantaian berulang bagi Man United, Arsenal, dan siapa saja. Rival sejati Pep Guardiola.
Tempatkanlah namanya di bawah Paisley dan Shankly. Perihal pengaruh, juga bilangan trofi. Bersama Klopp, Liverpool menemukan kembali jati diri.
Musim depan, The Reds mencari nasib baik kembali. Seiring The Normal One yang beristirahat, mengisi energi. Dalam gumam, "Sampai jumpa lagi".
📝: @oomrahman • @Box2BoxBola
#YNWA