Daripada beli mobil mending buat naik taxi 50juta per tahun, dan ini bisa jadi gratis jatuhnya.
Asumsi punya 500juta, masukin ke saham dengan dividen 10% per tahun udah bisa cover biaya taxi, daripada beli mobil yang nilainya pasti menyusut.
POV menarik dari Pak Irwan Prasetiyo
Setuju banget, karena hitungan matematika finansialnya jauh lebih mengerikan dari sekadar penyusutan harga mobil.
Mobil Rp500 juta nilainya turun sekitar 15%–20% di tahun pertama, dan sisa sekitar Rp220 juta dalam 5 tahun.
Pemilik mobil abai terhadap biaya bensin, tol, servis, asuransi, dan pajak (PKB) yang bisa menembus Rp30–35 juta per tahun.
Dalam 5 tahun, total uang hilang akibat depresiasi + biaya operasional mobil mencapai ±Rp450 juta.
Dengan menaruh Rp500 juta di saham high-dividend (seperti ASII, PTBA, atau emiten perbankan saat harganya murah), modal awal tetap utuh (atau bahkan tumbuh capital gain) selagi biaya transportasi harian terbayar gratis dari dividen.