@darkcrescential Jd keingat pas smp pnya teman adk kelas tomboy bgt anak asrama tp ngroko gatau knp dlu kl w main kita sering ngvrol gt yg agak dkt smpe w tau pcrny sp jir tp aman aja w ga ikutann cmn anehny knp jiwaku sgt sksd ya duuulu sblm disdrkn sm sifat munafik manusia
jangankan org awam, akademia di indo pun punya mindset “kebanyakan sarjana”. salah satu interviewer lpdp periode 1 thn 2023, with her whole chest said “lulusan S2 di indo sudah banyak! beri kami alasan kenapa kami harus memilih kamu?” my jaw dropped after the interview
Ada efek domino yang besar banget dari sebuah perusahaan besar yang PHK masal seperti ini,
gw coba jelaskan "menurut keyakinan saya" ya
1. Cari kerja jadi makin susah
Kalau ribuan orang dari Tokopedia masuk ke job market barengan, otomatis persaingan makin ketat. Recruiter jadi punya lebih banyak pilihan, jadi standar rekrutmen bisa naik. Harga makin turun.
2. Perusahaan lain jadi ikut waspada
Startup atau perusahaan tech lain bisa mikir, "Kalau Tokopedia aja efisiensi, berarti kita juga harus lebih hati-hati."
Akhirnya banyak yang:
nunda hiring,
ngurangin budget,
atau fokus ke profit dibanding ekspansi.
3. Eks pegawai Tokopedia nyebar ke mana-mana
Mereka ga cuma apply ke startup lain, tapi juga ke bank, FMCG, agency, sampai perusahaan luar negeri.
Artinya, hampir semua industri bakal kebagian talent yang kualitasnya bagus, tapi persaingan buat pencari kerja juga makin berat.
4. Freelance dan agency bakal kebanjiran talent
Banyak yang kemungkinan pilih freelance sambil cari kerja tetap. Agency juga bisa memanfaatkan momen ini buat rekrut orang-orang yang sebelumnya susah didapat.
5. Daya beli ikut turun
Kalau ribuan orang kehilangan pemasukan tetap, biasanya mereka bakal mulai hemat.
Yang dikurangin dulu biasanya:
nongkrong,
traveling,
gadget,
belanja,
makan di luar.
Efeknya bisa kerasa ke bisnis lain juga.
6. Industri tech makin geser ke efisiensi
Perusahaan lain bisa makin yakin buat pakai AI atau otomatisasi supaya biaya operasional lebih kecil. Jadi beberapa posisi yang sifatnya repetitif kemungkinan bakal makin berkurang.
7. Investor makin pilih-pilih
VC atau investor biasanya bakal lebih hati-hati masukin uang. Mereka lebih suka perusahaan yang udah jelas menghasilkan profit daripada yang cuma ngejar growth.
8. Yang paling kena siapa?
Menurut gw justru bukan eks pegawai Tokopedia.
Mereka rata-rata punya pengalaman dan nama perusahaan yang kuat di CV, jadi peluang dapat kerja lagi masih cukup bagus.
Yang lebih berat justru:
fresh graduate,
junior,
orang yang belum punya pengalaman,
atau yang lagi cari kerja di industri tech.
Karena mereka sekarang harus bersaing sama orang-orang yang sebelumnya kerja di salah satu perusahaan tech terbesar di Indonesia.
Jadi kalau disimpulkan, satu PHK besar di perusahaan sekelas Tokopedia bisa bikin efek berantai ke pasar kerja, industri tech, sampai daya beli masyarakat. Bukan berarti ekonomi langsung buruk, tapi kompetisi bakal makin ketat dan perusahaan lain kemungkinan ikut lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis.
Di 🇸🇪 kalo interview kerja jg minta offline cuman bedanya kalo blm dapet kerja dpt uang saku dr pemerintah max 3500sek (6jt IDR) jd bs buat transport&hotel. Dan boleh minta lg kalo dpt interview di perusahaan lain misalkan, jd ga ada batasnya. Kapan yh indo bs kayak gini 🥲 pejabat2nya gak egois memperkaya diri sendiri 🤬
Aku bs cerita krn tiap dpt interview luar kota aku selalu minta ongkos sama pemerintah&selalu di acc. Pajak di sini emang tinggi, 30% tapi manfaatnya balik lg ke rakyat
kemarin ada temen curhat, kata-katanya dalem banget, mana ngomongnya pake tatapan kosong
"pretty but not pretty enough to make him stop looking for another boobs"
girl, im so sorry for you 💔
Tinggal di indo berasa ngga punya jeda buat istirahat. Semuanya kayak serba cepat dan kompetitif.. kompetitif buta krn udah coba lbh ekstrim, tetap gitu gitu aja hasilnya. pemerintah setan sih
Emang sebrengsek itu job market di negara ini. Dulu gue pernah dapet tawaran kerja dari salah satu startup di Jaksel karena mereka lagi nyari orang yang bisa dua bahasa asing, dan kebetulan gue bisa Inggris sama Prancis. Awalnya gue mikir, kalau requirement-nya cukup spesifik begini, kompensasinya pasti sepadan dong.
Ternyata gaji pokok yang ditawarin masih di bawah UMR wkwk, tanpa benefit apa pun. Kontrak awalnya cuma 3–6 bulan. Katanya kalau kinerja bagus bisa diperpanjang jadi setahun, dan kalau performanya terus bagus baru ada kemungkinan diangkat jadi karyawan tetap. Selama itu juga kerjanya 6 hari seminggu dengan sistem 3 shift. Btw kalo ada rekan yg nggak bisa masuk kita harus siap handle jugaa.
Di situ gue sadar, ada perusahaan yang ekspektasinya tinggi banget, tapi penghargaan ke karyawannya minim. Makanya sekarang gue nggak heran kalau banyak orang ngeluh soal susahnya cari kerja. Bukan semata-mata karena lowongannya sedikit, tapi karena nggak sedikit juga perusahaan yang maunya dapet kandidat dengan kualifikasi tinggi, sementara gaji yang ditawarin jauh dari kata layak.