Tadi sore saya ngobrol dg Richardo Hausmann Guru besar ekonomi di Harvard Kennedy School. Hausmann dikenal dg complexity index nya.
Kami mendiskusikan growth strategy di emerging economies. Hausmann selalu mencerahkan. Alih alih berdebat soal sektor mana yg memberikan value added tinggi vs rendah, manufaktur vs services, Hausmann menyampaikan yg penting bukan debate memilih sektor yg memberikan value added tinggi (downstreaming vs commodities) tapi bagaimana membangun capabilities. Dia cerita bagaimana Jepang mulai dg textile, yg akhirnya mesin utk membuat textile menghasilkan toyota. Kisah negara-negara Nordik menunjukkan bahwa teknologi tinggi sering lahir dari proses yang panjang dan tampak sederhana. Finland dan Sweden mula-mula bertumpu pada hutan, kayu, pulp, dan kertas. Tetapi dari industri itulah tumbuh kemampuan engineering, manufaktur, kimia, dan riset. Perusahaan seperti Nokia bahkan berawal dari industri pulp sebelum akhirnya menjadi raksasa telekomunikasi dunia. Intinya apakah mampu meningkatkan capabilities. Kapabilitas utk mampu mengubah industri berbasis sumber daya alam menjadi pijakan untuk membangun kemampuan teknologi yang lebih kompleks. Saya setuju dichotomy antara manufacturing dg services tidak sepenuhnya akurat, krn sektor manufaktur yg produktifitasnya tinggi justru yg service intensive, istilahnya servicification. Belajar banyak dari Hausmann.
Now in print at @YaleJREG: "Least-Cost" Resolution.
Inspired by my stint advising DOJ Antitrust during the 2023 bank crisis, the article shows how the least-cost resolution requirement for failed banks increases concentration, instability, and inequality.
https://t.co/VJZxjv8RNR
CoronaVac is an inactivated SARS-CoV-2 vaccine approved for use in 48 countries. In collaboration with the Ministry of Health in Dominican Republic, we tested whether CoronaVac (2x) + Pfizer booster induces neutralizing Abs to Delta and Omicron. (1/)
https://t.co/GWs9nyIwZV
In one example David Card – awarded the 2021 prize in economic sciences – and Alan Krueger (now deceased) used a natural experiment to investigate how increased minimum wages affect employment.
#NobelPrize
BREAKING NEWS:
The 2021 Sveriges Riksbank Prize in Economic Sciences in Memory of Alfred Nobel has been awarded with one half to David Card and the other half jointly to Joshua D. Angrist and Guido W. Imbens.
#NobelPrize
The US Federal Reserve, the ECB, and the People's Bank of China drive to very different extents the global financial cycle and trade and commodity cycle, from Silvia Miranda-Agrippino and @helene_rey https://t.co/BB3V7ws0Pj
Sebuah eksperimen menjelaskan materi setengah semester menjadi 1 jam. Mungkin bisa membantu mahasiwa yang masih bingung dengan CV, EV, CS, Marshallian, Hicksian dll.
Menghitung Kesejahteraan: Landasan Teori https://t.co/nu67xirG7Z via @YouTube
Ambisi Indonesia 2045 utk keluar dari middle-income antara thn 2034-38 hanya dapat dicapai jika pertumbuhan ekonomi kita setidaknya 7% per tahun selama 2 dekade. Lembaga2 lain meramalkan pertumbuhan jangka panjang kita hanya 3.7% (PwC) bahkan 2.6% (CEPII).
Ada satu pertanyaan yg kerap diajukan ke saya mengapa menjelaskan masalah besar dan pelik secara sederhana itu penting? Saya ingat pesan Alm. Prof Widjojo Nitisastro untuk menjelaskan masalah besar dan pelik dengan sederhana.Surat ini tertanggal 25 Agustus 2007, tepat 13 th lalu.