Semalam saya analisis ada kemungkinan Dadan MBG bukan dipecat tapi “diamankan”.
List potensi fraud BGN:
1. Infrastruktur TIK 5.000 SPPG: Rp 665 M -> penunjukan langsung
2. Sistem Informasi Gizi Nasional: Rp 600 M -> penunjukan langsung
3. Motor listrik 21.801 unit: Rp 1,2 T -> e-katalog, supplier tunggal
4. Tablet & perangkat IT: Rp 830 M -> e-katalog
5. Pakaian & kaos kaki: Rp 622 M -> swakelola Unhan
6. Sertifikasi halal: Rp 141 M -> diduga pemecahan paket, dilaporkan ICW ke KPK
7. Jasa akomodasi sosialisasi: Rp 18,2 M -> penunjukan langsung
8. Rekomendasi kebijakan gizi: Rp 10 M -> penunjukan langsung
9. Jasa EO (31 paket): tidak dirinci -> tanpa tender kompetitif
10.Pengelolaan opini publik: Rp 800 juta -> e-purchasing
Total teridentifikasi: >Rp 4 triliun.
Guys kata Raymond Chin buat jadi Kaya di Indonesia itu sangat simpel
sangat mudah untuk dilakuin
cara nya ya jadi Pejabat.
Logikanya sederhana
kenapa ada orang rela keluar miliaran buat jadi pejabat
Padahal gajinya kelihatan kecil
Secara logika:
Kampanye = bisa habis miliaran
Gaji pejabat = relatif terbatas
Harusnya rugi, tapi kenyataannya:
Banyak yang tetap ngejar jabatan mati-matian
Artinya ada return lain di luar gaji resmi.
Raymond ngebagi jadi 3 jalur utama:
A. Jalur Hitam (ILEGAL – Korupsi)
Ini yang paling jelas dan sering ketangkep.
1. Suap & jual beli jabatan
Bayar untuk naik posisi
Sistemnya: “setor dulu, balik belakangan”
Ini menyumbang sekitar 65% kasus korupsi
2. Markup proyek (pengadaan barang/jasa)
Anggaran 100M → realisasi 70M
Sisa 30M masuk kantong
Ini sekitar 20–25% kasus
3. Main izin (tambang, lahan, SDA)
Pejabat kasih izin
Dapat:
saham gratis
fee
bagi hasil
Kesimpulan jalur hitam:
Cepat kaya
Tapi:
bisa dilacak (PPATK)
rawan kena KPK
high risk
B. Jalur Abu-Abu (LEGAL TIPIS, TAPI TIDAK ETIS)
Ini yang paling banyak terjadi dan paling “licin”
4. Insider policy (main info orang dalam)
Contoh:
Pejabat tahu kebijakan akan keluar
Sebelum publik tahu:
beli saham
bangun bisnis terkait
Saat aturan keluar:
bisnisnya meledak
Legal? Bisa iya
Etis? Jelas problem
5. Nepotisme halus (titip-titipan)
Anak / keluarga:
masuk BUMN
dapat proyek besar
Bukan karena pasti bodoh
Tapi karena akses VIP
6. Rangkap jabatan
Pejabat + komisaris perusahaan
Cara mainnya:
bikin kebijakan siang hari
malam meeting sama perusahaan
Konflik kepentingan besar
Ciri jalur abu-abu:
Tidak jelas salah secara hukum
Tapi:
merusak fairness
bikin ekonomi tidak sehat
C. Jalur Putih (LEGAL – PALING CANGGIH)
Ini yang paling bahaya karena susah disalahkan
Raymond sebut:
“Politician-preneur” (pejabat + pebisnis)
7. Halo Effect (transfer kredibilitas)
Jadi pejabat → trust naik
Bisnis ikut naik
Contoh:
properti milik pejabat
investor percaya → laku keras
Tanpa korupsi, tapi efek jabatan jadi “jaminan”
8. Networking elite (akses VIP)
Ketemu:
CEO global
investor besar
kepala negara
Dampaknya:
bisnis keluarga dapat investasi
Ini bukan uang langsung
Tapi akses = uang
9. Valuation pump (main valuasi saham)
Punya saham perusahaan
Jadi pejabat + sering muncul di media
Hasilnya:
harga saham naik
capital gain besar
Ini bisa lebih cuan dari korupsi
Dan 100% legal
Kenapa Jalur Putih Paling Berbahaya?
Karena:
Tidak melanggar hukum
Sulit dibuktikan salah
Tapi tetap menciptakan:
Ketidakadilan ekonomi
Kompetisi tidak sehat
Kenapa Orang Rela Keluar Miliaran?
Karena jabatan itu bukan cuma:
gaji
Tapi:
akses
kekuasaan
informasi
jaringan elite
kredibilitas publik
Semua itu bisa diubah jadi uang (langsung atau tidak langsung)
Menindaklanjuti permintaan dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Iran, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia telah membuka rekening resmi donasi.
Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi individu, institusi, maupun organisasi yang ingin menunjukkan solidaritas dan dukungan nyata kepada masyarakat Iran.
Seluruh donasi yang diterima akan digunakan untuk mendukung upaya rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah-wilayah yang terdampak.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian, empati, dan solidaritas yang tulus dari masyarakat Indonesia.
Setiap kontribusi adalah simbol persaudaraan dan nilai kemanusiaan yang luhur.
📍 Informasi rekening resmi:
Bank: BRI
Nama Rekening: Embassy of the Islamic Republic of Iran
Nomor Rekening: 020601002438302
#Donasi #KedubesIran #Iran #IndonesiaIran
🥁 TAKBIR IDULFITRI (MUHAMMADIYAH) 🥁
Allahu Akbar Allahu Akbar
Takbir kemenangan telah dikumandangkan🤩
Mari kita sambut dengan penuh suka cita dan kesyukuran✨ Yuk putar dan bagikan video takbiran ini sebanyak-banyaknya😍
➡️ https://t.co/xlNznS4LQp
#Muhammadiyah
حتى و��و كُنت إمَامًا في الحرم تتلو كتاب الله بأعذَبِ صوتٍ فهُناكَ من سيكرهَك فقَط لأنَّ القُلوبَ السَقيمَة لا يُرضيهَا النُّور هذه الصورة تذكِّرُنَا بحقيقَةٍ مُرَّة: أن الكَمَال لا ينجو مِن الإنتِقَاد وأن الحَقَّ لا يسلَم مِن ألسنَةِ السُوء حتَّى لو جاءَ بأجمل صورة وأصدقْ نيَّة
Sudah siap memaksimalkan Bulan Ramadan untuk ibadah yang lebih baik?
#SiapLebihAwal dalam sehala hal perlu kita lakukan, supaya ibadah dan semua kegiatan selama Ramadan berjalan dengan baik dan penuh berkah.
#Ramadan1447H#Muhammadiyah#islamBerkamajuan
DUKA KITA, DUKA ALAM: SEBUAH RENUNGAN UNTUK ACEH, SUMUT, DAN SUMBAR
Angin hari ini berhembus lebih berat. Seakan membawa kabar duka dari Aceh, Sumut, dan Sumbar, dari lembah-lembah yang luluh, dari sungai-sungai yang berubah menjadi amukan,
dari rumah-rumah yang tak lagi berdiri, dan dari wajah-wajah
yang kehilangan segalanya kecuali kesabaran.
Banjir bandang itu datang bukan sekadar luapan air, ia datang membawa cerita tentang luka bumi yang lama kita abaikan.
Di Tesso Nilo, seekor gajah, makhluk lembut yang menjadi penjaga sunyi rimba, rebah tak lagi bernyawa. Ia bukan hanya binatang yang mati, tetapi simbol bahwa hutan telah kehilangan pelukannya,
bahwa alam telah kita telanjangi dari haknya untuk hidup.
Dan kita bertanya,
Mengapa semua ini terjadi? Mengapa alam seakan murka?
Padahal jawaban itu telah Allah isyaratkan sejak lama:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَ��ْ أَيْدِي النَّاسِ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat ulah tangan manusia…” (QS. Ar-Rūm: 41)
Kerusakan itu bukan sekadar badai yang turun dari langit,
tetapi juga izin pembukaan lahan yang diberikan dengan ringan, penebangan yang tak mengenal batas, pertambangan yang menelanjangi tebing dan bukit, dan kerakusan yang pelan-pelan menghapus warna hijau yang dulu pernah kita banggakan.
Kita sering menyalahkan hujan.
Padahal gunung-gunung telah lama menangis, akar-akar telah lama tercerabut, dan sungai-sungai telah lama kehilangan tepiannya karena kita menggusur mereka demi alasan yang kita sebut “pembangunan”.
Mungkin bencana ini bukan hanya ujian, tetapi peringatan halus dari Allah agar kita kembali menundukkan kepala,
merapikan langkah,
dan menyadari bahwa bumi bukan sekadar tempat tinggal,
ia adalah amanah yang harus kita jaga.
Hari ini kita berduka,
tapi semoga duka ini tidak datang sia-sia. Semoga setiap tetes air mata menjelma doa,
dan setiap kepedihan melahirkan kesadaran baru.
Untuk saudara-saudara kami di Aceh, Sumut, dan Sumbar,
doa kami menyertai kalian,
dalam kehilangan, dalam harapan, dan dalam bangkit kembali.
Dan untuk kita semua,
semoga Allah melembutkan hati kita agar lebih bijak menjaga bumi, lebih takut meninggalkan jejak yang merusak,
dan lebih cepat kembali ke jalan yang diridhai Nya, sebelum alam kembali berbicara dengan suara yang lebih keras.
Dari saudaramu,
(Hilmi Firdausi)