Coach Irwansyah yg udah siap ngerentangin tangan buat nyambut anak-anak nya. sendirian tp at least dia bisa buktiin kl dia mampu, joba bs final bbrp kali, ginting mulai naik lagi, mas vito bs berhasil berkali² jd decider, chico yg makin stabil. ini yg dibilang bukan coach bagus?
THE BEST FEELING OF NGISTORA IS BACK! 🏸💥
BliMin mau bagi-bagi 10 tiket hari Minggu untuk 5 pemenang nih! Caranya:
1. Follow akun @bliblidotcom
2. Retweet & like postingan ini
3. Reply dan Quote Tweet
tulis : “Udah lama gak se-excited ini! Yuk nonton #PolytronIndonesiaOpen26 #EaaForIndonesia #PrideOfTheNation”
5. 5 orang acak akan mendapatkan 2 tiket nonton gratis
Yuk ikutan!
THE BEST FEELING OF NGISTORA IS BACK! 🏸💥
BliMin mau bagi-bagi 10 tiket hari Minggu untuk 5 pemenang nih! Caranya:
1. Follow akun @bliblidotcom
2. Retweet & like postingan ini
3. Reply dan Quote Tweet
tulis : “Udah lama gak se-excited ini! Yuk nonton #PolytronIndonesiaOpen26 #EaaForIndonesia #PrideOfTheNation”
5. 5 orang acak akan mendapatkan 2 tiket nonton gratis
Yuk ikutan!
Gw juga ngak berharap Prabowo bakal 2 periode, tapi setelah gw liat2 jadi rada pesimis:
1. Pekerja & Pengusaha MBG itu bisa jadi voting block gede terutama di kabupaten
2. KopDes Merah putih & Pabrik tekstil gede2an danantara yg mau dilaunching bisa jadi lumbung suara
3. Ekspansi besar2an dgn 150 bataliyon baru, 1 kota/kabupaten 1 batalion, ini keluarga militer fix dukung dia
4. Pas Pemilu Bansos bakal ditabur lagi buat rakyat miskin, persis kayak pemilu 2024 yg bikin gerbong mulyono menang
Dan ngeliat dari survey yang dilakukan, per Q1 2026 aja kepuasan buat Bowo diatas 70% semua, padahal kondisinya Rupiah nyentuh 17rb, Kematian Afan Kurniawan karena dilindas mobil Brimob, KLB Keracunan MBG di Bandung & Garut, Sembako makin mahal karena rebutan sama SPPG dan APBN yang cekak dan dana desa dipotong dsb. Ini benar2 aneh karena masyarakat Indonesia bener2 gampang lupa, pemaaf dan permisif bgt.
Gw yakin kalo dia jogat joget lagi trus ditabur beras 10kg bisa menang lagi di 2029 dia.
@wiyokooo Berapa banyak korban keracunan MBG, korban banjir Sumatra, dan sekarang 16 perempuan cantik ini.... Belom lagi tahun 98. Gila ya, nyawa bener-bener cuma angka di matanya. Yg kaya gini kok dijadiin pemimpin sih? Gak abis pikir!
Sakit semua yg dukung ni penjahat HAM
Guys, ini info paling gila hari ini......
ada sesuatu yang nggak masuk akal banget lagi beredar soal program pemerintah ini dan jujur,
ini bukan cuma aneh…
tapi udah mulai keliatan ngeri + sistematis
Jadi gini…
Ada info kalau titik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) itu terus nambah setiap hari.
Padahal di sisi lain, portal resmi buat daftar mitra katanya udah ditutup sejak 1 Desember 2025.
Sekarang coba pikir logikanya pelan-pelan…
- Portal pendaftaran ditutup
- Tapi jumlah titik terus bertambah
- Bahkan dilaporkan tiap hari ada penambahan
Pertanyaannya simpel:
Masuknya dari mana?
Ini bukan soal “ah mungkin ada update internal”…
Kalau sistemnya transparan, harusnya:
- Ada pengumuman resmi
- Ada mekanisme khusus
- Atau minimal ada penjelasan ke publik
Tapi kalau yang terjadi malah “tiba-tiba nambah”…
ya wajar kalau publik mulai mikir:
ini data real atau cuma angka di atas kertas?
Dan makin panas lagi ketika dikaitin sama isu bayaran…
Ketika satu titik SPPG bisa dapat sekitar 6 juta per hari.
Kalau itu benar, berarti:
Makin banyak titik → makin besar anggaran yang keluar
Makin besar anggaran → makin besar juga potensi “mainannya”
Kasarannya sppg nya tidak benaran ada
tapi insentifnya jalan terus
sppg bodong atau fiktif
Di sinilah mulai kerasa pedasnya…
Karena ini bukan cuma soal angka nambah.
Ini soal uang negara + transparansi + kepercayaan publik.
Yang bikin miris bukan cuma dugaan “aneh-aneh”-nya…
tapi pola yang sering kejadian:
- Sistem ditutup ke publik
- Data tetap berjalan di belakang layar
- Publik cuma dikasih hasil akhir tanpa tahu prosesnya
Kalau kayak gini terus, ya jangan heran kalau muncul kecurigaan:
Ini beneran program jalan… atau sekadar laporan yang ‘dibikin jalan’?”
Gue gak bilang ini pasti ada pelanggaran.
Tapi yang jelas:
Kalau logika sederhana aja gak nyambung,
berarti ada yang harus dijelasin.
Karena di era sekarang, masalahnya bukan cuma korupsi atau enggak…
tapi kepercayaan publik itu dibangun dari transparansi.
Dan kalau transparansi hilang,
yang muncul bukan cuma kritik
tapi ketidakpercayaan yang jauh lebih bahaya
coba di cek tuh situs bgn udah lama tutup
tapi hampir tiap hari laporan banyak sppg baru
Bukti kuat bahwa negara gak kerja, gak hadir, salah pilih prioritas, bebal, culas, pongah, dan empatinya jatoh.
Kapan terakhir kali kamu liat presiden unggah konten perihal Aceh? Saat sholat ied? Saat diskusi harga sumur bor 150jt dan dianggapnya murah? Atau saat ia berkelakar di atas podium bahwa saat pemilu ia tak memenangkan suara di Sumatera, tetapi mengklaim ia dan pemerintahannya tetap 'mati-matian' untuk proses pemulihan bencana? Kapan?
Inilah Aceh saat ini, masih seperti ini.
Semoga lekas pulih, Aceh. 🥀
Yang terjadi di Indo:
-Banjir & longsor
-Orang mati & ilang
-Satwa & orang tergusur
-Satwa terancam punah
Yang dilakukan pemerintah:
-Biarin penebangan & pengerukan ilegal di area konservasi
-Bilang “jangan takut deforestasi”
-Baru naikin status bencana alam di Aceh & Sumut setelah beberapa hari
Gini lah realitanya punya pemerintah pembunuh
@andinadwifatma@menghanyurkan Enak banget megang nasib 350 juta orang, tapi dengan polosnya ngasi alasan "info gak sampe ke saya", ya tanggung jawab lu nyari infonya, gak sanggup krn takut sakit krn stres? Ya gak usah jadi presiden.
🥀 Data Korban Bencana di Aceh, Sumbar, Sumut hingga Senin, 1 Desember 2025 🥀
Total Korban
- 604 orang meninggal dunia
- 464 orang hilang
- 2.600 korban luka-luka
- 1.5 juta warga terdampak
- 570 ribu pengungsi
Detail korban per wilayah sebagai berikut:
📍 Aceh
- 156 orang meninggal dunia
- 181 orang hilang
- 1800 korban luka-luka
📍 Sumatera Barat
- 165 orang meninggal dunia
- 114 orang hilang
- 112 orang luka-luka
📍 Sumatera Utara
- 283 orang meninggal dunia
- 169 orang hilang
- 613 orang luka-luka
🏘️ Dampak bencana pada insfrastruktur dan layanan publik:
- 3.500 rumah rusak berat
- 4.100 rumah rusak sedang
- 20.500 rumah rusak ringan
- 271 jembatan rusak
- 282 fasilitas pendidikan rusak
Data mengutip dari BNPB pada Senin (1/12).
Doa kita semua menyertai para korban dan keluarga. Data korban tak akan pernah sekadar menjadi angka. Di balik setiap angkanya ada manusia yang dicintai keluarga dan lingkungannya 🥀
ACEH
Peta ini memperlihatkan bahwa banjir besar yang melumpuhkan Aceh terjadi di wilayah yang salah satu konsesi hutannya dimiliki langsung oleh Prabowo Subianto melalui PT Tusam Hutani Lestari, perusahaan HTI yang menguasai sekitar 97 ribu hektare hutan di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Aceh Utara.
Konsesi milik Prabowo ini berdiri berdampingan dengan puluhan izin tambang, HTI, HPH, dan kebun sawit berskala raksasa yang bersama‑sama menggerus tutupan hutan di pegunungan dan hulu sungai, merusak daerah tangkapan air, dan melemahkan kemampuan alam menahan limpasan hujan.
Banjir yang menerjang baru-baru ini datang ketika curah hujan ekstrem turun di kawasan yang sudah lama dikapling izin-izin tersebut, sehingga air hujan tidak lagi tertahan oleh hutan dan tanah yang sehat. Air mengalir deras membawa lumpur dan kayu ke pemukiman, menjadikan banjir bandang di Aceh sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir, menenggelamkan ribuan rumah dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Wilayah yang disorot dengan garis ungu di peta—Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Gayo Lues hingga Aceh Singkil—adalah kabupaten dengan banjir terparah yang resmi berstatus siaga darurat. Di banyak titik, penjelasan resmi memang menyebut luapan sungai setelah hujan lebat berhari‑hari, tetapi peta ini menambahkan lapisan fakta lain: hulu sungai yang sama sudah dibebani 30 izin tambang minerba seluas lebih dari 132 ribu hektare ditambah konsesi kayu dan HTI yang membentang hingga ke batas permukiman.
Salah satu contoh yang paling menonjol adalah kawasan Linge di Aceh Tengah, tempat PT Tusam Hutani Lestari menguasai hampir 100 ribu hektare hutan dan telah lama diprotes warga karena merampas ruang hidup mereka dan mengubah hutan adat menjadi kebun industri pinus.
Dengan demikian, bencana ini bukan hanya soal hujan dan alam, tetapi juga soal kepemilikan lahan raksasa oleh elit politik, termasuk presiden, yang ikut menentukan seberapa parah air bah menerjang kampung‑kampung di hilir.
hasilnya:
• ribuan anak-anak keracunan
• 13 orang meninggal karena 1312 (selama aug-sep)
• hampir 1000 orang dijadikan tersangka
• tni masuk posisi sipil
• banyak satwa endemik mati
• banjir bandang di sumatra, ratusan meninggal tapi nggak ditetapkan sbg bencana nasional