@anthxrium "Menurutmu begitu?"
Yang mengejar ngejar Zhentian tak pernah kurang, baik itu pria atau wanita. Bahkan bukan untuk sebuah hubungan, sekedar one night stand pun mereka rela.
"Kurasa aku yang beruntung dia mau membuka hatinya buatku."
@SindarinElf_ Apa pria didepannya pasien dari bangsal psikiatri? Pikir Hatcher. Namun pria itu tidak menggunakan piyama rumah sakit.
"Uh, itu tidak begitu penting." Ia menahan senyum. "Bagaimana kau bisa sampai disini? Rooftop bagian ini hanya untuk staff. Apakah kau tersasar?"
@SindarinElf_ Kerajaan?
Hatcher nyaris melongo. Kerajaan mana yang dekat dengan Shanghai? Apakah Jepang? Namun pria didepannya tidak terlihat seperti orang Jepang.
"Uh, aku adalah dokter bedah." Sahut Hatcher dengan nada tidak yakin. "Junior surgeon." Terangnya lebih lanjut.
@maikudrop Lagi lagi Hatcher hanya tertawa. Ia menggeleng gelengkan kepala akan sudut pandang Biru. Tetapi sang lelaki yang lebih muda tidak salah juga.
"Ya? Ada apa?" Tanggapnya saat Biru menyebut namanya.
@maikudrop Pria berjas putih itu terkekeh.
"Memangnya kau jago senam lantai?" Tanya Hatcher dengan nada geli dan menggoda, "Roll saja tidak tahu benar atau tidaknya."
Ia merapikan rambutnya menggunakan tangan. "Tapi aku cukup tertarik melatih kelenturan tubuh."
@maikudrop Olahraga? Apa bersama Zhentian termasuk olahraga?
Pikiran itu membuat pipi Hatcher bersemu mengingat kekasihnya. Ia menyunggingkan senyum.
"Kurasa aku cukup olahraga." Gumam Hatcher.
@maikudrop Hatcher hanya tersenyum malu. Sang pria memang bukan seseorang yang atletis.
"Kalau punya waktu luang aku memilih untuk beristirahat." Selorohnya.