Sekali lagi
Kita ga perlu ngecut sugar. Mengurangi porsinya boleh, tp ga perlu sampe ngecut total
Your body & sanity NEEDS that sugar!
Ngecut gula total malah bikin metabolismemu jg gk imbang.
Yg bikin turun/naik BB itu either lu surplus atau defisit kalori, bukan soal jenis makronya.
Tentu defkal konsisten + tinggi protein + angkat beban bakal bantu banyak buat badan lebih lean, sehat, & bugar. Tp itu pun gk perlu sampe ngecut gula & karbo
Batas asupan gula tambahan (added sugar) harian 50 g kok. Konsumsi di bawah itu aja udh bagus tanpa harus 0 sugar banget.
Dulu punya asam lambung, trus rutin makan apel selama 3 bulan berturut turut setiap pagi sebelum jam 9. Dan alhamdulillah asam lambunh tidak pernah kambuh lagi, dan udah hampir 2 tahun ☺
Pada akhirnya hidup bukan lagi tentang “if they want to, they would.”
Tapi lebih kepada “if God has written something for you, it will find its way to you.” at the right time, in the right way.
Karena apa yang memang Tuhan takdirkan untukmu tidak akan pernah benar-benar melewatimu. dan yang bukan untukmu, sekuat apa pun kamu mencoba menggenggamnya, it will never truly stay.
minuman ga sesuai orderan tetep gw minum, ada rambut di makanan gw singkirin tanpa hrs protes, kembalian kurang gw ikhlasin etc
bukan krn sabar banget atau apa tapi semoga ketika gw lagi ada di titik hidup yg berat, serba salah, semoga ada orang yg memaklumi jg.
There are places we pass through in life… and there are places that become part of who we are.
Manchester will forever be my home.
To the city, the club, and every supporter, my sincerest thank you. These past four years have been unforgettable, filled with moments my family and I will carry with us for the rest of our lives. There simply aren’t enough words to describe the happiness and warmth we’ve felt here.
Thank you for every cheer, every memory, and for making us feel at home from the very first day.
Forever a Red Devil ❤️
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu".
Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan."
Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?
Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri.
Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya.
Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?
Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
Guys, gua punya tante sebut aja Tante Anita yang nikah di umur 32 tahun dan sampai sekarang masih jadi bahan obrolan di arisan keluarga.
Bukan karena ada yang salah dengan hidupnya.
Tapi justru karena tidak ada yang salah sama sekali dan itu yang bikin beberapa anggota keluarga tidak bisa berhenti kasih komentar yang tidak diminta.
Waktu teman-teman seangkatannya sudah ramai kondangan dan upload foto hamil di Instagram, Tante Anita lagi solo trip keliling Lombok dan Labuan Bajo sendirian dengan carrier 40 liter dan itinerary yang dia susun sendiri.
Waktu sepupu-sepupunya sibuk hunting furnitur rumah baru, dia lagi negosiasi salary untuk posisi yang dia impikan sejak awal karir.
Waktu orang-orang sekitarnya mulai panik dengan usia dan tekanan sosial yang makin kencang, dia lagi menikmati weekend di warung kopi favoritnya di Bandung dengan buku dan es kopi susu tanpa harus izin atau laporan ke siapapun.
Dan dia melakukan semua itu bukan karena tidak ada yang mau.
Bukan karena tidak mampu lebih awal.
Tapi karena dia sadar betul satu hal yang banyak orang baru menyadarinya setelah sudah terlanjur bahwa waktu untuk benar-benar menjadi diri sendiri itu punya batas dan tidak bisa diputar ulang.
Gua pernah nanya langsung ke Tante Anita suatu malam waktu kami lagi ngobrol santai di teras rumah neneknya.
Tante dulu tidak takut dibilang telat nikah?
atau jadi perawan tua gitu ??
Dia senyum.
Minum tehnya dulu.
Baru jawab.
Telat dari jadwal siapa coba hahahahah??
Dan gua diam cukup lama karena gua sendiri tidak bisa jawab.
Jadwal itu dibuat oleh siapa sebenernya?
Orang tua?
Tetangga?
Algoritma Instagram yang terus-terusan rekomendasikan konten wedding dan baby shower setiap kali gua buka aplikasi tengah malam?
Tante Anita sekarang sudah menikah.
Dengan seseorang yang dia bilang worth untuk mengubah seluruh ritme hidup yang sudah dia bangun pelan-pelan selama bertahun-tahun.
Dan yang paling menarik adalah dia tidak menyesal sedikit pun menunggu selama itu.
Justru sebaliknya.
Dia bilang justru karena dia pernah hidup sepenuhnya sebagai individu yang mandiri dan utuh punya penghasilan sendiri, punya circle sendiri, punya goals dan rutinitas dan cara menikmati hidup yang benar-benar miliknya sendiri dia masuk ke pernikahan tanpa membawa kekosongan yang butuh diisi oleh orang lain.
Dia tidak menikah karena takut kesepian.
Tidak menikah karena tekanan keluarga yang sudah tidak bisa ditahan lagi.
Tidak menikah karena merasa waktunya hampir habis.
Dia menikah karena dia ketemu seseorang yang hidupnya genuinely lebih baik kalau orang itu ada di dalamnya.
Tapi Tante Anita juga sangat jujur soal satu hal yang jarang dibicarakan orang dengan terbuka.
Setelah menikah semuanya berubah.
Bukan buruk.
Tapi berbeda secara fundamental.
Mau pergi ke mana harus dikomunikasikan.
Mau ambil keputusan besar harus dipertimbangkan berdua.
Mau spontan harus mempertimbangkan kondisi dan perasaan orang lain yang haknya sama besarnya dengan hak kamu.
Kebebasan yang dulu seratus persen miliknya sendiri sekarang punya dimensi baru yang namanya tanggung jawab bersama.
Dan itu bukan keluhan.
Itu kenyataan yang dia terima dengan sadar dan dengan siap karena dia masuk ke sana bukan dalam kondisi kosong yang butuh diisi tapi dalam kondisi penuh yang siap untuk dibagi.
Tante Anita tidak menunda pernikahan karena takut atau karena tidak ada pilihan.
Dia menunda karena dia tahu ada hal-hal yang hanya bisa dilakukan dengan sepenuh hati waktu kamu masih sendiri.
Dan waktu itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun begitu sudah berlalu.
Jalan jauh sendirian keliling Indonesia.
Kerja keras untuk sesuatu yang murni kamu mau tanpa harus mempertimbangkan impact-nya ke orang lain.
Buat keputusan yang sepenuhnya milik kamu sendiri.
Salah dan belajar dan jatuh atas nama diri sendiri saja tanpa ada yang ikut menanggung konsekuensinya.
Bukan karena hidup berkeluarga tidak indah.
Tapi karena ada fase dalam hidup yang kalau dilewatkan terburu-buru tidak bisa diganti dengan apapun setelahnya.
Dan menikmati fase itu sepenuhnya sebelum melangkah ke fase berikutnya bukan sesuatu yang perlu dimintakan maaf kepada siapapun.
ONLY BLACKPINK MEMBERS CAN BE KNOWN AS JISOO, JENNIE ,ROSÉ,LISA INVIDUALLY INSTEAD OF BLACKPINK JISOO, BLACKPINK JENNIE, BLACKPINK ROSÉ, BLACKPINK LISA IN K-POP.
back when jennie rock coachella stage dgn hanya bermodalkan dirinya sendiri & back dancer tp bisa bikin the whole audience bersorak ramai. that’s what is called stage presence, proving bahwasanya jam terbang di industri & panggung ga akan pernah bohong
Misal kerjamu pk 8 pagi, sebenernya bisa kok disempetin olahraga.
Ga usah lama2, 10-20 menit aja.
Misal:
4.30, bangun+ibadah
5.00, minum air + snacking
5.30, olahraga
5.55, ngadem
6.00, sarapan
6.20, mandi
7.00, berangkat
Waktunya atur sendiri lah...
Jd ga ada alasan sebenernya buat ga olahraga😆
Tinggal mau nyempetin apa kaga. Masa 20 menit menuhin hak badanmu vs 24 jam waktu harianmu ga bisa siiii? :')
Makin tua, makin paham kenapa ada orang yang tiba-tiba hilang tanpa penjelasan.
Gak ada kata pamit, gak ada penjelasan, gak ada kepastian, gak ada closure… cuman JARAK
Karena pada akhirnya, ketenangan pikiran jauh lebih penting daripada capek2 ngejelasin diri ke orang lain…