teach your son, educate your son, jangan cewe doang yg disuruh ati-ati tp anak cowo lu juga disuruh BUAT JADI MANUSIA NORMAL. jadi manusia normal yg baik aja udah bare minimum masih perlu diajarin, jadi besarin ajarin tu anak laki-laki lu pada
*me nyelipin masalah kesetaraan gender di dalam penjelasan materi sosiologi tentang mobilitas sosial*
Murid cowok: “pak berarti kalau ada kesetaraan gender gitu kita boleh nabok cewek dong”
Me: “dek, semisal gaada kesetaraan gender pun kamu tiba2 nabok sesama cowok tanpa sebab jelas ya salah itu namanya”
Murid cowok: “iya juga ya pak”
Me: “kenapa sih beberapa di antara kalian kalau ngomongin masalah kesetaraan gender selalu yang diperhatikan masalah berantem sama cewek, cewek harus ngerasain jadi kuli, atau boleh bales nabok cewek, kesetaraan gender itu fokusnya dimana cewek dan cowok punya kesempatan yang sama di berbagai bidang, di kesehatan, pendidikan, kesempatan kerja, pemilihan nasib dll, jangan selalu yang dibicarakan masalah anarkisnya. Ini kak kakak membicarakan mobilitas sosial, jadi maksud kakak supaya tanpa ada diskiriminasi gender, seorang perempuan seharusnya bisa bermobilitas sosial vertikal naik tanpa halangan yang ga perlu”
you don’t realise how young 17 is until you’re not 17 anymore, and when you see someone 17 - you see how young they are, they’re silly, they have school, they are kids. somehow when i was 17 i thought this was it but that was barely anything.
🪵 Hal paling mudah yang bisa kita lakuin sekarang adalah support the boycott. Mungkin ini hal sepele bagi banyak orang, “ah ini cuma cyber” but I can’t walk away and ignore it.
Our parents have no idea how much time we spend thinking about how to repay their sacrifices and hard work. Hopefully, everything works out for us this year.