di kehidupan yang seberisik ini, aku hanya berpegang pada kalimat “yang sudah tertakar, tidak akan tertukar”
dan “Tuhan tidak akan menciptakan sedih tanpa merencanakan bahagia setelahnya”
Normalisasikan menghilang dari laki-laki yang tidak membalas pesanmu atau sengaja mengabaikanmu seharian, karena seharusnya cinta tidak menyepelekan satu sama lain, jika sudah menyangkut harga diri pergilah, ingat kamu itu wanita
sekarang aku kalau org slowrespon, akupun slowrespon. kalau org ga excited, aku ga excited. kalau org diem, aku diem. i’m no longer chasing, i’m simply matching the energy people give me now. udah ga ada energi buat convince people to stay dan maksa org to choose me. if you want to stay, stay. if tou want to leave, leave. i’m tired of fighting for people who aren’t fighting for me.
untuk perempuan yang ga sengaja baca tweet ini, semoga jodohmu adalah orang yang mau tumbuh dan berkembang bersama, yang bisa diajak komunikasi, deeptalk, tukar pikiran, support satu sama lain, sama-sama mau berjuang dan sama-sama takut kehilangan.
Tertampar dengan kutipan Toni Gonzaga :
"Kalau itu memang dari Tuhan, ia akan mengejarmu meskipun kamu lari darinya. Tapi kalau itu bukan dari Tuhan, ia akan menjauh darimu meskipun kamu terus mengejarnya."
Semakin bertambah usia, semakin kita sadar bahwa tidak semua hal harus dipaksa untuk dimiliki. Ada orang yang kita kejar mati-matian, ada impian yang kita perjuangkan sampai lupa beristirahat, ada hubungan yang kita pertahankan meski hanya kita sendiri yang berjuang.
Aku kasih bocoran dikit.
Kalau ada cewek nangis karena tidak diperlakukan baik oleh cowoknya, percayalah dia tidak sedang menangisi cowoknya itu. Dia menangisi nasibnya sendiri, karena di kehidupan yang sekali ini, mengapa dia harus menjadi perempuan yang tidak dihargai dan tidak diusahakan.
Dan yang paling menyakitkannya lagi, dia bukan kehilangan seseorang, melainkan menyadari bahwa hati, waktu, dan ketulusannya diberikan kepada orang yang tidak mampu menghargainya. Karena setiap perempuan pada dasarnya hanya ingin dicintai dengan layak, dihargai keberadaannya, dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.
jujur aja girls
sebenernya kalian itu cuman butuh lelaki pintar yg lebih dominan kan??
lelaki yg bisa ngasih penjelasan logis tentang overthinkingmu, sabar, ga insecurean, ga banyak kode tapi action, ga banyak janji tapi bukti, dan yg bikin kamu nurut tanpa ngatur-ngatur
Orang lain punya aib, kita juga punya. Orang lain punya kekurangan, kita juga punya. Orang lain pernah melakukan kesalahan, kita juga sama. Sedikit Pesan, Jangan terlalu pintar melihat kekurangan orang lain, tapi buta dengan kekurangan sendiri. Ingat, tidak ada yang sempurna, belajarlah jadi orang baik, tanpa harus merasa diri paling baik.
Di bumi ini...
Banyak perempuan yang
- Gak Neko-neko,
- Gak Nuntut Dibeliin Ini Itu,
- Gak Maksa Harus Selalu Mewah,
- Gak Sibuk minta validasi dari hal-hal mahal.
Mereka cuma pengen
- Ditemenin,
- Didengerin,
- Dikasih Waktu yg tulus.
TAPI LUCUNYA, bahkan permintaan sesederhana itu pun kadang mash dianggap too much. dan itu yg bikin sedih, karna ternyata jadi perempuan yang 'gak ribet' juga gak menjamin bakal dicintai dengan benar.
belajar jadi manusia yang tenang.
dia cuma read chat? gapapa.
dia ngilang? gapapa.
dia ga ngasih penjelasan? yaudah, gapapa juga.
ga semua hal harus dicari jawabannya sampe abis.
sometimes the answer is simple.
mungkin dia lagi sibuk,
mungkin chatnya tenggelem,
atau mungkin… kamu memang bukan orang yang dia inginkan.
and that's totally okay, it's fine
ga semua orang yang datang harus berakhir jadi milik kita.
jadi daripada ngabisin waktu menebak2 isi kepala seseorang, lebih baik fokus sama orang yang memang memilih untuk hadir.
because the right person won't make you question your place in their life.
kalau bukan dia, ya udah.
let's find someone who's a better fit for you.
3 Mantra Hidup :
1. Let Them (Biarkan Mereka)
Berhenti mengontrol tindakan orang lain. Ketenanganmu terlalu mahal utk itu.
2. It Will Pass (Ini Akan Berlalu)
Kecewa, rasa sakit, lelahmu hari ini tidak abadi, ini hanya tamu sementara.
3. Time Will Tell (Waktu Akan Menjawab)
Kamu tidak harus paham semua alasan dibalik takdir yg patah hari ini. Letakkan dlu kepalamu yg bising, biarkan waktu yg bekerja merapikan apa yg blm sempat kamu mengerti.