gue masih kangen bgt dan ternyata gue ga sendirian haha ternyata banyak yg ngerasa kangennya tuh bkn kangen aja, tp ada attachment issue, dan gue bnrn harus berjalan sendiri buat kedepannya, it was fun utk main2 hangout tp gue jg hrs sadar gue hrs dewasa dan cari kerja HAHAHA
gue punya attachment issue sm temen gue…KALI INI SAMA TEMEN GUE?!!! gue bener2 bingung apa krn akhir2 ini gue bnrn like literally hampir selalu bersama
@murkleechan@BanyuSadewa kak maaf jbjb kebetulan aku lg nyari review kiip…kiip ini delay ngga kak? dia hrs nyalain bluetooth jg ga kak? kalau dipake meeting/call microphone nya jelas ngga kak? maaf ya kak aku banyak nanya 😭 soalnya lg nyari review jujur 😭 makasih banyak sebelumnya 🙏🏻
@mylifeainteasy@unfrgtbwle kak maaf jbjb kebetulan aku lg nyari review kiip…kiip ini delay ngga kak? dia hrs nyalain bluetooth jg ga kak? kalau dipake meeting/call microphone nya jelas ngga kak? maaf ya kak aku banyak nanya 😭 soalnya lg nyari review jujur 😭 makasih banyak sebelumnya 🙏🏻
Yang mau daftar CPNS nih gua saranin instansi top tier:
1. Pemprov DKI (no debat)
2. BPK, PPATK, KPK (top prestige)
3. Pemprov Badung, Jatim, Jabar
2 digit semua itu & tempatnya enak-enak. Kemenkeu yang katanya kemensultan mana? Percayalah ga seenak itu ges, overrated parah 😌
Hi warga X, kali ini kita bahas tentang platform remote job yang mungkin beberapa udah pernah denger tapi masih belum familiar: Paired.
Spoiler: ini bukan Upwork. Bukan Fiverr.
Modelnya beda jauh, dan justru lebih cocok buat sebagian dari kalian.
Mari kita mulai 🧵
Ngakak bgt pas Joss pindah ke tengah trus sebelahan phuwindut, dia jd mini bgt tenggelem JDI SEGINI😭🤏🏻
mana tegang bgt mukanya😭 WKWK pantesan dia takut bgt ama Joss krna emg LEBIH GEDE dari pond yg GEDE😭 ftd!
Ada dua detail menarik dalam Film Dokumenter Pesta Babi karya @Dandhy_Laksono@watchdoc_ID dkk, yaitu Lukisan Kerahiman Ilahi dan juga Ensiklik Laudato Si’ yang dibentangkan bersama pendirian Salib Merah tanpa perlawanan.
Paus Fransiskus melalui ensiklik Laudato Si’ mengingatkan bahwa bumi bukan sekadar sumber daya untuk dieksploitasi, melainkan “rumah bersama” yang dipercayakan Tuhan kepada manusia untuk dirawat. Implikasinya adalah, ketika hutan dirusak, tanah adat dirampas, sungai dicemari, dan masyarakat adat dipaksa kehilangan ruang hidup demi proyek atau kepentingan ekonomi, yang terluka adalah seluruh ciptaan, bukan hanya manusia saja. Laudato Si’ menegaskan bahwa jeritan bumi dan jeritan orang miskin adalah jeritan yang sama. Masyarakat adat sering menjadi pihak pertama yang merasakan luka itu, di mana mereka kehilangan tanah leluhur, budaya, bahkan masa depan, sementara ekosistem di sekitar perlahan mati demi keuntungan segelintir pihak. Tindakan semacam itu bukan lagi hanya menyinggung persoalan politik atau pembangunan, tetapi juga kaitannya dengan persoalan moral, sebab manusia sedang gagal melihat ciptaan sebagai anugerah Allah.
Kita juga melihat bahwa berdiri juga lukisan Kerahiman Ilahi yang begitu kuat dalam penggalan video tersebut, di mana dari hati Kristus mengalir darah dan air, tanda kasih dan belas kasih Allah bagi dunia. Namun, bagaimana mungkin manusia mengaku menghormati Kerahiman Ilahi sambil membiarkan sesama diinjak dan alam dihancurkan? Kerahiman tidak berhenti pada doa atau devosi pribadi, tetapi ia harus hadir dalam keberpihakan kepada yang lemah, termasuk masyarakat adat dan ciptaan yang terancam. Tragisnya, sejarah juga menunjukkan bahwa tidak sedikit pemuka agama justru memilih diam, bahkan berpihak kepada kekuasaan yang menindas. Ketika suara kenabian dibungkam demi kedekatan dengan penguasa, di situlah agama kehilangan rohnya. Seperti Yudas yang menjual Gurunya sendiri, pengkhianatan paling menyakitkan bukan datang dari musuh, tetapi justru dari mereka yang seharusnya menjaga dan menggembalakan umat.