Cerita ex boss.
Waktu itu Pak Boss lagi sibuk nyiapin sebuah event besar.
Event ini berhubungan dengan rencana launching barang-barang mahal yang akan dijual perusahaan. Diadakan supaya customer toko retail dan grosir mau isi stok. Jadi bisa dibilang acaranya harus kelihatan mewah dan jor-joran.
Gw dipanggil meeting bareng team marketing.
Pak Boss langsung buka diskusi.
🐷: “Saya mau ngundang customer makan malam. Jadi sebelum acara utama, mereka bisa lihat dulu barang-barang yang besoknya mau dipamerin. Biar berasa eksklusif.”
Kami semua manggut-manggut. Masuk akal.
🐷: “Saran saya sih garden party. Saya pernah lihat di Gedung Arsip. Coba kalian cari tahu berapa harganya.”
Wah mantab nih, gw udah ngebayangin ada live music jazz atau minimal undang Ariel Noah.
🐷: “Atau… Di Monas.”
😐😐😐
🐷: “Jadi kita sewa catering. Mereka dinner sambil karaoke dan lihat air mancur Monas. Mantab kan?”
Okay, Ariel Noah dicoret. Gw langsung googling cari ini izinnya ke Gubernur atau cukup ke penduduk KTP Jakarta aja.
Lalu beliau lanjut.
🐷: “Nanti barang-barang yang dipamerin itu saya taruh di motor saya. Uwaaa… keren kan?”
😐😐😐
Gw dan team saling lihat.
Tidak ada satu orang pun yang cukup berani untuk bertanya kenapa barang mewah harus dipajang di atas motor dia.
Gw inisiatif angkat tangan mau nanya.
🥹: “Kalau pakai motor nggak melanggar aturan display ya pak? Kan ada brand guideline.”
🐷: “Nah, makanya. Ada ide nggak?”
Karena suasana sudah terlanjur liar, gw ikut liar.
🥹: “Hotel aja gimana pak? Pool party gitu”
🐷: “Nah iya!! Coba cek Hotel Borobudur, Hotel Mulia, Mandarin Oriental, Four Seasons. Sekalian tanya masukin motor saya gimana.”
Gw catat: “Motor pak boss masukin ke kolam.”
😆: “Noted pak.”
Team mulai kerja, kita mulai telpon sana-sini cari harga.
Besoknya kami kasih laporan.
🫡: “Pak, gedung Arsip untuk sekitar 100 orang. Biayanya sekitar 150 juta.”
🐷: “Wah mahal ya…”
Kami berhenti laporan, soalnya itu pilihan paling murahnya.
🐷: “Atau nggak gini ajaaaa… Kita sewa tenda aja.”
🥹: “Tenda… kayak tenda kawinan pak?”
🐷: “Iya, yg sama organ tunggal. Atau nggak bisa juga pinjam tenda di mesjid, sekalian karpetnya.”
Lah kok downgrade jauh ya?
🥲: “Terus dipasang di gedung arsip pak?”
🐷: “Ya nggak dong, mahal. Di pabrik.”
😭😭😭
Mau menghilangkan pink (karena tidak terima sosok ibu-ibu viral), suka-sukalah mau pakai warna apa. Sebetulnya tidak masalah sama sekali. Yang jadi masalah itu ketika sesamamu ditindas, kau malah diam. Giliran mempermasalahkan warna, jadi yang paling berisik
ucapan adalah doa.
one day semoga kita bisa tinggal di rumah yang sama dengan orang yang kita cintai, memiliki mertua yang sayang kepada kita, karir naik, dan juga rezeki yang melimpah.
Euy pacar aku ngelamar aku tpi aku syok dia bilang gini "tapi emng kamu ga malu nanti kalau punya suami kurir paket". Emang kalau jdi kurir knp sih mesti malu 😭 dia tuh suka minder sama kerjaannya, padahal selagi halal ngapain malu ya