π₯πππ πππͺπ πππ‘ π£ππ₯π π£ππ‘πππππ§ π¬ππ‘π πππ₯ππ¦π¨πππ‘ π¦ππ§ππ‘
Oleh Arief Prihantoro
Interpretasi lukisan ini adalah seorang Raja Jawa bersama dengan istrinya sedang menyantap makanan mewah di depan istana yang megah, yg berada dibawah pengawasan "Eye of Providence" atau Mata Dewa Horus, mata pengawas kejahatan.
Mereka berdua menyantap makanan mewah dengan ketelanjangan kemewahan bisa dilihat dengan mata dan dikelilingi tikusΒ² koruptor di belakang istrinya serta di sisi kiri mereka. Sementara di sisi kanannya berjubel rakyatnya yg menderita karena kemiskinan sambil menadahkan tangan berharap sang Raja melemparkan sepotong makanan seperti halnya kalau dia melemparkan kaosΒ² kepada rakyat miskin saat dia melakukan kunjungan ke kantongΒ² wilayah masyarakat miskin.
Sembari menyantap makanan mewah, di belakang sang raja ada segerombol rakyat miskin yg beruntung masih bisa menikmati dubur sang Raja Jawa. Bisa menjilati tahi yg keluar dari dubur sang raja merupakan berkah bagi rakyat miskin ketimbang mereka mati kelaparan. Dubur sang raja yg mereka anggap seorang Santa tsb dijilatin oleh para pemujanya yang menikmati dubur sang raja seperti kerasukan setan. Lidah para penjilat tsb terjulur panjang seperti lidahΒ² setan yang kelaparan.
Sementara di sisi kanan kiri para setan tersebut ada dua gerombolan rakyat yang teriakΒ² dengan tangan terkepal dan bawa parang untuk melakukan perlawanan baik kepada raja Jawa dan istrinya maupun kepada gerombolan setan kelaparan yg sedang berebut menjilati dubur sang raja.
Sumber
https://t.co/1FHOGa4n5Y
jujur ini baru pertama kali lihat ada koas, orang tuanya ga jelas banget ikut campur segininya.
dulu pas kuliah fk sampai koas, punya banyak temen yang anaknya pejabat jauh lebih WOW, gak ada SEKALIPUN orang tua ikut NGERECOKIN temen sekolah fk anaknya.
gak usah jadi dokter.