Kuncinya: Jangan Menyerah!
Berkat kegigihan membangun personal branding serta pengalamanya menekuni bidang human resources, hal itulah yang kemudian mematangkan Okky Septian, dan menduduki posisi penting di Ruangguru.
Ada baiknya sebagai freshgraduate kamu tak terlalu memilih-milih pekerjaan. Okky berpesan, tidak perlu gengsi utk memulai karier di pekerjaan yang mungkin bukan impianmu. “Tidak penting apakah itu perusahaan besar atau kecil, yang penting adalah pelajaran yang kita ambil, “
Menurut Okky, mencari pekerjaan seumpama mencari pasangan. Bila tak berjodoh pada satu perusahaan, mungkin kamu berjodoh dengan perusahaan lain. “Tak perlu berkecil hati atau merasa tidak puas dengan pilihan itu, “ tutur Alumnus Ilmu Ekonomi Pembangunan UII ini.
Ia menuturkan bahwa proses yg ia tempuh bukanlah proses yg instan. Menjadi jobseeker setelah lulus kuliah tahun 2010, ia berjuang dgn mengirimkan 600 surat lamaran pekerjaan ke banyak perusahaan. “Akhirnya ada 30 perusahaan yg memberi kesempatan utk bergabung, “ ungkapnya.
Menjabat HR & GA Regional Lead Yogyakarta di Ruangguru di usia muda mungkin terlihat wah bagi sebagian orang. Namun perjuangan Okky, sapaan akrabnya, menemukan kariernya tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Jangan hanya menggerutu bila kamu tak kunjung menemukan jalan kariermu. Ada baiknya kamu simak kegigihan Okky Septian Human Resource & General Affairs (HR & GA) Regional Lead Yogyakarta di Ruangguru saat menjadi jobseeker berikut ini.
Yang perlu diperhatikan, terkadang pola pikir memilih pekerjaan non konvensional ini bertentangan dengan apa yang diinginkan orang tua yang menginginkan anaknya bekerja di kantor.
Alternatif Pekerjaan Untuk Generasi Millennial
Gita menambahkan, saat ini muncul beberapa pekerjaan yang dulunya tidak ada. Pekerjaan yg dimaksud, erat kaitannya dgn bidang kerja non konvensional, antara lain vlogger, endorse manager, content video creator, dan sebagainya.
“Akibatnya, mereka asal menerima pekerjaan, karena prinsipnya yang penting kerja dulu, dapat duit lalu mengesampingkan faktor motivasi diri, “ ungkap Gita.
“Mereka cenderung ingin mencoba banyak hal, mengikuti tren yang sedang berkembang, “ Ini menyebabkan Gen Y sulit memutuskan apa yg terbaik utk dirinya, meski sudah lulus studi.
Mampu memahami apa yang menjadi minat dalam berkarier bisa menjadi motivasi untuk meraih kehidupan masa depan gemilang. Mungkin hal itu adalah salah satu keyword untuk semua generasi, tak terkecuali generasi millennial.
Hi Millennial, Pahami Dirimu Supaya Mudah Tentukan Karier
Carilah pekerjaan sesuai dengan minat, enggak usah ikut-ikutan teman apalagi mantan dan gebetan. Gebetan belum tentu jadi milikmu, sedangkan mantan, ah sudah lupakan saja! Tapi fokus masa depan itu kewajiban.
Isu kekeluargaan tidak menjadi hal yang terlalu utama bagi millennial, karena hanya 14 persen dari mereka yg memilih opsi ini. Uniknya jurusan studi bukan menjadi acuan utama utk kesesuaian bidang karier. Sisanya, sebesar 3 persen memimpikan memiliki bisnis yang berkembang pesat.
Yang terakhir, millennial dominan memimpikan karier sangat menjamin kesejahteraan hidup, terbukti 37% atau peringkat tertinggi adalah tentang poin kesejahteraan terjamin. Peringkat kedua, sebanyak 35% mereka ingin perusahaan yang menjamin kebebasan dalam mengembangkan diri.