Mau nambahin berdasarkan yang aku pernah baca (CMIIW):
- Usia 11 disebut "sewelas" karena pada usia tersebut biasanya anak-anak mulai mengenal "welas asih" alias suka-sukaan dan cinta monyet
- Usia 21 disebut "selikur" karena pada usia tersebut biasanya orang-orang "seneng lingguh kursi" alias "suka duduk di kursi" alias udah mulai bekerja
- Usia 25 disebut "selawe" alias "senenge lanang lan wedok" alias seperti yang disebut om willy, karena pada usia tersebut biasanya laki-laki dan perempuan mulai pada menikah
- Usia 50 disebut "seket" alias "seneng ketunan" alias suka pake peci. Di usia ini biasanya orang-orang udah mulai ngerem urusan dunia dan mulai fokus akhirat
- Usia 60 disebut "sewidak" alias "sejatine wes wayahe tindak" alias "sudah waktunya (bersiap) pergi" karena biasanya di usia ini orang-orang banyak menutup usia
MJB seingetku Fitnah dalam bahasa Arab juga artinya sangat jauhhhh dengan bahasa Indo. 😭
Dalam bahasa arab fitnah itu ujian/cobaan. Jadi cobaan bagi laki itu perempuan. Jadi emang lebih ke jaga pandangan.
Lah di Indo fitnah artinya tuduhan palsu, bohong, hasutan dll.
😭😭
Setauku yang bilang cewek nggak berhijab bakal narik ayah/suami/anak laki-laki ke neraka itu bukan hadits yang shahih. Di Al-Qur’an juga berkali-kali dijelasin kalau setiap orang bertanggung jawab atas amalnya sendiri (QS. Fatir: 18, Al-An’am: 164)
Ya mungkin kena dosa krna g ngingetin
anyway soal bicara di depan cermin...
flashback tahun 2023 ketika Najwa Shihab buat acara dialog publik dgn 3 bacapres waktu itu di UGM
ada sesi bacapres refleksi & bicara depan cermin
dari 3 bacapres, cuman Prabs yg menolak ngomong di depan cermin
Jaman awal2 kan BTS gembar-gembor mereka bikin lagu sendiri, nulis sendiri, dll
Ya org2 ngecek lah hasil karya mereka. Ternyata full jiplak. Gak cm lagu tp jg konsep.
Definisi kemakan omongan sendiri.
48 Laws, hukum ke 40 "JAUHI MAKAN SIANG GRATIS" 👁️👁️
Dan hal ini terjadi di Romawi loh, bahwa ketika program makan siang gratis dijalankan maka sudah sangat sulit dihentikan.
Jadi di Romawi tahun 123 SM Pemerintah awalnya membuat aturan gandum murah untuk rakyat miskin.
Akhirnya puluhan tahun kemudian, gandum ini digratiskan total.
Akibatnya, jumlah penerima meledak hingga lebih dari 300 ribu orang.
Julius Caesar sampai harus turun tangan memangkas jumlah penerimanya menjadi setengahnya karena anggaran negara terbebani.
Nah meskipun jumlah penerimanya boleh dikurangi, gak ada satu pun kaisar yang berani menghapus program ini.
Kalau dihapus, rakyat bisa mengamuk. Malah, kaisar-kaisar berikutnya terpaksa meningkatkan fasilitasnya dari sekadar memberi gandum mentah, diubah menjadi roti matang, ditambah daging dan minyak gratis.
Nah saking berbahayanya urusan "makanan gratis" ini, Mesir sebagai lumbung gandum utama dijadikan zona terlarang. 👹
Maisar melarang keras para pejabat setingkat senator pergi ke Mesir tanpa izin khusus, karena siapa pun yang menguasai sumber makanan gratis tersebut bisa menggulingkan kekuasaan.
Soo ending nya gimana? Inflasi - krisis lumbung pangan - diserang kaum barbar. Yahh chaos banget saat itu 🐷🐷