Setelah udah nggak nganggur lagi, akhirnya merasakan kembali kalau ternyata sakit dengan tenang itu… privilege.
Dulunya suka pake cuti tahunan buat sakit dengan tenang saking malesnya cari surat dokter.
Sekarang menikmati long weekend dengan sakit dan istirahat :)
If this sounds like your team, we’d love to hear from you! Please send your credentials and case studies to [email protected].
Shortlisted agencies will be invited to join our pitching process.
Looking forward to connecting and exploring potential partnerships
Calling Digital Advertising Agencies!
We are currently seeking a digital advertising agency to help us grow our digital presence and drive revenue through digital paid media on Meta, TikTok, and Google.
We are especially interested in agencies with hands-on experience in ecommerce, web commerce, or app commerce advertising, ideally within the gold and/or retail industry.
Waktu telponan sama suami, aku pengen nangis pas dia bilang, “Terimakasih ya, aku ngerasa kamu banyak ngalah ke aku..”
Padahal kenyataannya, dia lebih banyak ngalah. Beli makanan selalu yg aku suka. Mau pergi pun ikut aku maunya kemana.
Aku selalu diutamakan dalam segala hal❤️
Setelah punya pacar, pengen segera nikah biar punya temen jalan-jalan.
Setelah nikah, ternyata prioritas dan rencana keuangan berganti, bukan buat jalan-jalan lagi.
Kadang kita terlalu sibuk melihat dan menghitung apa yang orang lain dapatkan tanpa mengetahui kehilangan yang dialami untuk mendapat semua yang dia miliki sekarang
Sekarang baru sadar kalau itu adalah kesenjangan sosial.
Wortel di sayur sop nggak harus diiris tipis. Di rumahnya, wortel diiris tipis supaya bisa buat banyak orang🥺
Inget banget waktu masih SD ada pelajaran masak berkelompok, menunya sayur sop.
Saat motong sayur, temenku nyontohin motong wortel tipis-tipis kayak di rumahnya, yang dilakukan oleh ibunya.
Saat itu aku ngerasain banget, jadi kaum menengah kebawah itu emang harus pikir-pikir buat bermimpi karena rasa bersalah yang dihadapi.
Karena untuk mewujudkan mimpiku, ada impian mamaku yang harus tertunda.
Nonton “When Life Gives You Tangerine” mengingatkan aku soal perasaan bersalah yang pernah menghambat aku buat bermimpi.
Aku inget banget nangis dan merasa bersalah setelah orang tuaku memutuskan untuk mendukung aku ikut program student exchange ke luar negeri.
Biayanya saat itu terbilang sangat besar buat keluargaku. Mamaku single parent yang kerja jadi guru honorer.
Akhirnya keluargaku pada ikut bantu. Ada yang nambah uang saku dan bantu ini itu.
It takes a village (or a whole family) to raise a child
👩🏻: Sayang, aku lagi mens. Aku akan marah tiap hari.
👨🏻: Gpp Sayang. Aku tetap sayang.
Biasanya berakhir aku marah-marah tiap hari dan dia dengan sabarnya menghadapi❤️