Memantau crita Aureli. Kalo kamu mengucapkan kalimat-kalimat ini ke anak di bawah umur korban kekerasan seksual, maka kamu bagian dari kekerasan itu sendiri.
“Anaknya juga mau kok.”
“Anaknya terlalu dewasa untuk umurnya.”
“Dia kelihatan genit dari kecil.”
“Posting fotonya kayak orang gede.”
“Dia kan nggak nolak.”
“Sama-sama menikmati.”
Dan masih banyak lagi contoh kalimat lain.
Kalimat-kalimat ini bukan sekadar pendapat. Ini adalah alat kekerasan.
Karena dengan mengucapkannya, kamu:
1. Menghapus fakta bahwa anak tidak pernah bisa memberi consent,
2. Mengalihkan tanggung jawab dari pelaku ke korban,
3. Menanamkan rasa malu dan rasa bersalah pada anak—yang seharusnya dilindungi, bukan diadili.
Dampaknya jauh lebih berat ketika kalimat-kalimat ini datang dari orang dewasa yang punya otoritas: orang tua, guru, tokoh agama, aparat, atau figur publik.
Di titik itu, kekerasan tidak lagi berhenti pada pelaku pertama.
Ia berlanjut lewat bahasa. Lewat pembenaran. Lewat “logika” yang terdengar masuk akal, tapi aslinya kejam.
Pedofilia, grooming, maupun statutory ra--pe tidak pernah soal pakaian anak.
Bukan soal sikap anak. Bukan soal apakah anak melawan atau diam.
Semua itu SELALU tentang orang dewasa yang menyalahgunakan kuasa.
Dan setiap kali seseorang memilih menyalahkan anak alih-alih mengecam pelaku, dia sedang berpihak pada kejahatan.
DON’T JOKE WITH THIS DUA: Ya ALLAH, Free me from anything heavy that I've been carrying in silence. Free me from anger that tries to rise when I'm just trying to stay at peace. Free me from heartache. Free me from distractions, delays, and anything standing in the way of what you have for me. If it's not from you, remove it. If it's not helping me grow, help me let it go. I'm claiming peace, clarity, and elevation in my life Ameen!
My heart breaks thinking about how they have to rebuild their lives from nothing after losing their loved ones. Ya Allah, please replace everything they lost with much greater blessings.
hari ini diceritain sm atul klo ada temen kita yg bilang ke atul seneng bgt bs temenan sm gua, atul nyeritainnya lucu mampus krn emg si temen ini lucu bgt. tp deep inside gua merasa tersentuh, trnyata ada ya org yg melihat sesuatu dlm diri gua yg bikin dia seneng jd tmn gua🥹🥹