Mereka, wanita hayalnya selalu menang.
Istrinya, Entah kalah atau terpaksa mengalah.
Katanya, dia (suami) menikahi istrinya hanya untuk dijadikan budak seks, ucapan ini keluar saat fantasi seksnya mulai liar. Tapi istrinya merasa bahwa itu ungkapan lubuk hati suaminya.
Istri berusaha menjadi yang terbaik di depan mata suaminya, sebaliknya, suami entah berusaha menjadi seperti apa.
Yang jelas istri tidak menemukan kepuasan saat berhubungan intim dengan sang suami, karena suami belum bisa menerima body istri apa adanya, ntah sampai kapan. ππ
Sampai malam tadi, ketika berhubungan suami istri pun, sang suami membuka layar hp diatas kepala istrinya dan melihat foto perempuan tersebut, apa yang ada dibenak kalian? Itulah kenapa istrinya berasa hanya jadi istri bayangan.
Parahnya, ketika suami sudah dikenalkan dengan perempuan Yang oleh istrinya dianggap adik tsb, malah berlanjut kedekatannya, bisa dikatakan TTM. Istilah zaman sekarang mereka tidak ada akhlaq.
tingkah terakhir sepengetahuan istrinya, entah tingkah2 lainnya yang tidak terhitung, semoga sudah menjadi debu :
Sering chat dan videocall via WA Dengan seorang perempuan Yang sudah dianggap adik oleh istrinya , istrinya tau bahwa suaminya pernah bahas sex ketika chat.....
Dan lagi tingkah suami, masih sebelum menikah:
chat sex dengan perempuan salah satu kenalannya ketika workshop di bandung, itu tepat 1,5 bulan yang lalu (november).
Malah sang istri merasa kasihan sekali dengan perempuan itu, karena statusnya perempuan tersebut sudah menjadi seorang istri dan punya 2 orang anak. Tidak terbayang, Dosa sebesar apa yang ditanggungnya. Jangan murah murah amat ya mba, nggak ada iming2 kan?
Istri tau semua tingkah laku suami, setelah sah menjadi sepasang pasutri.
Ternyata sebelum menikah:
Suami sex videocall dengan salah satu teman perempuannya, Istrinya juga kenal.
Tempat sudah nyaman, pun anggota keluarga lainnya rukun dan sopan. Tapi hal paling mendasar, suami tak melihat istri bagian penuh kehidupannya, malah melihat bagian lainnya pada wanita selain istrinya.
Dosa setiap hari, entah istri atau suami.
Istri : melihat suami tak ada rasa tenang sedikitpun, yang ada hanya curiga menerka-nerka
Suami : selalu membayang wanita lain