Reading a book in public is only performative to people that don’t read books. To a reader, every waiting room, park bench, train carriage, airport gate, and café table is another potential chapter.
SEDIH BANGET WOY GAK TEGA GUE BAPAKNYA AMPE NANGIS 😭😭😭😭
Translate : "gimana ini gimana, pemadam gak bisa masuk, sudah terbakar habis pohon terbakar sekitar rumah ada pohon galam, pemadam gak bisa masuk, ini rumah ku ini rumah aku, air saya hanya sedikit hanya 1 ember, aduh aku sedih"
BAPAKK SEMOGA DAPAT GANTI NYA YANG LEBIH BAIK YAAA 😭😭😭🙏
Benci sekali kalau ada yang melakukan intellectual belittling dengan membawa kebiasaan membacaku. Seolah-olah karena aku suka membaca, aku harus tahu segalanya.
Aku membaca bukan untuk jadi yang paling tahu. Aku membaca karena aku sadar masih banyak hal yang belum aku tahu.
hello, kita tuh ga fomo. kebanyakan cewe tuh bapaknya pada doyan nonton motorsport terus mereka di ajak nonton dari kecil, jadinya pada tau.
siap salah abangdaa, dikit dikit dibilang fomo 😹