Kalau taglinenya "Lives inside us" harusnya 1933 kali ah..
Kalau 19.19 gausah pake "lives inside us " karena itu versi orang problematik pemecah belah umat aja..
Gimana sih blao @persib
Berbeda karakter, berbeda cerita, berbeda kehidupan.
Namun saat bicara PERSIB, semuanya punya tempat yang sama. Dari berbagai generasi dan latar belakang, kita dipertemukan oleh satu rasa yang sama.
Karena PERSIB hadir bukan untuk sebagian orang. PERSIB ada untuk kita semua💙
#PERSIB #LivesInsideUs #ManahJeungGetih
Orang miskin di Indonesia lebih percaya kalo kemiskinan mereka adalah takdir dari Tuhan atau cobaan dari Tuhan, ketimbang percaya bahwa mereka sebenernya dimiskinkan oleh rezim yang inkompeten dan sistem kapitalis yang sudah mengakar.
RANKING ASIA DI GRUP E! 😱😱
Melihat ranking Asia, Persib Bandung ternyata berada di posisi yang lebih unggul dibanding tim Australia dan Vietnam di Grup E! 💙
Target realistis? Runner-up juga cukup, SIB! 😭😂
Yang penting tiket ke fase berikutnya aman!
BISMILLAH PERSIB LOLOS! 💙🤲
Saya memilih gak menonton podcast Bung @edwinsdinata yang ramai diperbincangkan karena malas mendengar dan melihat “lawannya” berbicara. Tapi karena topiknya menarik, saya akhirnya membaca transkrip lengkapnya untuk mengetahui argumentasi kedua pihak. Dari transkrip tersebut, saya ingin mempertebal beberapa pernyataan Bung Edwin.
“Liga kita itu sebenarnya sudah mulai terlihat level kompetitifnya.”
Kompetitif bukan berarti Liga Indonesia sudah bagus dalam segala aspek. Masalah lapangan, fasilitas, youth development sampai profesionalisme klub masih banyak yang harus diperbaiki.
Tapi mari tengok fakta ini: Ramon Tanque dan Andrés Nieto datang setelah mencetak 21 gol di Liga Kamboja. Kodai Tanaka pernah mencetak 33 gol dalam 28 laga dan 24 gol dalam 32 laga di Singapura. Boris Kopitovic bahkan mencetak 93 gol dalam 107 laga liga bersama Tampines Rovers. Begitu bermain di Indonesia, gak ada yang mampu mereplikasi produktivitas yang sama. Di antara keempatnya, tinggal Ramon yang masih berada di Liga 1, itupun dengan berbagai kritikan.
Apakah berarti Liga Indonesia lebih bagus? Belum tentu. Tapi Liga Indonesia juga gak otomatis mudah ditaklukkan hanya karena seseorang datang dengan statistik atau pengalaman yang lebih mentereng di CV. Yang bisa dibaca juga, pemain diaspora pun bisa ter-challenge juga main di sini.
Saya setuju juga ketika Bung Edwin mengatakan: “Sejago-jagonya pemain diaspora itu, mereka manusia. Mereka tuh bisa performanya menurun.”
Alasannya bisa cedera, kehilangan match fitness ketika mulai kalah bersaing, atau ya waktunya performa menurun karena usia. Jadi jangan langsung menganggap pemain menurun karena pindah ke Indonesia. Bisa saja proses penurunannya sudah terjadi sebelumnya seperti yang ditekankan Bung Edwin.
Kita gak bisa seolah sudah tahu nasib karier seorang pemain hanya dari liga yang dipilihnya. Ada satu kalimat Bung Edwin yang paling saya setujui: “Silakan lu main di mana aja, tapi tempat di Timnas bukan jaminan.”
Alih-alih berkutat dengan kualitas pemain naturalisasi, diskusi yang sebaiknya dimunculkan adalah: kenapa kita belum menghasilkan cukup banyak pemain berkualitas agar persaingan masuk Timnas semakin ketat?
Lalu ada bahasan ranking AFC. Banyak yang meremehkan Liga Indonesia karena masih berada di bawah negara seperti Singapura dan Kamboja.
Bung Edwin mengingatkan: “Lu tahu enggak cara perhitungan koefisiennya? Itu kan dari peserta dari kita yang main di Asia.”
Ranking AFC tetap valid dan prestasi klub Indonesia di Asia memang harus dikritik. Tapi koefisien tersebut menggambarkan performa wakil sebuah asosiasi di kompetisi AFC, bukan otomatis seberapa kompetitif liga domestiknya.
Jadi ketika Indonesia berada di bawah Kamboja, artinya wakil Kamboja menghasilkan performa lebih baik di Asia dalam periode penilaian. Bukan otomatis Liga Indonesia lebih buruk.
Hal yang sama ketika Indonesia kalah dari Vietnam atau gagal mengalahkan Singapura di AFF, lalu hasil Timnas digunakan untuk membuktikan Liga Indonesia lemah dan pemain diaspora di sini mengalami penurunan level.
Menang dan kalah dipengaruhi terlalu banyak variabel untuk ditarik sejauh itu. Bahkan kalau Indonesia mengalahkan Vietnam dan menjadi juara AFF sekalipun, Liga Indonesia tetap perlu diperbaiki.
Perlu ditingkatkan bukan berarti “seburuk itu” sampai harus disebut liga antah berantah. Yang perlu dihindari adalah menganggap ranking AFC rendah berarti liganya buruk, pindah ke Indonesia berarti turun level, atau Timnas kalah membuktikan liga domestiknya gak berkualitas.
Karena sejatinya, sepakbola tidak sesederhana itu. 🙏🏻
@keluhkesahkonoh Persaingan di dunia percewean itu keras, amat sangat individualis, emosional, dan nirempati. Fakta! 🤣
Tapi sekalinya udah sohib sealiran, solidaritas setinggi angkasa, mau itu salah dan sejahat apa pun pasti dibelain.
Di aplikasi Persib ada motif2 Jersey yang masih di rahasiakan untuk launching besok, Tapi warna-warna yang ada , udah ngasih sedikit kode nantinya bakal seperti apa