Kalo masih ada yg bilang petamax kan cuma buat org yang mampu wkwkwk eitss menurut gua akan ada efek domino yang muncul setelahnya.
Dan efek domino ini justru bisa nyampe ke orang yang bahkan nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
1. Orang langsung cari alternatif yang lebih murah Ini perilaku manusia paling normal.
Kalau Pertamax naik, sebagian orang bakal pindah ke Pertalite. Masalahnya, Pertalite itu kuotanya terbatas. Kalau yang ngantri makin banyak, tekanan ke stok juga makin besar.
2. Pertalite makin rame
Kalau permintaan naik terus, antrean makin panjang. Yang biasanya isi santai jadi rebutan.
Yang nggak kebagian?
Ya terpaksa beli BBM yang lebih mahal.
3. Biaya transportasi dan logistik pelan-pelan ikut naik
Di negara kepulauan kayak Indonesia, hampir semua barang harus diangkut. Begitu biaya energi naik, biaya distribusi ikut naik. Dan biaya distribusi yang naik itu biasanya nggak berhenti di jalan.
Ujung-ujungnya diterusin ke konsumen.
4. Harga barang ikut naik seperti Beras. Sayur. Makanan. Jasa kirim. Ojol.
Bahkan UMKM kecil pun bisa kena. Karena modal operasional mereka ikut naik.
5. Daya beli makin tertekan
Ini yang menurut gua sering diremehin.
Gaji nggak naik setiap bulan. Tapi pengeluaran bisa naik pelan-pelan. Awalnya mungkin nggak kerasa.
Tapi lama-lama orang mulai mikir dua kali sebelum belanja. Mulai nahan konsumsi. Mulai batal checkout.
6. Yang kena bukan cuma orang kaya
Narasi "yang pake Pertamax kan orang mampu" menurut gua terlalu sederhana.
Karena ekonomi itu saling terhubung.
Ketika biaya di satu titik naik, efeknya bisa nyebar ke mana-mana.
Kadang yang kena justru orang yang nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
Makanya menurut gua yang perlu dilihat bukan cuma siapa yang pakai Pertamax?
Tapi juga: apa yang terjadi setelah Pertamax naik?
Karena sering kali yang bikin berat bukan kenaikan harganya. Tapi efek domino nya.
Percaya deh!
Kebnyakan penyakit awalnya gara2 kurang tidur & begadang.
Badan pegel mulu, ngantuk seharian, kepala sering mumet, gak ngapa2in aja lemes.
Apalagi klo gaya hidupmu kurang gerak, bnyk duduk, jalan kaki aja mager, olahraga males 🥲
Kalau ga penting2 amat, TIDUR!😤🫵🏻
Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh penghuni gerbong wanita. 🙏🏼
Keberaniannya melebihi dari apapun. Memiliki resiko paling berbahaya saat kecelakaan antar kereta atau kendaraan pribadi.
Sc. rifqisadewa
asli.. bayangin kereta bekasi - kp bandan jam 7.30 pagi sekosong ini. padahal biasanya mepet punggung ketemu dada.
selama di dalam kereta, aku, penumpang lain, sama petugas KRL pun semuanya keliatan uneasy. masih berduka untuk sesama commuter yang jadi korban semalam.
Kenapa korban kecelakaan kereta Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur dikasih cairan infus selama evakuasi? Jadi gini
Waktu evakuasi korban terjepit, ada resiko crush syndrome yang terjadi karena otot yang tertekan dalam durasi yang lama, sel otot rusak dan zat sisa metabolisme (kalium, mioglobin, asam, dan fosfat) “bocor” ke dalam pembuluh darah.
Tapi waktu korban masih terjepit, zat sisa ini masih terbendung sebagian di tempat korban terjepit
Setelah tekanan dilepaskan, zat sisa metabolisme tadi bisa tiba-tiba mengalir ke sirkulasi. Endingnya bisa menyebabkan henti jantung akibat kelebihan kalium, syok karena mediator inflamasi, rabdomiolisis, dan kerusakan ginjal.
Cairan IV/infus NaCl sebelum pelepasan tekanan bisa bantu mengencerkan zat sisa metabolisme berbahaya tadi dan meningkatkan produksi urine supaya lebih mudah dibuang. Mengurangi risiko korban tiba-tiba memburuk atau henti jantung setelah berhasil dievakuasi.
Turut berduka cita untuk seluruh korban, semoga proses evakuasi dan penanganan dapat berjalan lancar.
@bingungtrs_ ini sih yg lagi gue pikirin, kemarin mereka pergi kerja, maksi, ngobrol haha hihi kaya biasa aja. sampe waktunya plg kantor naik krl and then life just stopped them right there. i can’t stop thinking about how unfair and cruel life can be sometimes
KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan keluarga serta seluruh masyarakat yang terdampak atas insiden yang terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line Cikarang.
Seluruh korban telah diberikan dan ditangani perawatannya di Rumah Sakit rujukan. KAI Commuter bersama pihak asuransi memastikan biaya pengobatan ditanggung sesuai ketentuan dan terus berupaya untuk pendampingan kepada korban dan keluarga. Kami juga menyediakan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu informasi kepada keluarga.
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Suek, gw kok jadi diancem" gini. Jadi takut anjir, banyak yang dm gw begini. Emang kalo punya kuasa sama duit attitude kaga ada ya? Parah banget😔😔.
Jadi malu gw ngeliat anak hukum begini
Ini salah satu sidang yang paling keras menurut gw dalam sejarah UI.
Dibuka dari jam 5 sore, selesainya nyaris jam 3 pagi.
Ratusan mahasiswa menyidang dan menyoraki pelaku KS.
Dekan, Wadek, Kaprodi, sebagian Guru Besar dan Dosen2 pada hadir. Ga ada yang pulang.
Dekan berjanji akan menjatuhkan sanksi DO ke pelaku KS jika terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan KS.
Sidang etiknya akan dimulai selasa ini. Kawal terus prosesnya.
Lagi rame kasus grup wa mahasiswa UI mau berpendapat dari sisi medis khususnya psikologi, karena saya bukan polisi moral 😆
Kenapa banyak cowok bisa nyaman ngomongin perempuan secara objektifikasi di grup privat?
Karena ada yang namanya “disinhibisi online”.
Saat merasa aman, anonim, dan “cuma di grup”, otak kita jadi lebih berani ngeluarin sisi yang biasanya ditahan.
Ditambah lagi efek peer pressure.
Di otak, ini berkaitan dengan sistem reward:
• Dapet respon “haha”, “anjir”, “setuju”
• Dianggap lucu, dianggap bagian dari circle
• Dopamin naik.
Lama-lama, perilaku itu “dipelajari” sebagai sesuatu yang menyenangkan dan normal.
Masalahnya?
Kalau terus diulang, ini bisa mengarah ke desensitisasi.
Empati ke perempuan turun.
Perempuan gak lagi dilihat sebagai manusia utuh… tapi jadi objek.
Ini bukan hal sepele.
Dalam banyak studi psikologi, objektifikasi yang terus-menerus bisa jadi pintu awal ke:
• Pelecehan verbal
• Pelecehan seksual
• Bahkan kekerasan seksual
Jadi ini bukan cuma “becandaan cowok”.
Ini soal pola pikir yang dibentuk pelan-pelan… sampai batasnya jadi kabur.
Makanya penting banget buat sadar:
Kalau kalian cuma bisa bonding dengan cara merendahkan orang lain, itu bukan bonding.
Itu conditioning.
Dan kalau dibiarkan, dampaknya bukan cuma ke orang lain…
Tapi ke cara otak memandang manusia..
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
Ngeliat kasus FH UI, aku semakin yakin kalau ngajarin anak laki-laki jauh lebih susah daripada anak perempuan.
Ngajarin jangan body shaming, ngajarin respect, ngajarin harus ada boundaries, educate biar gak ngelecehin perempuan.
PLEASE ✨ EDUCATE ✨ YOUR ✨ SON
thread update kasus FH UI:
Gambar 1: Ini adalah tampang 16 pelaku pelecehan seksual verbal dan objektifiksasi terhadap perempuan di FH UI. Ini adalah moMen ketika mereka disidang oleh forum mahasiswa dan live di tiktok.
Gambar 2: Ibu yang berpakaian batik dan dipeluk menjadi salah satu korban yang dilecehkan para pelaku di grup chatnya. Beliau adalah salah satu dosen di FH UI. Beliau saat forum bilang “pas saya lihat chatnya, saya kaget ada nama saya”.