Bagi teman-teman yang belum tahu, blurb berbeda dengan sinopsis.
Blurb adalah tulisan yang biasanya diletakkan di belakang buku. Isinya berupa gambaran singkat dan menarik tentang buku tanpa menceritakan keseluruhan isi. Tujuannya adalah membuat calon pembaca tertarik untuk membeli atau membaca buku tersebut.
Di sisi lain, sinopsis adalah ringkasan isi buku yang menjelaskan alur, tokoh, konflik, atau pokok bahasan secara lebih lengkap. Dalam dunia penerbitan, sinopsis umumnya digunakan untuk keperluan proposal, katalog, penilaian naskah, atau informasi produk di toko buku online.
Sederhananya:
📖 Blurb = promosi buku
📖 Sinopsis = ringkasan isi buku
Secara fisik manusia bisa bertahan hidup tanpa minum dlm waktu 3-5 hari. Sementara utk menahan lapar, manusia bisa bertahan 8 minggu dgn kondisi tubuhnya msh mengonsumsi air. Dan yg satu ini membuktikan, manusia bisa hidup lama sekali meski tanpa otak.
sesederhana kepikiran kalo mati waktu itu cuma bakal jadi tumbal kapitalisme.
abis itu baca, baca, dan mikir: kenapa kita lebih bisa bayangin akhir dunia daripada akhir kapitalisme?
kemudian sadar: ini worldview mesti dibongkar. no more wong kalahan. i’d rather die fighting.
Saat garap investigasi isu Sambo, Kanjuruhan, Halte Sarinah dll outputnya selalu video explainer. Saya coba pendekatan lain di kasus Andrie Yunus. Idenya simpel: Kalau penyidiknya gak bisa kerja, kita buat publik aja jadi penyidiknya.
Jadilah game ini: https://t.co/hXYFEkyvIS
Crita dikit
Di ruang konseling sy byk temukan problem emosi & prilaku anak b'sumber dr tuntutan ortu yg tanpa jeda, achievement oriented, terbenam dlm motif kompetisi, minim apresiasi. Akhirnya anak khilangan ruang aman.
Mjd ortu mmg tak mudah. Kita hrs sdh slesai dg diri sndiri.
Kekayaan haji isam itu 100 T, buat geber jhonlin rally 1 T, sisa 1T buat borong karya2 artjerks. Masih sisa 98 T coy, beli 2000 traktor dibayar konsesi. #sawangsinawang
kemarin, salah seorang kawan yang juga penulis, menelepon. ia marah luar biasa karena dua media yang hendak menerbitkan tulisannya menuduh tulisannya dibuat oleh AI berdasarkan hasil AI checker. ia malu dan marah. juga kecewa dengan dua media yang secara gegabah menuduh itu.
Buat siapa militer bangun banyak batalyon di daerah?
Buat siapa ketika batalyon itu justru ditentang warga—konstituennya sendiri?
Kenapa justru negara ambisius ngejar target sampe 750 batalyon sampe 2029 nanti?
Opini saya di Kompas hari ini.
Selain Didit..
Coba pelajari jg hgga 10-15 th ke belakang bgmn rekam jejak orang2 spt..
Fadli Zon dlm gelaran2 seni & budaya
Hashim Djojohadikusumo dlm proyek2 konservasi sejarah & purbakala
Agar publik lbh paham knp orang2 spt mrk, dan ada byk, kok bs muncul di sektor2 tsb
👀
Persoalan2 struktural di Jogja mulai diutarakan dg terbuka di ruang2 publik oleh…. coba oleh siapa? Ya betul: cah2 suporter.
“King” mulai muncul di tembok2 kota, dg grafiti sik kualitase sak onono lan sak kenone. Bebas seko uborampe Danais soale cah2 iki.