#BREAKING
Malaysian and Thai tankers have already passed through the Strait of Hormuz. Indonesian vessels, however, remain stuck. What is wrong with Indonesian diplomacy?
By Bobby Ciputra
https://t.co/nTYMnF9TzE
Bhima Yudhistira dari CELIOS menyebut ART sebagai perjanjian dagang “paling buruk sepanjang sejarah” karena dinilai menggeser arah kebijakan ekonomi Indonesia dan membatasi kedaulatan negara, termasuk dalam menentukan mitra dagang, kebijakan energi, hingga sektor pangan.
“Many developing countries are trapped in unsustainable #debt—but there is a way out. With the right reforms, we can break the cycle and build a fairer financial system.” — Bhima Yudhistira Adhinegara, Director, @celios_id
Direktur Eksekutif @celios_id: "Perlu ada revisi angka kewajiban pemenuhan pasar dalam negeri (DMO) #batubara di kepemimpinan Menteri @KementerianESDM baru Bahlil Lahadalia." #CoaldeSac
https://t.co/hvJDR1TtGk
10 tahun terakhir China makin dominan menguasai perdagangan dan investasi di Indonesia. Artinya, China slowdown, Indonesia bakal kena dampak juga instan.
Banyak yang salah tafsir, pertumbuhan ekonomi China dibawah ekonomi Indonesia merupakan tanda ekonomi Indonesia sedang naik tinggi. Salah besar. Ini ancaman
Pelemahan ekonomi China perlu mendapat perhatian. Bukan sekedar ekspor Indonesia berisiko turun, atau target pertumbuhan meleset. Pelemahan ekonomi China bisa buat pekerjaan proyek konstruksi terganggu.
Direktur Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan kenaikan harga beras mengkhawatirkan karena kelompok pengeluaran menengah rentan bisa mudah jatuh di bawah garis kemiskinan. Hal itu karena kontribusi beras terhadap inflasi maupun garis kemiskinan cukup besar.
Pengamat Ekonomi Celios Nailul Huda menyoroti pelemahan permintaan (demand) hingga barang impor China sebagai akibat utama anjloknya Purchasing Manager's Index atau PMI Manufaktur Indonesia.
https://t.co/FeNlRmWUSx
@AidilAKBAR
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira menyebut, anjloknya permintaan kelas menengah di perkotaan berdampak ... https://t.co/yJQqHwsv0y
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai UU Cipta Kerja gagal mewujudkan tujuannya menciptakan lapangan kerja. Kamis, 25/07/24 diambil dari Tempo.
Jakarta 30 Juli 2024
Media KBS
+62813-8349-3575
@GSBIPusat@FNV@RoedyHaBiDa
Direktur Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan solusi yang paling ampuh adalah mengendalikan harga pangan termasuk mengurangi pangan impor yang sensitif terhadap pelemahan kurs rupiah.
Bahkan, menurut ekonom CELIOS Bhima Yudhistira, jika pemerintah tetap memaksakan menggunakan teknologi CCS/CCUS, konsumen bakal menanggung beban tarif listrik yang lebih mahal.
Selengkapnya, baca di artikel ini ya👉 https://t.co/8DYJ3mxkhs https://t.co/MqtiO63DfU
DIREKTUR Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menuturkan setidaknya terdapat empat permasalahan utama yang menimbulkan anomali hilirisasi di Indonesia.
https://t.co/TnZC8Z5DeY
DIREKTUR Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menuturkan setidaknya terdapat empat permasalahan utama yang menimbulkan anomali hilirisasi di Indonesia.
https://t.co/TnZC8Z55pq
Apakah pemilihan presiden AS berpengaruh terhadap kondisi perekonomian di Indonesia?
Saksikan podcast lengkapnya di YouTube Bisnis Indonesia dengan Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira.
https://t.co/SyBVvjUCj0