Renungan subuh :
Ini yang dicari dari dulu. Makna lengkap dari yang sering didengar terutama sebelum adzan Subuh.
Maa Syaa ALLAAH....
Jadi merinding dengarnya ...
Semoga setelah melihat dan menyimak video tsb, semua sobat TL yg muslim mendapatkan pencerahan ...
"Percayalah, di saat kamu ikhlas dengan keadaanmu, di situlah Allah merencanakan kebahagiaan untukmu, Allah mampu mengubah situasi paling terpuruk menjadi momen terbaik dalam hidupmu."
KH. Maimoen Zubair
GUE KAGET GILA BRO!
Temen gue gaji UMR Jakarta Rp5,3 juta. Tapi rumahnya KPR, mobilnya cash, tabungannya 150jt.
Langsung gue nanya, “Bro, lo nyambi jadi anjelo apa gimana sih?!”
Dia ketawa pelan, terus jawab satu kalimat yang bikin gue diem:
الأدب يستر قِلة العِلم، ولكن كُثرة العِلم لاتستر قِلة الأدب، فكن مؤدباً أولاً، ثم بعدها كُن ماشئت.
"Adab itu menutupi sedikitnya ilmu, tetapi banyaknya ilmu tidak bisa menutupi sedikitnya adab"
maka jadilah orang beradab dulu baru setelah itu jadilah apapun yang kamu mau.
كيف يشرق قلب صور الأكوان منطبعة في مراته؟
" Bagaimana hati bisa bersinar terang sementara cerminnya 'dikotori' oleh gambar-gambar 'kahanan' atau wujud materil "
Al-hikam bagian 13
كنت أقوم من النوم عشان صلاة الفجر وأدعي كل يوم.
بالبداية كنت أحسب إني أسوي كل شيء صح:
• أقوم أصلي الفجر
• أدعي
• وأجتهد بشغلي
لكن مع كذا كنت للحين أعاني من ناحية وضعي المادي.
لين جلست مع شيخ وقال لي:
5 Tanda Tuhan Sedang Menyiapkanmu Jadi Besar
1. Dibuat Gagal Total Dulu
(Bukan untuk Menyiksamu, Tapi untuk meruntuhkan Egomu)
2. Lingkaran Pertemanana Dihancurkan
Kadang Tuhan membersihkan "Noise" supaya kamu sadar... tidak semua yang menenanimu benar-benar selaras.
3. Masalah Datang Bertubi-tubi
(Sedang melebarkan "wadah" mentalmu, Biar Menampung Rezeki yang besar.)
4. Dibuat Bingung & Hilang ARAH
(Kode keras agar kamu berhenti menyembah Validasi... lalu kembali bersujud ke Titik Nol.)
5. Semua Ini Bukan Azab, Tapi RENOVASI
Semakin besar yang akan dibangun... Semakin dalam yang harus dihancurkan.
(Gedung tinggi butuh Pondasi yang Kokoh)
"Jangan tertipu oleh shalat dan puasamu. Lihatlah bagaimana engkau memperlakukan orang lain. Itulah cerminan jiwa dirimu yang sesungguhnya."
Imam al-Ghazali
قال شاعر :
ترجو النجاة ولم تسلك مسالكها * إن السفينة لا تجرى على السبيس
Kamu berharap kesuksesan tanpa melalui jalannya ,
Bahwasanya kapal tidak bisa berlayar di tempat yang kering .
لا تقاس الحياة بحجم المحنِ،
بل بعمق البصيرة الَّتي تحول الجرح إلى منحة
Hidup tidak diukur dari besarnya kesulitan yang dihadapi, akan tetapi dari kedalaman wawasan yang mengubah rasa sakit menjadi hikmah.”
Setelah itu, seseorang harus menghisab diri atas segala yang dilakukan anggota tubuhnya: apa yang diucapkan lisan, ke mana kaki melangkah, apa yang dikerjakan tangan, dan apa yang didengar oleh telinga.
Dalam setiap gerak dan ucapnya, ia selalu melontarkan pertanyaan kepada diri sendiri: apa yang sebenarnya aku inginkan, mengapa aku melakukannya, dan dengan cara apa aku melakukannya?
Ia pun menyadari bahwa kelak setiap perbuatannya akan dipertanggungjawabkan melalui dua catatan utama.
Catatan pertama adalah tentang niat, yakni menguji keikhlasan di balik perbuatan tersebut.
Sementara catatan kedua adalah tentang cara, yakni menguji apakah perbuatan itu telah sesuai dengan tuntunan atau belum.
Tata Cara Mendidik Jiwa
Pertama, menghisab diri dalam perkara wajib. Jika mendapati kekurangan, segera perbaiki, baik dengan mengqadha atau menyempurnakannya.
Kedua, menghisab diri dalam perkara yang dilarang. Jika menyadari telah terjatuh ke dalamnya, segera tebus dengan taubat, istighfar, dan amal kebaikan yang dapat menghapus dosa.
Ketiga, menghisab diri atas kelalaian.
Jika lalai dari tujuan penciptaan, segera tebus dengan memperbanyak dzikir.