LAKUM OPINIKUM adalah temuan bahasa terdahsyat minggu ini, yang artinya mau diskusi sehebat apapun kalo ujungnya untukmu opinimu untukku opiniku ya #untukapa
yok buat kating" penyembah senioritas tanggepin dong fess gua,
ada beberapa hal yang pengen gua sorotin disini terutama soal culture senioritas dan kaderisasi
1.Di departemen gua, metode dari kaderisasinya melanggar daripada surat edaran wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan nomor: 13621/IT2.I/TU.00.08/VII/2026 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan mahasiswa baru di lingkungan organisasi kemahasiswaan ITS. Dimana pada surat edaran tersebut disebutkan bahwa dilarang menggunakan nada tinggi/ bebtakan dan Kata" kasar sedangkan pada praktiknya kata"nya masih dominan dengan nada tinggi dan kata" seperti gob**k, dan jan*** sangat" sering keluar itukah hasil didikan dari kaderisais hima?
2. Masih berkaitan dengan poin pertama, kaderisasi dengan cara nada tinggi dan kata" kasar seperti ini dinamakan dengan metode stress testing dimana MABA akan ditempatkan pada tingkat stress tertentu agar tetap tenang dan bisa menjawab ketika dibawah tekanan serta untuk pembentukan mental, tetapi apa hasilnya? banyak mahasiswa yang justru hancur mentalnya ibarat menimpa besi ada 2 kemungkinan antara menjadi pedang atau hancur. Dan sampai detik ini belum ada bukti ilmiah yang mengatakan bahwa metode ini efektif dan bisa membentuk mental, sebagai seorang "mahasiswa", masa iya make suatu metode tapi gatau dasar ilmiahnya "kok cerdas".
3.Terkait peraturan yang diberikan oleh para senior" yang terhormat, a. pertama, MABA dilarang merokok diarea kampus. Oke ini baik karena memang ITS adalah kampus bebas rokok dan tanpa diberi larangan ini pun mahasiswa tidak diperkenankan merokok di area kampus, tapi kok senior" yang terhormat yang selalu mengaungkan peraturan ini ke MABA malah jadi pelanggar aturan, ngerokok di area kampus, putung dibuang sembarangan beh kerennn.
b. Kedua, MABA wajib menyapa warga ketika bertemu, oke gua juga setuju sama peraturan ini karena biar maba sopan dan bisa saling mengenal dengan senior karena bagaimanapun kita satu jurusan, rasanya aneh jika tidak saling mengenal. TAPI kok pas disapa para warganya "ramah", bukannya bersikap seperti orang yang punya sopan santun dan adab malah sok"an memalingkan muka kalo ga cuman diliatin aja, mas mbak warga yang terhormat, dimasyarakat aja kalo disapa itu ya sapa balik. kalo mau dihargain minimal tau cara ngehargain, mentri sama presiden aja masih mau nyapa rakyat kok🙏 lau sape mpruy
oiya tambahan, ada peraturan ga boleh bonceng tuga tapi warga" ngasih contoh yang sebaliknya. Apakah ini cara himpuanan ngasih tau "oh adek-adek ini nih contoh yang ga bener, berangkat ksmpus bonceng 3 kaya kami ini, jangan ditiru ya"
ibarat DIBILANGIN JANGAN KORUPSI SAMA KORUPTOR
4. gua tau kelian pasti mau bilang gua mental sosmed and "Kenapa lu ga bilang langsung ke hima aja nder kan lu punya buktidan argumen kuat". Teman temanku yang bisa bernalar, begini saja kalau kamu sendiri bawa pisau kira" berani ga lawan orang yang jumlahnya bahkan hampir ribuan?. Argumen yang kuat bakal kalah sama suara yang banyak, lagian kalaupun sender menang pasti ditandain sama seluruh warga dan dampaknya?, mereka asisten lab pasti bakal di jelekin nilai sender dan mereka juga punya backingan. pasti kalau gua mau ngapa ngapain bakalan dipersulit, ya semua itu karna ego mereka kesentil.
SANA wants to reborn as a male idol so she could be like 2PM tearing her clothes off and doing acrobatics. She especially wants to hear fangirls scream for her and yelling "oppa!!!" 😭
CHAEYOUNG responded to someone who paid for her Bubble just to make her feel bad about her tattoos, so she replied to embarrass them.
The person said Chaeyoung's mom must hate seeing her covered in tattoos, but Chaeyoung literally went with her mom to get her first tattoo.