Jahat Banget Kerja 12 Jam Sehari Cuma Dibayar 30 Ribu😭
adik ini masih SMP tinggal bertiga sama dua adeknya yg masih kecil. mereka ngontrak. bapaknya ada di penjara, ibunya ada di RSJ. jadi dia terpaksa bekerja tapi dimanfaatin bos, kerja dari jam 9 pagi - 9 malam cuma dibayar 30 ribu sehari.
lokasi : Tanjungpinang
Video bocor muncul menunjukkan bahwa komandan IDF memerintahkan pembunuhan warga Israel yang diculik pada 7 Oktober.
Ini juga dikenal sebagai doktrin Hannibal.
Masih ingat mahasiswa yg di ajak gibran masuk ke istana?
Ternyata mereka menerima suap pas ketemu gibran sebesar 300 juta.
Bayangin banyaknya relawan yg nunggu berjam-jam menunggu hasil rapat mereka dengan wapres, tapi ternyata semuanya udah di setting
Malam ini mereka lagi di Introgasi oleh mahasiswa UBK
Saudara-saudara sekalian, mari kita dudukkan perkara ini dengan jernih BBC Indonesia. Penahanan mantan Menpora Roy Suryo dan @DokterTifa oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait pusaran kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini bukan sekadar babak baru hukum pidana BBC Indonesia. Ini adalah panggung teatrikal siber yang memperontonkan betapa elastisnya prosedur hukum jika menyentuh wilayah kekuasaan.
Tiga keanehan mendasar dalam eksekusi penahanan ini:
1. Kooperatif Tapi Digerebek Subuh
Hukum acara kita (KUHAP) mengenal "upaya paksa" jika tersangka mangkir atau tidak kooperatif. Faktanya: Kedua tersangka selama ini sangat kooperatif dan rutin melakukan wajib lapor. Keanehannya: Mengapa untuk administrasi Tahap II (pelimpahan ke Kejaksaan), polisi melancarkan operasi penangkapan subuh-subuh bak menangkap gembong teroris? Mengapa mekanisme pemanggilan secara patut sengaja ditinggalkan?
2. Siasat "Pasal Karet" agar Bisa Mengunci Badan
Ini pola usang yang terus berulang dan menggelitik akal sehat. Faktanya: Duduk perkara utama adalah pencemaran nama baik konvensional yang ancamannya di bawah 5 tahun—artinya secara hukum tidak boleh ditahan. Keanehannya: Agar bisa melegitimasi penahanan, diselipkanlah Pasal 35 Jo. Pasal 51 ayat (1) UU ITE tentang manipulasi dokumen elektronik dengan ancaman 12 tahun.
Konstruksi hukum sengaja "diperas" sedemikian rupa agar syarat objektif penahanan terpenuhi. Ini seperti menembak burung pipit menggunakan meriam.
3. Sidang Akhir Doktoral UI dari Balik Ruang Tahanan
Bagian dr. Tifa adalah yang paling surealis sekaligus ironis bagi dunia pendidikan kita. Faktanya: Saat ditangkap, dr. Tifa bersiap menuju kampus Universitas Indonesia (UI) untuk ujian akhir program doktoral kedokterannya BBC Indonesia. Keanehannya: Ia terpaksa mengikuti sidang S3 secara daring dari dalam ruangan Polda Metro Jaya BBC Indonesia. Di mana urgensi penangkapan mendadak itu sampai tidak bisa menunggu beberapa jam hingga ujian akademisnya selesai?
Ketika hukum pidana tidak lagi berjalan murni di atas rel etika, melainkan disetir oleh syahwat politik, maka prosedur hukum akan terasa dipaksakan dan penuh kepura-puraan.
Saya sudah menduga dan memprediksi bahwa penegak hukum akan melakukan P21 dan melakukan tindakan2 yang tidak masuk akal. Mereka tak peduli melanggar Hukum Formal maupun material seperti yang sekarang terjadi. Memang hukum oknum oknum aparatnya sudah dipaksa dan diarahkan untuk mengikuti keinginan pemesan.
Ini terjadi tak hanya di Kasus Roy Suryo, tapi juga banyak kasus di Indonesia dan berbagai daerah. Hukum tak lagi ditegakkan sebagaimana harusnya, tapi malah dinegosiasikan. Terlalu sering terjadi siapa yang kuat dan berpengaruh, hukum akan dirasionalisasi mengikuti kehendaknya. Itulah mengapa perlu reformasi di kalangan penegak hukum.
Sayangnya penguasa negara tak punya kemauan dan kemampuan politik untuk melakukan reformasi. Elit politik banyak yang terjebak dan tersandera sehingga terpaksa membiarkan semua keanehan ini terjadi. Status quo sering dirasa lebih menguntungkan dibanding perubahan.
Dalam hal ini jangan berharap pada DPR akan menyuarakan kebenaran terkait kasus ini. Semua fraksi di DPR sangat ditentutan oleh para Ketua Partai Politik. Maka jangan pula berharap pada para Ketua Partai Politik sekarang. Mereka sudah tersandera oleh kepentingannya, dan terpaksa tunduk pd kekuasaan yg lebih besar, yg menentukan nasibnya.
Maka hanya rakyat yang cerdas, berani, dan peduli pada keadaan negeri yang punya kekuatan mengontrol mereka, untuk mengubah Indonesia yg lebih baik.
Butuh Kekuatan Netizens untuk membantu agar kejadian ini di ketahui oleh para lawyer yang baik hati
Permainan Mafia Tanah
Mereka Butuh bantuan
ibunya ditangkap karena mencabut pohon pisang dilahan sendiri dan rumah nya di robohkan mereka di intimidasi dan diancam
En unas impactantes imágenes que se han vuelto virales, un estudiante judío evocó la memoria del Holocausto y las enseñanzas transmitidas por su abuela para cuestionar el uso del trauma judío como justificación del genocidio en curso en Gaza.
Mientras el estudiante confrontaba la visita de un soldado de las Fuerzas de Defensa de Israel (FDI), enfatizó que la frase "Nunca Más" es un mandato universal y no un eslogan exclusivo de un grupo.
“Mi abuela judía me habló sobre el Holocausto... me dijo: ‘Nunca más’. Esto no es ‘Nunca más’. ‘Nunca más’ significa nunca más para nadie.”
Además de hacer comentarios que, según él, desmontan la propaganda que equipara los crímenes de guerra israelíes con la seguridad del pueblo judío, el estudiante también describió la dura realidad de la campaña militar de las FDI: más de 70.000 palestinos muertos, más de 300 periodistas y más de 1.700 trabajadores sanitarios fallecidos, además de niños que han sido atacados.
El estudiante también mencionó el conmovedor caso de Hind Rajab, una niña de 6 años cuyo automóvil, según afirmó, fue perforado por 335 balas disparadas por tanques israelíes.
La protesta terminó con una clara exigencia de rendición de cuentas internacional: “Si la justicia es real, ustedes serán procesados en La Haya”.
A medida que más jóvenes judíos alzan la voz contra la ocupación, la narrativa de que Israel habla en nombre de todo el pueblo judío sigue debilitándose.
🇺🇸🇮🇱 Arrestado en Arizona por llevar una camisetaUn hombre en un gimnasio de Arizona fue detenido por la policía solo por usar una camiseta que decía:
“Israel Kills Children” (Israel mata niños)
Miembros judíos del gimnasio se quejaron y exigieron su arresto.
Esto es el nivel de represión que ya existe en Estados Unidos: decir una verdad obvia y documentada (Israel está matando niños en Gaza) se convierte en “delito”.
Libertad de expresión solo existe si no criticas a Israel.
Ziraat mühendisi Enas Ghoul..
Gazze’deki tüm olanaksızlıkların ortasında deniz suyunu tatlandıran ve güneş enerjisiyle yemek pişiren bir sistem üretiyor.
Ben bu insanların yaşam becerilerine hayranım🤍
America First UFC Fighter Sean Strickland Crashes UFC White House Press Conference after he was banned for criticizing Israel.
“Come ban me that f**kin’ pedophile.”
Sawah jadi tambak = kriminal.
Hutan jadi sawit = investasi.
Sawah jadi perumahan = pembangunan.
Resapan jadi mall = kemajuan.
Standar gandanya udah kayak sandal jepit yang satu diinjak, yang satu dipajang. Hukum jangan tebang pilih, Pak. Rakyat juga bisa mikir.
Kampret!
One of the most brutal scenes in human history has been exposed.
Israeli soldiers opened fire on thousands of starving Gazans as they ran in desperation for a piece of food during the war on Gaza.
A moment the world must never forget.
بتهمة جمع الخضار والزهور البرية.
لحظة قيام الجيش الاسرائيلي بترويع واختطاف أطفال فلسطينيين لمكان مجهول
لولا وجود منصات مثل X لما وصلت هذه المشاهد للعالم
فضحهم واجب على كل حُر حول العالم.
Sawah milik sendiri.
Dirubah jadi tambak udang modal sendiri.
Apanya yg salah?
Seorang pria di Batang ditangkap dan jadi tersangka karena merubah sawah miliknya jadi tambak udang.
@Yusrilihza_Mhd@ListyoSigitP