Penyair Sitok Srengenge melanjutkan tulisan tentang penyair-penyair yang tertindas. Kali ini Federico Garcia Lorca yang yakin manusia dapat dipahami melalui kasih, bukan kebencian. Dan Muhammad Solihin Oken berbagi cerita di balik novel 'Sang Perahu'. Klik https://t.co/SRXjfkIYOa
Merayakan kemerdekaan 17 Agustus 2026 bersama kisah dua rakyat Indonesia: Adi dengan bendera merah putih yang basah (Djoko Subinarto) dan Kirana yang malam demi malam tergenang ludah lintah para lelaki busuk (Fitri Rusandi). Klik https://t.co/SRXjfkIYOa edisi Agustus.
Salam, telah terbit ceritanet edisi Juli. Ada cerita tentang seorang perempuan dan istrinya dulu dan sekarang dari Mufti Wibowo sedang penyair Sitok Srengengemeneruskan seri tentang para penyair yang tertindas. Klik https://t.co/6xujxFqqof
Terbit ceritanet Juni: Rendra Setiawan mengurai kasus dugaan korupsi Nadiem Makarim, Muhammad Asqalani Eneste dengan puisi Kepala Kerbau, dan cerita Ilham Wahyudi tentang Tuan Arkanda. Kami tunggu karya tulis kawan-kawan. #ceritanet#cerpen#puisi#korupsi#nadiem#chromebook
Penyair Indonesia Sitok Srengenge menulis tentang penyair Rusia, Joseph Brodsky, di https://t.co/6xujxFqqof Mei 2026. Ceritanet juga mengundang kawan-kawan menulis 10 lagu pilihan dan apa alasannya. Klik https://t.co/6xujxFqqof dan terimakasih atas perhatian kawan-kawan semua.
Terbit https://t.co/6xujxFqqof edisi April 2026 dengan Vimshati Varshani karya Alexander R. Nainggolan dan Di Tamiang dari Agus Widiono. Selamat membaca dan terimakasih atas perhatian kawan-kawan semua.
#ceritanet#puisi
Terbit ceritanet edisi Maret. Djoko Subinarto berbagi cerpen media dan iklan pemerintah lewat mata dan hati seorang jurnalis: Kebohongan Berlapis. Sedang Mahrus Prihany bercerita tentang kampung yang tak ada pejalan kakinya. Klik https://t.co/6xujxFqqof dan selamat menikmati.
Terbit ceritanet edisi Februari 2026 dengan cerpen Nyak karya Idrus Shahab dan puisi Paru-Paru Kota oleh Indriea. Dan kami tunggu karya tulis kawan-kawan lain juga masukan yang akan membantu https://t.co/6xujxFqqof
#ceritanet#cerpen#puisi#nyak
Terbit buku digital versi PDF and EPub: Makan Seisi Hutan (Liston P Siregar). Tertarik?
1. Titipkan Rp 20.000 ke tukang kopi keliling, mbak jamu, pengumpul sampah, dll. Foto selfie berdua, kirim ke [email protected]
2. Tulis email di komentar atau [email protected]
Salam,
Terbit https://t.co/6xujxFqYdN edisi Januari 2026. Cerpen Heri Heiling menuturkan kesaksian meranti merah akan penghancuran hutan di anak Sungai Kahayan, dan puisi T Wijaya menangis bersama Ibu di Bukit Barisan, serta puisi Selat dari A. Dion Laep. Foto oleh Ariadi Damara.
Menutup akhir tahun 2025, ada puisi Natal dari Wiwit Atra Putra dan Sebelum Keyakinan karya Radja Sinaga serta catatan Bendera Rasisme dan Ditabrak Mobil yang dialami Liston P Siregar. Klik https://t.co/6xujxFqYdN dan kami tunggu kawan-kawan lain untuk berbagi cerita.
Apakah perempuan seperti dituturkan Ilham Wahyudi lewat cerpennya Detik-Detik Perempuan? Puisi Kereta, Kucing, dan Capung karya Rakha Swastara. Juga cerpen Tanda Lahir karya peraih Nobel 1965 yang diterjemahkan Victor Pogadaev. Segera klik https://t.co/6xujxFqYdN edisi November.
Terbit kembali ceritanet edisi Oktober dengan cerpen Ayo Kiita Mengasong Saja Ayah dari Abul Muamar. Juga cerpen Wayang di Bawah Pohon Sawo karya Mulyono Ardiansyah serta puisi Bangkai di Bawah Dipan oleh S Sigit Prasojo. Klik https://t.co/6xujxFqqof dan mari berbagi cerita.
Dua kawan ceritanet mengungkap perasaan dan pengalamannya tentang negara Indonesia, kini dan dulu. "Apa Yang Kita, Indonesia, Punya Sekarang?" (Indah Darmastuti) dan "Negara Lupa, Kami Tidak" (Djoko Subinarto). Klik https://t.co/6xujxFqYdN
Salam,
Gimana perasaan kawan-kawan saat ini sebagai rakyat Indonesia setelah kemerdekaan ke-80 dengan beragam situasi belakangan ini yang kontroversial. Kirimkan ke [email protected] untuk diterbitkan ceritanet edisi September. Batas waktu terakhir 10 September 2025. Ayo..
Terbit kembali https://t.co/6xujxFqqof edisi Agustus. Ilham Wahyudi bercerita tentang Buku Kecil di Leningrad. ("Buku ini tipis. Namun setiap halamannya terasa berat seperti batu nisan.") Ditunggu cerita-cerita dari kawan-kawan semua.
Terbit https://t.co/6xujxFqYdN Juli 2025. Polarisasi di kalangan masyarakat adalah warisan Jokowi, seperti ditulis Edhie Prayitno Ige dan Eric Sasono menulis cerpen Makmun yang kerap datang. Juga ada puisi Bapak dari Palito dan Tangga Menuju Dalam Diri karya S. Sigit Prasojo.