Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
Anak Bupati POSITIF ganja dari hasil tes urine, ketangkep di klub malam, tapi LOLOS PIDANA
— BNN : terpapar asap ganja ditoilet
kekuatan hukum anak pejabat seajaib itu yah, beda sama rakyat jelata
"Listrik padam di sebagian wilayah Sumatera 3 hari lebih"
Media: 🤐🤐🤐🤐🤐
"prabowo pake APBN 100M untuk beli sapi qurban"
Media: PRABOWO MEMBELI SAPI QURBAN SEJUMLAH 1000 EKOR UNTUK DISEBAR KE SELURUH INDONESIA
alias
MEDIA K*NTOL!!! 🖕🏻🖕🏻🖕🏻
Dear, media.
Kurban itu perorangan. Jika Presiden menggunakan APBN untuk bagi-bagi sapi, maka itu bukan kurban. Itu program politik. Jadi jangan ditulis "kurban Prabowo" karena dananya dari pajak rakyat. Trims...
WOWO kurban 1.098 sapi dananya dari APBN, kurban atas nama PRABOWO SUBIANTO
kalau pake dana APBN sebutnya jangan dari Presiden dong, yang berkurban adalah rakyat indonesia yang bayar PAJAK
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
Ngeliat kasus FH UI, aku semakin yakin kalau ngajarin anak laki-laki jauh lebih susah daripada anak perempuan.
Ngajarin jangan body shaming, ngajarin respect, ngajarin harus ada boundaries, educate biar gak ngelecehin perempuan.
PLEASE ✨ EDUCATE ✨ YOUR ✨ SON
Sedikit fun fact: KRL tertua yg dimiliki KCI saat ini adalah Tokyo Metro 6000 set 6108F buatan tahun 1971
Ratusan ribu rakyat Indonesia bergantung pada barang berumur 55 tahun untuk bisa membayar pajak hanya untuk dihamburkan sama orang² seperti ini 🙃
Setiap kali ada cerita mereka susah tuh..
Saya dulu "bersih-bersih toilet", "jaga perpustakaan", atau "jadi pelayan restoran".
Tapi selalu **di Amerika**
Berangkatnya aja modal gede meski dapet beasiswa.
motor kuat gini knapa ga dikasih ke guru2 yang mengajar di pedalaman aja ya yang jalan nya masih rusak dan medannya terjal, kan lebih membutuhkan mereka tuh
Lo pikir tarif 19% itu udah keren? Nih :
✅️ Indonesia wajib beli 50 pesawat Boeing
✅️ AS bebas akses data konsumen Indonesia
✅️ Tarif 0% untuk produk AS yang masuk ke Indonesia
✅️ Izin tambang Freeport diperpanjang sampai 2061 (sampai cadangan habis)
Dasar Antek2 ASENG