Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.
@sugargrime Dia hanya menjalankan kehidupan.
Kehidupan sbg diri sendiri & hidup sebagai anggota komunal. Kita semua bermuka banyak. Berkepribadian ganda dlm kehidupan ini.
Sopan santun sbg bentuk kepribadian ganda agar wajar dlm kehidupan komunal
Siapa yg engga gitu? Semua juga nglakuin
Kalo kamu pinter kenapa kamu ga kaya?
Kita seringkali ketemu sama orang-orang dengan kecerdasan jauh di atas rata-rata, tapi secara finansial, mereka harusnya bisa lebih kaya lagi.
Di Swedia, pernah dilakukan penelitian terhadap 59.000 pria, hasilnya menunjukkan korelasi antara kecerdasan dan pendapatan sangat kuat di level bawah, namun mendatar setelah penghasilan mencapai sekitar €60.000 (Rp1,2 M) per tahun. Menariknya, mereka yang berada di kelompok penghasilan 1% teratas justru memiliki kecerdasan yang sedikit lebih rendah (bukan bodoh) dibandingkan mereka yang memiliki kekayaan tepat di bawahnya. Ini membuktikan bahwa di puncak piramida, faktor yang mempengaruhi kekayaan bergeser dari IQ ke faktor eksternal seperti koneksi atau keberuntungan.
Bahkan, sering terjadi paradoks orang2 terpintar biasanya masuk ke profesi aman. Karena gaji mereka sudah cukup besar, mereka justru kurang terinsentif untuk mengambil risiko besar seperti membangun bisnis sendiri. Orang2 dengan gaji rendah memiliki insentif lebih tinggi untuk meninggalkan pekerjaan dan mulai bisnis, padahal punya bisnis sendiri adalah cara satu-satunya untuk mencapai tingkat kekayaan 1% teratas.
Kita sering mengagumi orang super kaya seolah-olah mereka sangat pintar, padahal simulasi matematis membuktikan kalau keberuntungan memegang peran dominan dalam kekayaan ekstrim. Seringkali, orang bertalenta rata2 dengan keberuntungan sangat bagus bisa mengalahkan orang jenius yang kurang beruntung. Namun, keberuntungan ini ga datang dengan tiba2 ke semua orang, keberuntungan adalah pertemuan antara momentum dan persiapan. Di sinilah literasi keuangan masuk, tidak perlu menjadi jenius, tapi perlu paham cara kerja uang agar saat peluang terbuka, kita punya peluru untuk mengeksekusinya.
Semakin tinggi tingkat keahlian seseorang, semakin besar kecenderungannya terkena imposter syndrome atau perfeksionisme. Para ahli sering menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menganalisis risiko hingga akhirnya tidak bertindak sama sekali. Sebaliknya, orang yang kurang kompeten namun punya kepercayaan diri tinggi seringkali berani mengambil langkah spekulatif yang, kalau beruntung, membuat mereka kaya mendadak. Inilah mengapa terkadang pemula bisa lebih sukses dari para ahli.
Strategi terbaik di saat ini bukanlah jadi ahli di satu bidang aja, keahlian yang kita miliki digabungkan dengan beberapa keahlian lain yang unik (skill stacking). Teori ini udah dipraktekkan sama Charlie Munger, partner Warren Buffet di Berkshire.
Pada akhirnya, jadi kaya berkaitan erat dengan keberanian untuk terus mempelajari hal baru di luar zona nyaman. IQ diimbangi dengan keberanian untuk terus berpikir kritis, mengambil risiko yang terukur, dan tetap berusaha di tengah ketidakpastian.
-Lu miskin karena lu g*bl*k ❌
-Lu miskin karena belum cukup belajar hal baru, belum ngambil risiko, belum nemu kesempatan ✅
TRIGGER WARNING!!
Kasus 8unuh D1ri Anak Terulang Lagi, Siswi SD di Demak, Jateng Akh1ri H1dup dengan cara g4ntung d1ri, Korban Sempat Unggah Isi Percakapan Dimarahi Sang Ibu (13/2/2026)
📍Desa Batursari, Kecamatan Mrangge, Kabupaten Demak, Jawa Tengah
2026 itu polished = bikin curiga.
Gue bikin 5 predictions tentang personal branding di era di mana 50%+ konten di dunia udah AI-generated/assisted.
Spoiler: yang menang bukan yang paling polished, tapi yang paling bisa buktiin mereka adalah manusia.
https://t.co/BRcNoNyqEE
Ih bales ah
@gojekindonesia
apaansi laptop org dicolong malah informasikan kembali informasikan kembali. Udh ditunjukkin kl buktinya PALSU dan paket ga diterima malah disuruh contact orangnya langsung… ya langsung di-block lah… YANG BENER