Pengen karier meroket di tempat kerja? Nih, belajar komunikasi dari CHOKY SITOHANG, TOP TIER SOAL NGOLAH.
Di video kemarin kita udah belajar banyak, di video ini kita bakal belajar lagi. ✍🏻
1. 00:04 "Bapak nggak telat, pak. Kami yang kecepetan"
Kalau kamu janjian sama klien atau calon business partner, dan ternyata mereka telat masih dalam tahapan yang wajar, kamu bisa pake ini. Fungsinya untuk mencairkan suasana, karena bayangkan kalau ekspresi kamu berubah atau tampak kesal, bisa jadi pengaruh terhadap suasana meeting.
2. 00:21 "Selamat pagi, Mr. Vice Mayor. Good Morning, bapak Mariono Hasan"
Lagi-lagi riset itu penting. Sebelum ketemu klien bisa riset dulu nama lengkap dan jabatan yang dia pegang.
3. 00:29 "Nice to meet you, sir. Saya sudah dengar banyak tentang bapak"
Secara psikologi, orang lain lebih senang atau appreciate ketika kita tau tentang dia, artinya kita peduli.
4. 00:54 "Wah, ini di mana ini?"
Kalau ada orang lain cerita atau nunjukkin sesuatu, make sure kita juga nunjukkin excitement yang sama ke mereka.
5. 00:59 "Itu tahun 2.000.."
Let's say kamu nggak yakin sesuatu itu terjadi kapan, tapi kamu pengen terkesan ingat, jadi kamu at least nebak yang sebenarnya umum. Dalam konteks Choky, yang paling mungkin pasti tahun 2.000an. Secara looks audiensnya juga masih muda, tapi sisanya biar audiens itu yang jawab.
Gimana, makin yakin buat ngolah di kantor atau hadapan klien? 🤌🏻
Kalau kamu bingung gimana cara membawa diri di tempat kerja,
nih, kenalin CHOKY SITOHANG.
TOP GLOBAL NGOLAH
Dari 1 konten videonya aja, banyak pelajaran yang bisa kita catat.
1. 00:13 "Kita kan menyesuaikan jadwal abang"
Kalau ditanya kapan mampir, atau ketemuan dengan seseorang yang "mungkin" lebih tinggi pangkat, status sosial, atau at least kamu hormati, kamu bisa pake kata-kata ini.
2. 00:21 "Bang, saya izin laporan ke yang bersangkutan"
Ini dipake ketika ingin menyudahi percakapan atau small talk tapi dengan cara yang halus.
3. 00:27 "Assalamualaikum, shallom, namo budaya, salam kebajikan"
Konteksnya karena di dalam ada bebeberapa orang dengan berbeda keyakinan, jadi sekalian sapa dengan salam sesuai kepercayaan mereka.
4. 00:45 "Akhirnya kita kenal juga, bang Asep"
Orang itu bakal lebih senang kalau kita tau nama dia, even baru pertama kali jumpa. Bisa baca name tag seandainya kamu benar-benar have no idea siapa nama dia.
5. 01:04 "Kapolres mohon izin, terima kasih Panglima, terima kasih Kapolda"
Detail kecil tapi berarti, untuk kasi respect ke orang yang kamu hormati. Misal di kantor dibeliin pizza sama bos, nah kamu bisa pake ini. "Bos, makasih ya pizzanya. Izin saya ambil, ya."
Siap buat ngolah? 😅
Temen gw dokter anak. 11 tahun praktek. Ratusan pasien dari bayi sampai remaja.
Gw ngeluh pas ngopi: "Anak gw manja banget. Minta gendong terus. Turun bentar, naik lagi. Turun bentar, naik lagi. Bahu gw remuk."
Dia ketawa. "Berapa bulan anaknya?"
"14 bulan."
"Itu bukan manja. Itu namanya SECURE BASE BEHAVIOR. Dan kalau lo tolak terus, lo lagi bikin kerusakan yang gak keliatan di otaknya."
Gw naruh kopi. "Kerusakan?"
Saudara kandung gw seorang psikolog yg sehari-hari kerjaannya dengerin dan beresin isi kepala orang lain yg berantakan. Pas kita lg kumpul kemarin, dia buka obrolan.
Dia bilang, "lo tau nggak paradoks paling lucu dari profesi gw?"
Dia cerita, pernah nanganin pasien yg semuanya punya pola masalah yang sama. Mereka gak ada yang bener2 sakit secara fisik, tapi badannya rontok karena pikirannya selalu merantau ke masa lalu atau masa depan.
Siksaan batin yg dijelasin saudara gw ini namanya Mental Time Travel.
Kondisi dimana otak kita terlalu canggih sampe bisa loncat ke masa lalu buat nyeselin hal yg udah lewat, atau loncat ke masa depan buat nyemasin hal yg belum tentu terjadi.
Efeknya? Lo kehilangan masa kini. Lo lagi makan makanan enak tapi nggak ngerasain rasanya, lo lagi jalan sama anak-istri tapi pikiran lo lagi sibuk mikirin cicilan 5 taun ke depan, atau sibuk nyeselin blunder kerjaan minggu lalu.
Dia cerita, banyak pasiennya yg kalau malem sebelum tidur, otaknya kayak muter kaset rusak. Mereka selalu terjebak di zona "Regret & What if"
"Kenapa ya dulu gw gak ambil kesempatan itu?"
"Gimana kalau nanti umur 40 gw mendadak di PHK dan gak punya tabungan?"
Siksaan batinnya adalah masa lalu udah jadi abu, masa depan masih jadi kabut, tapi lo ngorbanin satu2nya hal nyata yg lo punya sekarang, yaitu detik ini. Lo dapet capeknya, tapi gk dapet solusinya.
Gw tanya ke dia, "Kenapa otak kita secara psikologis bisa se terjebak itu?"
Dia jelasin kalau secara evolusi, otak manusia itu emg didesain buat bertahan hidup dg cara mengantisipasi bahaya (masa depan) dan belajar dari kesalahan (masa lalu).
Tapi di jaman sekarang, insting itu malah jadi bumerang. Tiap hari kita liat pencapaian orang lain di medsos yg bikin kita cemas ama masa depan kita sendiri.
Kita dipaksa buat selalu berlari ngejar target, sampe lupa caranya berhenti sebentar buat napas.
Ada satu istilah psikologi yg ngena banget buat kondisi ini:
"The Illusion of Control"
Kita mikir dg merenungkan masa lalu berulang kali, kita bisa mengubah rasa bersalah kita. Atau dengan mencemaskan masa depan, kita bisa mengendalikan hasil akhirnya.
Padahal itu semua cuma ilusi. Satu2nya momen dimana lo punya kekuatan penuh buat bertindak dan mengubah sesuatu itu cuma ada di masa kini.
Gimana cara kita buat lepas dari penjara waktu ini?
Saudara gw kasih terapi simpel yg biasa dia kasih ke pasiennya:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Pas pikiran lo mulai melayang entah ke taun berapa, paksa mata dan tubuh lo buat fokus ama sekitar.
Sebutin 5 benda yg lo liat sekarang, 4 hal yg bisa lo sentuh, 3 suara yg lo denger, 2 bau yang lo cium, dan 1 rasa di lidah lo.
Cara ini bakal menyeret paksa kesadaran emosional lo kembali ke realita tempat lo berdiri.
Langkah kedua adalah bergaul sama kenyataan, bukan asumsi.
Kurangi bikin skenario terburuk didalam kepala. Kalau emg ada hal yg perlu disiapin buat masa depan, tulis di kertas jadi action plan yg nyata, after itu tutup bukunya.
Belajarlah buat menikmati hal-hal kecil yang gratis.
Dinginnya air pas lo wudhu atau cuci muka, angetnya obrolan ama pasangan sebelum tidur, atau rasa pahit manisnya kopi yg lagi lo seruput.
Pesan dari saudara gw ini:
Masa lalu itu udh selesai tugasnya, dan masa depan itu bukan urusan lo sekarang.
Satu2nya tanggung jawab lo adalah menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Jgn biarin hidup lo lewat begitu aja cuma karena lo terlalu sibuk jadi penjelajah waktu di dalam kepala lo sendiri. Rebut kembali kendali pikiran lo mulai hari ini.
tulisan by ryn pedia
cc: istory selebriti (facebook)
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
List hotel mewah milik konglomerat di Indonesia
Grup MidPlaza / Rudi Suliawan
•AYANA Resort and Spa Bali
•AYANA Komodo Waecicu Beach
Lippo Group / Mochtar Riady
•Aryaduta Hotel
CT Corp / Chairul Tanjung
•The Trans Luxury Hotel Bandung
•The Trans Resort Bali
MNC Group / Hary Tanoesoedibjo
•Park Hyatt Jakarta
•Lido Lake Resort
Wings Group / Eddy William Katuari
•The Apurva Kempinski Bali
Sinar Mas / Keluarga Widjaja
•Grand Hyatt Jakarta
•Hotel Santika Premiere
Rajawali Corpora / Peter Sondakh
•St. Regis Bali
•The Ritz-Carlton Bali
tau gak apa yg salah di foto ini?
kata chef uki, togarashi (cabe bubuk) itu buat makanan berkuah kyk ramen atau udon, bukan untuk sushi, apalagi dicampur sama soyu
beberapa etiket makan sushi:
- jangan campur wasabi ke dlm soyu (ini dianggap kurang sopan di restoran Jepang, karena merusak aroma wasabi dan rasa kecapnya)
- cara makan wasabi, ambil sedikit dgn ujung sumpit, oleskan di atas bagian ikan sushi
- celupkan sedikit sushi ke dalam soyu di sisi bagian ikan bukan bagian nasinya
- makan langsung satu potong utuh sushi (ini gak berlaku di umaku kali ya, sepotongnya aja segede gaban gitu)
- cabe bubuk meski bukan untuk sushi tapi masih boleh ditambahkan dengan cara menaburnya di atas bagian ikan sushi, bukan ditabur di soyu
- makan gari (acar jahe) di antara potongan sushi yang beda rasa untuk membersihkan rasa di mulut
- gari dimakan langsung, bukan dicampur dengan soyu atau dimakan sbg topping sushi
- jangan merendam sushi ke dalam soyu
dan yg paling penting jgn lupa bayar (kecuali km makan bareng aku)
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil.
Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect.
Anak kecil teriak dikit
"Gak diajarin ortunya ya?"
Anak kecil nangis
"Kok cengeng sih?"
Anak kecil slow to warm up
"Masih kecil udah introvert ya"
Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain
"Rewel ya ternyata"
Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.
Rumput ini sangat sering ditemukan di lahan kita. Selain bikin capek, karena susah nyabutnya sebenarnya rumput ini memberikan sinyal lain.
Ada yang sadar ?
Yang anak kitchen atau dulu kul FnB masih ingat nggak kode warna talenan? Sesuai standard food safety dan HACCP😄
🟥 Buat apa
🟦 Buat apa
🟨 Buat apa
⬜ Buat apa
🟩 Buat apa
🟫 Buat apa
Temen w beli Switch Lite di Jepang, tulisannya ada minus "layar baret, body baret"
Pas dicek, emang ada tapi minor banget
Jadi lah dia pulang bawa Switch Lite cuma 900 ribu
Emang beda standar baret Jepang sama Indo wkwkwk
Kenapa sebaiknya fokus, single tasking, daripada multitasking? Ini jawabannya.
Dan untuk kembali ke intensitas ngerjain task semula setelah berpindah ke task yang lainnya itu perlu banyak tenaga. Karenanya multitasking itu lebih melelahkan.
Jangan jahat-jahat dengan teman kerja. Kita nggak pernah tau berapa banyak luka yang sedang dia tahan sambil tetap bekerja.
Sama-sama cari makan, nggak perlu saling menjatuhkan.