Last sentence.
Sepertinya, sudah saatnya saya menepikan kaki di perjalanan ini. Sudah saatnya saya melangkah dengan lembaran yang baru.
Kenangan yang ada disini, dalam lirih penuh harap selalu saya syukuri sebagai irama indah yang pernah menemani kesendirian saya.
Tanpa sengaja saya membuat kesalahan. Sungguh, jikalau ada kesalahan yang saya lakukan dan membuat kalian sedih, saya meminta maaf di jauh lubuk hati saya.
Terimakasih atas perjalanannya.
Last sentence.
Sepertinya, sudah saatnya saya menepikan kaki di perjalanan ini. Sudah saatnya saya melangkah dengan lembaran yang baru.
Kenangan yang ada disini, dalam lirih penuh harap selalu saya syukuri sebagai irama indah yang pernah menemani kesendirian saya.
Sebagai tempat untuk bersandar dan juga saya menerima banyak sekali hal-hal yang sebelumnya tidak pernah saya dapatkan.
Tak luput dari kesalahan, saya ingin meminta maaf kepada seluruh teman-teman dan orang-orang yang pernah bertegur sapa dengan saya, jikalau dengan atau
β
God sent my owwie to complete my soul. the one who's shar ice cream on the day, the one who's telling me all about her day, the one who's completely be there to telling me her garden updates. she's be there for me to support me either. life been good lately.
That first spark wasn't fleeting-it was foundational. Like roots seeking water, my soul reached for yours, finding home in the depths where eternal love grows wild and unbreakable.
The first spark rewrote my destiny in your ink. Your presence became oxygen, your voice my favorite song, your love the rhythm that keeps my heart beating toward our infinite tomorrow.