๐ข LOWONGAN PEKERJAAN | Full Time, Freelance & Intern
PINC (Paragon Incorporated) lagi membuka puluhan posisi untuk Creative, Marketing, Social Media, Account, HR, Finance, hingga Design.
Ada Full-time, Freelance, dan Internship.
๐ Jakarta (Full-time & Freelance)
โ Art Director
โ Jr. Copywriter
โ Account Manager
โ Sr. Account Executive
โ Account Executive
โ Digital Strategist
โ Social Media Officer
โ Social Media Analyst
โ Finance, Tax & Accounting
โ HR Generalist
Apply: https://t.co/yMHL2lfm2S
๐ Jogja (Full-time & Freelance)
โ Graphic Designer
โ Copywriter
โ 2D Motion Designer
โ 3D Motion Designer
โ Video Editor
Apply: https://t.co/CifIwrcjaP
๐ Jakarta (Internship)
โ Social Media Officer
โ Social Media Analyst
โ Human Resources
โ Graphic Designer
โ Copywriter
Apply: https://t.co/PSc2AErZNh
Menurutku ini salah satu pembukaan posisi kreatif yang cukup besar minggu ini.
Kalau kamu sedang mencari peluang baru, cek ini.
Kalau kamu sudah bekerja, bantu repost.
Bisa jadi satu repost dari kamu adalah alasan seseorang mendapat pekerjaan bulan ini โค๏ธ
#hiring #freelance #temankerja
Temen-temen..
ini namanya Dimas ayam Frozen jualan aku. Ga beli gpp kok tapi minta tolong bantu RT dagangan aku, siapa tau ada org baik beli dagangan aku. orderanku lagi sepi banget dan stok aku masih banyak tp aku tetep semangat jualan.
Dimsumnya bisa buat Jumat berkah.
Pernah di cobain pak Anies lohโฅ๏ธ
Order via DM ya.
Emak-emak kalo udah turun ke jalan, itu tandanya fase ngomel di grup WA dan ngegosip di abang-abang sayur udah dianggap ga efektif. Hidup perempuan yang melawan!
Ada emak-emak yang hari ini turun ke jalan.
Mereka datang bukan karena ingin gaduh. Mereka datang karena dapur makin berat dijaga, harga kebutuhan hidup yang terus naik, pekerjaan yang makin sulit didapat, sementara kebijakan yang tidak menjawab persoalan rakyat terus dipaksakan.
Hari ini, perempuan dari berbagai latar belakang memilih turun ke jalan untuk menyampaikan satu keresahan yang sama, pemerintah harus mendengar suara rakyat.
Mereka membawa suara dari rumah-rumah yang sedang berjuang bertahan. Dari ibu yang harus memutar otak agar dapur tetap mengepul. Dari perempuan pekerja yang penghasilannya makin tergerus biaya hidup. Dari mereka yang setiap hari merasakan langsung dampak kebijakan di meja makan keluarganya.
Dan ketika suara-suara itu dihadang, justru semakin terlihat betapa pentingnya demokrasi menjaga ruang bagi warga untuk berbicara. Sebab menyampaikan pendapat bukanlah ancaman. Mendengar rakyat seharusnya tidak pernah dianggap sebagai gangguan.
Hidup perempuan yang melawan. Hidup perempuan yang berani bersuara ketika banyak orang memilih diam. Karena perubahan tidak pernah lahir dari kepatuhan yang membisu, melainkan dari keberanian untuk mengatakan bahwa ada yang salah dan harus diperbaiki. โ๐ป
๐จ BREAKING: Kepolisian menahan aksi Aliansi Perempuan Indonesia saat massa aksi bergerak ke arah Bundaran HI. Hal ini juga menyebabkan kontak fisik antara kepolisian dengan massa aksi.
via progresip_
cc @BudiBukanIntel#IndonesiaGelap#MenujuIndonesiaBangkrut
Ras terkuat di bumi, Aliansi Perempuan Indonesia demo bawa sutil, panci melawan blokade aparat
Pengen ikutan gabung bawa wajan gosong, terus tempelin ke muka aparatnya
Ini bagi bagi roti ke โdemoโ alias pawaI dukung MBG, budgetnya darimana ya? @DivHumas_Polri
Terus kenapa yang ini bisa gak dihalangin ya? ๐
(Bertanya dengan nada souzon)
Aktris Park Jiyeon (Mamaknya Ujin Teach You A Lesson) merasa respons besar dari drama Teach You A Lesson terasa seperti hadiah yang datang di waktu yang tepat
Park Jiyeon lagi ada di titik paling bersinar dalam kariernya setelah 21 tahun berakting. Tapi siapa sangka, di balik kesuksesan besar lewat True Education, dia ternyata sempat ada di fase di mana dia meragukan dirinya sendiri.
Lewat perannya sebagai Lee Jiyoung, ibunya Ujin yang super protektif dan bikin emosi penonton naik turun, nama Park Ji-yeon langsung ramai dibicarakan. Episode 5 jadi salah satu episode paling heboh, dan berkat karakter ini followers ignya naik sampe 3 kali lipat sampe DM dan komentar berdatangan terus.
Dia cerita kalau sekarang baru benar-benar merasakan seberapa besar dukungan orang-orang. Bahkan saat pakai masker di luar pun masih ada yang mengenalinya. Tapi di balik rasa senang itu, dia juga mengaku agak takut karena merasa, Emang aku pantas ya dapat perhatian sebesar ini?"
Saking banyaknya pesan yang masuk, dia sampai nggak bisa fokus baca naskah. Tiap buka HP isinya komentar, DM, dan kiriman dari orang-orang. Sampai akhirnya suaminya, Hwang Sang-kyung, yang bantu matikan notifikasi dan ngingetin dia buat fokus ke pekerjaannya.
Kayaknya kamu salah nangkep poinnya.
Aku ga pernah bilang orang yang tinggal di Indonesia ga bisa dan ga akan ngerasain hal yang sama. Bahkan beda kota atau beda pulau pun bisa bikin kita melewatkan banyak momen keluarga. Yang aku bahas adalah salah satu harga yang sering harus dibayar ketika tinggal jauh dari rumah, jarak. Bentuknya bisa beda-beda, tingkatnya juga beda-beda, tapi rasa kehilangan momen itu tetap ada.
Jadi ini bukan kompetisi siapa yang lebih susah, siapa yang lebih jauh. Cuma pengingat bahwa setiap pilihan hidup punya konsekuensinya masing-masing, dan ga bisa dilihat dari sudut pandang orang lain.
Banyak yang ngira living abroad itu hidup tanpa masalah. Padahal yang berubah cuma jenis stresnya.
Sebagai WNI yang tinggal jauh di negara orang, yang paling mahal itu bukan tiket pesawat pulang, tapi harga yang harus dibayar krn jauh dari keluarga. Ngelewatin ulang tahun, acara kumpul, kabar duka, atau sekadar makan malam biasa yang dulu terasa sepele.
Jadi kalo ditanya lebih nyaman living abroad atau tetep di Indonesia, kayaknya ga ada jawaban yang bisa dijadiin patokan pasti. Standar hidup enak tiap orang beda-beda.
Setiap orang punya strugglenya masing-masing. Ada yang memilih merantau demi kesempatan yang lebih baik, ada yang memilih tetap dekat dengan orang-orang tersayang. Dua-duanya valid. Sering kali dari luar kita cuma lihat hasilnya, tapi jarang bener-bener tau apa yang harus dibayar untuk sampe ke sana.