Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
Seekor Gajah Borneo terlihat berdiri terdiam di tengah area yang dulunya merupakan hutan alami. Kini, kawasan tersebut telah berubah menjadi ahan sawit, menyisakan pemandangan yang membuat banyak orang sedih dan prihatin.
Momen ini kembalk mengingatkan banyak orang tentang dambak deforestasi terhadap habitat satwa liar, terutama di wilayah Borneo yang menjadi rumah bagi berbagai spesies langka. Kehilangan hutan membuat satwa seperti gajah semakin sulit mencari makanan, jalur migrasi, hingga tempat berlindung.
Foto ini ramai dibagikan di media sosial karena dianggap menggambarkan kondisi nyata yang sedang terjadi pada habitat satwa liar saat ini.
Sumber gambar: aaronbaggenstos
Ya Allah ... kenapasi info2 gini lewatnya malah dari media luar 😭����😭 yang di sukabumi stay safe, semoga lekas surut. Lihat di media lokal sampai hari ini masih tinggi airnya 😭💔
gaakan berhenti bersyukur atas pertemanan yang aku temukan di perkuliahan... pertemanan yang low maintenance tapi sangat affectionate at the same time, pertemanan yang ga "menagih" apa apa dari aku, yang selalu nerima satu sama lain apa adanya :(
Kabar duka dari Papua. Aliko Walia (Laki-laki, 8 tahun) meninggal dunia setelah berjuang 36 hari dengan luka tembak tembus di dada kanan. Ia menjadi korban saat operasi militer di Puncak pada 14 April lalu.
Ibunya, Wundilina Tabuni (Perempuan, 40 tahun), tewas di tempat pada hari kejadian. 🥀
Selengkapnya: https://t.co/9uUt6xwlBJ
#PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter
https://t.co/EsqCQuqsFY | FB: JubiNews | X: @News_jubi | IG: newsjubi | Tiktok: @jubinews | Youtube: @jubinews