@vapoiur Mendengar kata 'mama mertua' membuat Sacha salah tingkah. Ia langsung mendorong tubuh James menjauh. Seketika langsung beranjak dari kasur dan merapikan tampilannya dari kepala hingga kaki.
"Eh engga engga. Ayo makan. Ayo kita makan."
@vapoiur
Sacha menarik kembali selimut hingga kini menutupi lehernya— bersiap untuk memejamkan mata menikmat tidur siang santai yang sudah lama tak ia rasakan setelah berkutat dengan jadwalnya yang padat.
Saat ini dirinya berada di hunian milik kekasihnya— James,
@vapoiur "Iya pasti kaget sih. Nanti deh aku ngobrol."
Sacha menggelengkan kepalanya, menolak ajakan James untuk makan siang. Ia membalikkan tubuhnya, kini berusaha melingkarkan tangan dan kakinya pada tubuh James untuk menahan lelaki itu di kasur.
@vapoiur Sacha merasakan kasur kesayangannya itu bergerak, menandakan James kini berada dibelakamg punggungnya. Sacha tipis-tipis menengok, enggan melepaskan pelukan hangat dari selimut.
"Aku sih..gak papa. Tapi kalau Acen, mungkin aku harus ngobrol dulu sama Acen ya?"
@vapoiur
Sacha membenarkan posisi selimutnya, hingga kini hanya kepalanya saja yang terlihat mencuat keluar dari sana.
"Kalau ketauan toko punya kakak malah bagus dong? Itung itung promosi?"
@vapoiur
@vapoiur Sacha malah tertawa melihat respons panik James sambil diam-diam beringsut masuk kembali ke selimut karena takut terkena semburan air minum. Sacha akhirnya menutup dan menyimpan kembali ponselnya, membatasi James dari postingan mengenai mereka.
"Ketauan kali ya?"
Tanpa membalikkan tubuhnya, Sacha memanggil James untuk ikut melihat ponselnya.
"Kak sini liat, masa kita dikira belanja elektronik buat isi rumah?"
@vapoiur
Sebenarnya Sacha sudah mengira cepat atau lambat pasti hubungannya dan James akan segera diketahui oleh publik, namun Sacha tak menyangka akan secepat ini. Perasaannya kini campur aduk antara senang dan khawatir akan respons dari para penggemarnya.