"kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke tentara, tentara punya dapur sppg"
"kami mau melapor ke DPR, anggota DPR banyak yg punya dapur SPPG"
"ini jalan terakhir kami mengadu. kepada konstitusilah kami berharap, ya kalau ga punya dapur"
Halah.. giliran udah begini aja baru teriak2 demokrasi dan ngajak diskusi. Dulu waktu program ngawur itu mau dibuat mana diskusinya?
Ngga narsumnya, ga hostnya emang udah sekolam kentut.. emang layak diusir. Bau! Terima kasih UGM! 🔥
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
brusan bli roti kukus langgananku biasanya harganya 7ribu 1 roti,td naik jd 8 ribu..wlopun naik cm sribu ibu yg jual smpe bilang dlu "maaf yh mas harganya naik soalnya ada penyesuaian bahan naik"..roti enak murah naik sribu aja yg jual minta maaf masa yg itu diam ajh
gue klarifikasi gini bukan buat diri sendiri sih, tapi biar masyarakat melek inituh namanya kegagalan sistem tot ngentot. KENAPA LU PADA DENIAL BANGET SIH KALO BIAYA HIDUP INDONESIA TUH GAK SEBANDING SAMA PENDAPATAN??? LU BAYANGIN AJA UMR TERTINGGI 6JT, HARGA RUMAH STANDART 50OJT
Pemerintah bisa bersikap seolah semuanya baik-baik saja, tetapi melemahnya nilai tukar rupiah tidak bisa berbohong. Ada yang salah dengan negeri ini, dan yang lebih menyedihkan, para pemimpinnya seakan tidak mau menerima kenyataan