Aneh ga sih?
Tujuan MBG itu untuk anak-anak sekolah.
Tapi ketika Dapur MBG dihentikan bahkan kalaupun cuma sementara, yang marah bukan anak-anak sebagai penerima Makan Bergizi Gratis.
Yang marah malah yang punya Dapur.
INI LOH YA TUHAN.. MIKIR GA SIH LU PADA KL ORANG MISKIN JG BERHAK KELUAR DARI LINGKARAN KEMISKINAN DENGAN KULIAH DI PTN TOP??? hak dasar manusia loh ya💔
“Gimana orang ga homophobic, kaum homo… bla bla.”
Meanwhile orang heterosexual seterang ini ngelakuin verbal harassment dan misogini yang sexism ke perempuan :)
buat komen yg blg pantes indo ancur wong presidennya gay, I BEG UR PARDON??? soeharto hetero noh tapi kurang jahat apalagi dia?? soekarno demen cewe terus hobi ngumpulin istri. sexuality =/= tingkat kejahatan, jahat mah jahat aja ga peduli sexual orientationnya
Budaya asli kita itu jauh dari budaya yang di bawa agama abrahamic btw. Banyak suku di indo yang ga kaku sama pakaian wanita bahkan memperbolehkan hubungan antara sesama jenis.
I think y'all forgot that Indonesia used to be Hindu and Buddhist majority 🧍🏻♀️
INI SIH MAKIN GILA,
DPR & PRABOWO HILANGKAN INDEPENDENSI BI DALAM MENJAGA NILAI TUKAR RUPIAH !!!
BENERAN MAU HANCURIN YA?
INI SIH NGK CUMA LEVEL 20K,
ZIMBABWE IS REAL ???
UU P2SK: Ketika Presiden Bisa Pecat Gubernur BI.
DPR baru saja mengesahkan UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), dan satu poin yang bikin ekonom deg-degan:
Presiden kini bisa memberhentikan Gubernur Bank Indonesia, Ketua OJK, dan Kepala LPS jika dianggap melanggar perundangan.
MASALAH UTAMA: INDEPENDENSI BI TERANCAM
Bank sentral yang sehat harus bebas dari tekanan politik. Ini bukan opini ini standar global IMF dan Bank Dunia. Ketika gubernur BI bisa dipecat presiden, muncul pertanyaan besar: siapa yang sebenarnya mengendalikan kebijakan moneter Indonesia?
Bayangkan skenario ini inflasi sedang tinggi, BI harus naikkan suku bunga. Tapi pemerintah sedang butuh bunga rendah untuk mendanai proyek besar. Kalau gubernur BI tahu jabatannya bisa dicabut, apakah dia akan berani ambil keputusan yang benar secara ekonomi tapi tidak disukai istana?
EFEK DOMINO YANG PERLU DIWASPADAI
Pertama, kredibilitas rupiah bisa goyang. Investor global sangat sensitif terhadap independensi bank sentral. Begitu BI terlihat jadi "perpanjangan tangan" pemerintah, modal asing bisa kabur.
Kedua, inflasi lebih sulit dikendalikan. Kebijakan moneter yang dipolitisasi cenderung terlalu longgar demi kepentingan jangka pendek hasilnya inflasi merangkak naik.
Ketiga, kepercayaan terhadap OJK dan LPS ikut terdampak. Kalau regulator keuangan bisa ditekan, perlindungan nasabah dan stabilitas perbankan jadi tanda tanya.
WORST CASE SCENARIO
Lihat Argentina dan Turki dua negara di mana presiden aktif mengintervensi bank sentral.
Hasilnya? Argentina inflasi tembus 200% lebih. Turki lira anjlok 80% dalam beberapa tahun. Gubernur bank sentral dicopot berkali-kali karena tidak mau menuruti perintah politik.
Indonesia belum sampai sana tapi pintu ke arah itu kini terbuka lebih lebar.
UU P2SK ini ibarat pisau bermata dua.
Di tangan pemimpin yang berintegritas, mungkin tidak banyak berubah.
Tapi di tangan pemimpin yang ingin mengontrol ekonomi demi agenda politik, ini bisa jadi senjata yang sangat berbahaya bagi stabilitas keuangan Indonesia.
Yang perlu dikawal sekarang: bagaimana mekanisme "pelanggaran perundangan" ini didefinisikan dan siapa yang berhak menafsirkannya. Di situlah kunci apakah UU ini jadi alat akuntabilitas atau alat kontrol.
Ekonomi kita bukan arena politik.
Jaga BI tetap independen.
HATI-HATI WOK !!
SEKALI HANCUR NGK BISA BALIK LAGI !!
NYAWA JUTAAN ORANG TARUHANNYA !!
kesel banget anjing.. jam set 3 pagi pulang lewat daerah uny, ada bapak-bapak random nyerempet motor terus ngelecehin temen gue (ngeremas tete). dan sekarang anak orang jadi trauma gara-gara kelakuan bejat lo BAJINGAN. semoga hidup lo ga tenang, bangsat…
kak, ga semua orang ketika nganggur tuh bisa ngelakuin ini itu, jangankan untuk upgrade diri, ada yg sampai ga punya untuk perbarui SKCK, ongkos, kuota seluler untuk nyari info loker, bahkan ada yg pas keterima kerja bingung gapunya pegangan untuk bekal sebulan sampai gajian.